
Arnold segera kembali ke mansionnya setelah mendapatkan telepon dari kepala security mengenai keberadaan Lalita di Mansion miliknya.
"Mau apa lagi dia datang ke mansionku? Ya ampun! Kenapa ada seorang wanita yang tidak tahu malu seperti dia?? Sudah di usir, tapi masih saja datang." Arnold terlihat begitu geram ketika dia masuk ke Mansion miliknya.
Kepala security langsung menyambut kedatangan Arnold ke mansionnya. Arnold merasa kesal karena harus kembali ke mansion pada jam kerja.
"Mana wanita itu?? Bukankah aku sudah bilang padamu, untuk melarang dia masuk kemari? Apa perintah sederhana itu sangat sulit untuk kalian?" tanya Arnold pada security yang terlihat ketakutan dengan amarahnya.
"Nyonya Lalita sudah pergi, Tuan. Sekitar setengah jam yang lalu." Arnold terlihat jengkel mendengar laporan tersebut.
Arnold langsung masuk ke dalam kamarnya. Arnold takut kalau Lalita melakukan sesuatu di kamarnya.
Arnold langsung menuju ke tempat penyimpanan benda-benda berharga miliknya. Persis seperti apa yang ditakutkan oleh Arnold.
Arnold terlihat begitu lemas ketika melihat note kecil yang ditinggalkan oleh wanita untuknya di atas nakas. Arnold terlihat menggepalkan kedua tangan.
"Lalita brengsek!! Sungguh berani sekali dia melakukan hal tercela seperti itu kepadaku!" Arnold begitu marah sekali.
Hati Arnold saat ini sedang menimbang-nimbang Apakah dia akan mengejar Lalita ataukah tidak. Security bilang Lalita baru 1/2 jam yang lalu pergi dari rumahnya.
Kemungkinan dia masih bisa mengejar wanita itu dan mendapatkan kembali semua barang yang telah dicuri olehnya.
Arnold langsung menghubungi polisi dan melaporkan tindakan pencurian yang telah di lakukan oleh Lalita di rumahnya.
__ADS_1
Arnold memberikan rekaman CCTV yang ada di dalam rumahnya. Dimana menampakan wajah Lalita yang menerobos masuk ke dalam mansion miliknya.
"Tenanglah panas kami pasti akan menyelidiki kasus ini sampai tuntas yang akan mengembalikan semua barang-barang yang telah dicuri oleh istri Anda yang saat ini sedang dalam proses perceraian dengan Anda." ucapan Komandan polisi itu cukup menenangkan untuk Arnold.
"Dia pasti merasa terancam dan takut saya tidak akan memberikan tunjangan apapun sama dia setelah perceraian kami. Setelah saya mengajukan perceraian kepadanya, dia memang saya larang untuk masuk ke Mansion saya ini. Tidak disangka ketika karyawan saya lalai dan memasukkan dia kemari dia malah melakukan tindakan tercela ini!" Arnold melirik kepada para karyawannya yang saat ini sedang menentukan kepala karena merasa takut dan merasa bersalah.
Ya! karena kelalaian mereka sekarang semua aset Arnold terancam akan melayang dari tangan Tuan mereka. Karena Lalita sudah membawa semua surat-surat berharga yang ada di dalam rumah itu.
Arnold tidak menyalahkan siapapun hanya saja dia menyayangkan tindakan sembrono semua karyawan yang kerja di mansionnya.
"Baiklah kami permisi dulu. Pihak kami akan segera mendatangi kediaman Nyonya Lalita dan akan segera memanggilnya untuk mengklarifikasi semuanya. Karena semua bukti yang Anda berikan sudah cukup jelas dan bisa membuat dia masuk ke dalam penjara. Kita berdoa semoga dia belum melakukan sesuatu dengan surat-surat berharga milik Anda." Arnold kemudian mengantarkan para polisi yang tadi datang menemaninya dan mengecek semua yang ada di mansion Arnold.
Arnold terlihat begitu lemas setelah melihat para polisi keluar dari rumahnya. Arnold benar-benar tidak menyangka kalau Lalita ternyata berani melakukan hal senekat Itu kepada dirinya.
