Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 17


__ADS_3

"Kamu jahat Arnold! Bagaimana mungkin kamu melupakan 10 tahun kita menjadi suami istri, hanya karena kedatangan mantan istrimu yang sekarang lebih hebat dari sebelumnya?" Lalita mulai melakukan aktingnya yang sangat buruk di mata Arnoldyang sekarang sudah mulai membenci Lalita.


Arnold memerintahkan kepada Security untuk segera mengusir Lalita dari perusahaannya.


"Usir dia dari sini dan jangan biarkan dia masuk perusahaanku lagi! Kalian faham? Aku akan segera memecat kalian kalau aku melihat dia datang kemari lagi!" Arnold kemudian meninggalkan Lalita bersama security yang langsung menjalankan perintahnya tadi dengan gercep.


Bagaimanapun juga mereka tidak mau kalau sampai diusir ataupun dipecat dari perusahaan yang sekarang sudah mulai kembali beroperasi normal seperti dahulu.


Para pekerja yang dulu mengundurkan diri atau pun di PHK di panggil kembali untuk menempati pos mereka masing-masing sebelum mereka pergi karena krisis perusahaan dulu.


Lalita benar-benar geram sekali dengan apa yang dilakukan oleh Arnold. "Kurang ajar sekali!! Masa iya, Aku menikah dengan pecundang itu selama 10 tahun tidak mendapatkan apapun? Bahkan semua barang-barang branded yang sudah aku beli pun, sudah diambil semua olehnya. Apakah aku akan menjadi janda kere? Oh no!!! Aku gak akan pernah membiarkan hal itu terjadi!" Lalita merinding ketika memikirkan dirinya akan menjadi seorang gembel di jalanan.


Lalita kemudian pergi dari perusahaan menuju mention milik keluarga Bagaskara. Lalita kembali menemui sebuah kekecewaan karena diusir oleh security dari Mansion itu.


"Kalian benar-benar kurang ajar! Apakah kalian tidak tahu kalau aku adalah istri dari pemilik mansion ini? Apa kalian lupa dengan saya? Saya adalah nyonya di rumah ini!! Lupa, huh??" tanya Lalita yang merasa kesal luar biasa dengan perlakuan Arnold yang tidak manusiawi kepadanya.


Security yang tadi mengusir Lalita hanya bisa melihat Lalita dengan takut-takut.


"Tapi, ini adalah perintah dari tuan Arnold yang sudah mewanti-wanti kepada kami untuk tidak mengizinkan Nyonya untuk masuk lagi ke mansion ini." Lalita mengepalkan Kedua telapak tangannya dan berusaha untuk menerobos masuk ke dalam mansion.


Lalita sama sekali tidak memperdulikan apapun yang dikatakan oleh para security yang langsung mengejarnya dengan cepat.

__ADS_1


Lalita berniat ingin mencari sesuatu yang bisa dia jual untuk menjadi pegangan hidupnya setelah berpisah dengan Arnold.


Lalita ingat betul di mana Arnold menyimpan sertifikat mansion milik Arnold dan dia saat ini sedang mengincar benda itu.


Lalita tidak sudi setelah menikah selama 10 tahun bersama dengan Arnold tidak memiliki apapun. Lalita benar-benar merasa terhina dengan apa yang dilakukan Arnold kepadanya selama beberapa hari belakangan ini.


Apalagi sekarang Susilo juga sudah mulai sulit sekali untuk dihubungi olehnya. Hal itu membuat Lalita benar-benar frustasi dan merasa kesal luar biasa.


Lalita sebenarnya sudah menyadari kalau Susilo hanyalah sedang memanfaatkan dirinya atas perintah Anya. Lalita baru mengetahui hal itu kemarin ketika dia datang ke kantor Blue investasi. Lalita melihat dengan mata kepala sendiri Arnold yang bekerja di sana.


Lalita awalnya cukup shock dan merasa dikhianati oleh pria yang amat dia cintai. Akan tetapi akhirnya Lalita bisa mengerti kenapa Susilo bisa melakukan itu semua terhadap dirinya.


