
"Maafkan Loly ya Om. Karena dari tadi terus merengek dan membuat Om jadi terganggu. Maafkan Loly." Loly menunduk karena sedih dan malu. Loly sendiri tidak mengerti kenapa dirinya selalu merasa tidak biasa setiap kali berhadapan dengan James.
'Aku tidak mungkin suka dengan Om James, kan? Oh tidak! Aku masih kecil tidak mungkin aku bersama dengan Om James. Om James lebih pantas jadi ayahku. Ya! Aku pasti hanya menyukainya sebagai calon Ayahku saja.' batin Loly merasa tidak nyaman dengan perasaannya sendiri.
Saat ini mereka sudah berada di mobil. Loly bersedia diantarkan oleh James ke rumahnya. Karena bagaimanapun juga waktu semakin larut dan Loly juga tidak menginginkan terlalu berlama-lama bersama James.
Sepanjang perjalanan itu mereka hanya diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Terlihat James yang menggengam tangan Loly.
"Tanganmu dingin sekali. Pegang tangan Om, supaya kamu gak kedinginan." Loly hanya diam dan terus melihat ke arah tangan mereka berdua yang terlihat begitu serasi di matanya.
Loly terus menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan diri sendiri bahwa dia harus sadar bahwa James adalah tunangan ibunya dan dia tidak boleh berpikiran aneh-aneh tentang James.
"Om tadi sudah menghubungi ibumu supaya dia tidak khawatir denganmu. Kita pulang ke rumahmu saja. Ibumu masih di rumah sakit. Karena Arnold katanya kembali kritis. Saat ini dokter masih menangani ayah kamu." Loly terkejut mendengar James membicarakan tentang ayah kandungnya.
Loly benar-benar tidak menyangka kalau James tahu soal itu. Padahal dirinya saja baru tahu tadi. Entah kenapa Loly merasa tidak nyaman dengan hal itu.
__ADS_1
"Om tahu soal Ayah kandungku. Jadi, selama ini hanya aku yang tidak tahu apa-apa tentang dia?" tanya Loly yang terlihat begitu khawatir.
James bisa melihat kekecewaan yang ditunjukkan oleh Loly. "Kau jangan salah paham. Ibumu menyembunyikan tentang fakta itu darimu. Dan juga Ayah kandungmu karena dia takut akan kehilangan kamu. Ibumu sangat sayang dengan kamu. Loly! Om harap kamu tidak meragukan kasih sayang ibumu sama kamu." Loly terus menatap wajah James.
Saat ini mereka sudah sampai di halaman gedung tempat tinggal Anya dan Loly. "Sejak dulu Om selalu membela mama. Di mata Om, mama adalah wanita yang sempurna tanpa cela. Benar bukan?"tanya Loly dengan suara yang bergetar.
James sangat mengerti perasaan Loly saat ini yang pasti merasa tidak nyaman dengan kenyataan yang baru dia ketahui tentang ayah kandungnya.
"Om lah yang menjadi saksi penderitaan ibumu ketika ayahmu dulu berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Ibumu bukan malaikat, Loly. Jadi wajar kalau dia melakukan kesalahan seperti manusia biasa lainnya." Tidak ada lelahnya James terus membujuk Loly agar bisa mengganti kesulitan yang saat itu sedang dihadapi oleh Anya yang harus berjuang demi Loly yang sebenarnya kehadirannya tidak pernah diduga oleh Anya.
"Saat itu, ibumu merasa begitu yakin untuk berpisah dengan Ayahmu. Karena dia pikir tidak ada anak di antara mereka. Tapi, siapa yang menyangka kalau ternyata setelah perceraian mereka, beberapa bulan kemudian, Anya baru tahu tentang kehamilannya. Apa kau tahu?? Saat itu ibumu benar-benar panik dan ketakutan untuk memelihara kamu. Anya bahkan hampir saja bunuh diri karena saking putus asanya saat itu. Aku yang terus meyakinkan Anya bahwa semua akan baik-baik saja. Aku terus mendukung dan bersamanya dan membantu untuk menjaga kamu. Loly! Jangan pernah membenci ibu kamu atau menyalahkan dia atas kejadian di masa lalu." Loly dari tadi hanya terus menyimak semua pembicaraan James tentang masa lalu.
"Bagi ibumu. Kau adalah segalanya. Loly, kau adalah segala dunianya. Om mohon sekali sama kamu. Tolong agar kau bisa mengerti dengan samua itu. Segalanya di luar kendali ibumu." Loly terus mempermainkan ujung roknya.
Saat ini perasaan Loly sedang kacau balau. Dia tidak tahu bagaimana untuk menyikapi masalah itu.
__ADS_1
"Temui Ayah kandungmu walaupun hanya sekali saja. Saat ini dia sedang sakit keras. Om hanya takut kalau aku akan menyesalinya suatu saat nanti. Loly! di masa lalu ayahmu memang pernah melakukan kesalahan.Tapi, bagaimana pun dia, dia tetaplah Ayah kandungmu. Tanpa dia kau tidak akan pernah ada di dunia ini." Loly terlihat menggeram kesal.
Hati Loly entah kenapa sampai saat ini masih merasa jengkel luar biasa setiap membicarakan ataupun memikirkan tentang ayah kandungnya.
"Aku tidak mau memikirkan tentang orang itu. Om! Ayahnya berpikir bahwa anak jahatnha itu akan bisa rujuk kembali dengan ibuku hanya karena dia sudah mengetahui tentang keberadaanku di dunia ini. Om! Aku tidak akan pernah membiarkan mereka bersama. Aku gak akan pernah menganggap pria itu sebagai ayahku. Gak akan!" setelah mengatakan itu Loly pun kemudian keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
James hanya menatap kepergian Loly dengan datar. Bohong kalau James tidak terkejut dengan apa yang di katakan oleh Loly soal niat Arnold untuk rujuk kembali dengan Anya.
"Aku percaya dengan Anya. Aku juga percaya bahwa kami telah ditakdirkan untuk bersama. Aku gak akan pernah menghalangi Anya untuk bertemu dengan mantan suaminya yang saat ini sedang sekarat. Aku sangat yakin kalau hanya bisa menjaga perasaannya dan perasaanku sebagai tunangan dia." Monolog James yang percaya dengan Anya.
Sampai saat ini Anya masih berada di Rumah Sakit bersama dengan Rudi dan Anjani. Anya menelepon James beberapa saat yang lalu dan meminta kepada James untuk menjaga Loly yang saat ini sedang bersama dengannya.
James kemudian keluar dari mobilnya. James memutuskan untuk menemani Loly di rumahnya. James hanya takut kalau gadis kecil itu akan melakukan sesuatu yang nekat karena saat ini dia sedang marah dan juga sedih.
James hanya ingin menjalankan amanah yang diberikan oleh Anya kepada dirinya. James menyayangi oleh seperti adik maupun anaknya sendiri. Di dalam hati James, tidak ada tendensi negatife apapun terhadap Loly.
__ADS_1
Cinta James untuk Anya sangat tulus dan sudah dia perjuangkan selama beberapa tahun lamanya. James selama ini memilih untuk mencintai Anya dalam diam. Kalau bukan karena Anya dan Arnold yang bertemu kembali, mungkin James selamanya tidak akan pernah mengungkapkan perasaannya kepada Anya. James mungkin akan selamanya bersembunyi di balik persahabatan mereka.
Malam itu James tidur di kamar tamu yang biasa dia gunakan setiap kali dia menginap di kediaman Anya. Loly sendiri sudah lama tidur di kamarnya yang ada di lantai dua. James di lantai satu di samping kamar milik Anya, sebagai kamar utama.