Arnold sampai saat ini masih berusaha untuk menenangkan dirinya. Arnold sebenarnya merasa malu untuk melaporkan kejadian itu kepada pihak Kepolisian. Akan tetapi sekarang dirinya dalam keadaan bahaya.
Arnold tidak mau kehilangan mansion maupun mobil sport koleksi ayahnya yang sudah meninggal.
Arnold akan merasa sangat berdosa kepada kedua orang tuanya yang sudah meninggal ketika dia tidak berhasil mendapatkan kembali semua barang-barang peninggalan mereka.
Sejak tadi sekretarisnya terus menghubunginya akan tetapi Arnold terlihat tidak terlalu mempedulikannya.
Arnold terlihat masih larut di dalam lamunannya akan masa lalu yang telah dia lewati bersama kedua wanita yang pernah menjadi istrinya di masa lalu.
__ADS_1
"Apakah ini adalah karmaku karena aku yang sudah membuat Anya menangis demi wanita seperti Lalita? Anya! Apa benar kau masih belum memaafkan aku? Kenapa hukuman itu terus bertubi dalam hidup aku?? Aku benar-benar tidak tahan lagi dengan semua!" Arnold terlihat meneteskan air matanya karena terlalu sedih memikirkan semua masalah yang telah diakibatkan oleh Lalita ke dalam hidupnya.
Arnold berusaha untuk menguatkan hatinya akan tetapi semua terasa begitu menyakitkan untuknya.
Apalagi ketika dia mengingat semua percakapan antara Lalita dan kekasihnya di restoran pada tempo hari. Hati Arnold merasa seakan terhiris ribuan sembilu. Rasa cintanya pada Lalita ternyata hanyalah pepesan kosong yang tidak dihargai sama sekali oleh Lalita.
Arnold meringkuk di atas ranjangnya sambil terus terisak. Anya yang merasa khawatir dengan keadaan Arnold karena sejak tadi siang dia terus mencoba untuk menghubunginya tetapi tidak diangkat sama sekali oleh Arnold.
Anya datang ke mansion milik Arnold. Kepala pelayan terlihat begitu senang dengan kedatangan Anya ke mansion itu.
Anya terkesiap melihat mansion yang sekarang sudah banyak berubah. Sejak terakhir kali dia menginjakan kaki di tempat itu.
Hati Anya seakan tercabik ketika melihat foto-foto pernikahan dirinya bersama Arnold bahkan sudah tidak ada lagi di tempatnya. Sekarang telah diganti dengan foto pernikahan antara Lalita dan Arnold.
"Nyonya, Tuan Arnold sekarang ada di kamarnya, sendirian saja. Sejak tadi siang dia belum juga keluar dari kamarnya. Bahkan dia telah melewatkan makan siang dan makan malamnya. Saya sangat khawatir dengan kondisinya akan tetapi saya juga tidak berani untuk mengganggu beliau." Anya mengerutkan keningnya ketika mendengarkan laporan itu dari kepala pelayan yang sudah bekerja sangat lama The Mansion milik keluarga Arnold.
Anya kemudian bertanya kepada kepala pelayan tentang sesuatu yang telah menimpa Arnold yang membuatnya melakukan hal seperti itu.
"Nyonya Lalita sudah mengambil semua sertifikat berharga yang ada di mansion ini. Hal itulah yang membuat Tuan Arnold menjadi shock dan sangat terpukul. Dia terus berdiam diri di dalam kamarnya hingga saat ini." Anya terus menggelengkan kepalanya ketika mendengar semua itu dari kepala pelayan.
Anya tidak merasa heran sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh Lalita. Karena sejak dulu Anya sudah mengetahui alasan Lalita yang sesungguhnya untuk mendekati Arnold.
Lalita yang sesungguhnya tidak pernah mencintai Arnold secara tulus karena dia hanya mengincar kekayaan dan status yang dimiliki oleh Arnold. Sekarang Arnold menceraikan dia. Tentu saja Lalita tidak akan pernah tinggal diam dengan apa yang dilakukan oleh Arnold kepadanya.
__ADS_1