Lalita tahu kalau Anya yang sudah menugaskan kepada Susilo untuk merayunya. Ah!! Lalita hampir gila kalau sudah ingat semua itu.


Lalita sebenarnya sedang merencanakan sebuah rencana besar untuk menjatuhkan rumah tangga Susilo dengan istrinya. Karena dia tidak ingin jatuh sendirian di kubangan lumpur.


Pada akhirnya, mereka yang dulu saling memuaskan satu sama lain di atas ranjang, demi nafsu dan juga ambisinya masing-masing. Kini mereka berdua malah berperang sendiri untuk kepentingan mereka.


Lalita langsung mendorong tubuh security yang tadi hendak menarik tangannya untuk mengusirnya.


"Hentikan yang kalian lakukan ini! Awas saja! Kalian lihat saja nanti! Ketika aku bisa kembali menarik perhatian Mas Arnold lagi seperti dulu. Kalian pasti akan langsung kupecat!" ancaman Lalita rupanya ampuh juga kepada para sekuriti dan pembantu yang tadi bahu membahu mengusir dirinya.

__ADS_1


Mereka pun saling menatap satu sama lain mencoba untuk mencari saran dari rekan mereka.


Bagaimanapun juga mereka semua tidak lupa ketika Anya, Nyonya rumah pertama mereka, bahkan sampai diceraikan oleh Arnold demi Lalita. Anya akhirnya keluar dari rumah itu. Apalagi mereka hanya seorang pekerja yang tidak memiliki kuasa apapun di rumah milik Arnold.


Mereka kesulitan menelan saliva mereka sendiri ketika mengingat semua itu. Apalagi mereka tahu kalau Lalita adalah tipe wanita yang suka menggoda dan bisa merayu Bos mereka yang lemah imannya.


"Sudah! Biarkan saja dia masuk ke dalam kamarnya. Mungkin dia mau ambil barang dia yang tertinggal. Kita hubungi saja Tuan Arnold dan biar dia yang nanti akan mengusir wanita itu dari sini. Jangan sampai nanti pekerjaan kita malah terancam ketika kemarahan Tuan Arnold sudah reda kepada istrinya. Kita bisa celaka nanti!" Lalita tersenyum penuh kemenangan mendengar ucapan dari kepala pelayan yang akhirnya menyerah dan membiarkan dirinya masuk ke dalam mansion.


Lalita bergegas lari masuk ke dalam kamarnya dan berniat untuk segera mengambil sertifikat rumah milik Arnold yang sangat dia hapal di mana Arnold menyimpan sertifikat penting itu.


Lalita yang sedang berburu waktu karena takut Arnold akan segera sampai di mansion setelah mendapatkan panggilan dari kepala pelayan.


Lalita langsung mengambil sertifikat yang masih tersimpan di sana dengan begitu bahagia.


"Arnold sayang! Kamu jangan terlalu shock dengan apa yang hari ini aku lakukan kepadamu. Aku hanya mengambil bagianku selama 10 tahun menjadi istrimu. Aku akan menjual sertifikat Mansion ini dan beberapa mobil sport milikmu. Anggaplah itu sebagai tunjangan perceraianku sebagai istri kamu selama 10 tahun lamanya!"


Lalita terlihat begitu bahagia ketika menulis note kecil tersebut yang kemudian dia letakkan di atas nakas yang ada di samping tempat tidurnya.


Surat kecil yang dia tinggalkan untuk Arnold. Lalita terlihat begitu puas dengan apa yang sudah dia lakukan. Arnold rupanya tidak menjual semua perhiasan milik Lalita yang sekarang disimpan di dalam brankas pribadinya bersama sertifikat dan juga surat-surat mobil sport miliknya.


Lalita merasa sangat bahagia sekali menemukan semua benda berharga itu. Lalita langsung memasukan semua benda itu ke dalam tasnya. Lalita yang saat ini sedang berburu waktu sebelum kedatangan Arnold ke mansion yang akan dia jual. Dia pun langsung meninggalkan rumah itu dengan senyum kebahagiaan dan penuh kemenangan.

__ADS_1


Lalita merasa sangat bahagia ketika dia membayangkan Arnold yang pasti akan stres berat kehilangan semuanya.


__ADS_2