
Lalita saat ini sudah bebas. Dia mendengar soal Arnold yang meninggal karena kanker yang dia derita. "Aku harus menemui Ayah mertuaku. Bagaimana pun juga, aku masih istrinya. Arnold selama ini belum pernah mengajukan perceraian kami ke pengadilan. Aku punya hak atas semua harta yang di tinggalkan oleh Arnold." monolog Lalita dengan begitu penuh percaya diri.
Lalita berhenti di depan mansion keluarga Bagaskara. Tempat dirinya dulu tinggal bersama Arnold. Lalita melangkahkan kakinya dengan penuh percaya diri.
Tapi Lalita merasa kesal saat dia masuk ternyata di halangi oleh bodyguardnya Rudi. Para bodyguard itu memang sengaja di tempatkan oleh Rudi untuk menjaga kediaman milik Arnold.
"Kurang ajar kamu! Aku ini istrinya Arnold. Aku adalah nyonya di rumah ini. Minggir kalian!" Hardik Lalita merasa jengkel luar biasa dengan kelakuan para Bodyguard yang terus menghalangi langkahnya.
"Maafkan saya Nyonya. Tapi saya dapat perintah dari Tuan Rudi bahwa tidak boleh membiarkan anda untuk masuk ke mansion ini." ucap salah satu bodyguard yang tampaknya merupakan ketuanya.
Lalita tentu saja merasa marah dan kesal karena usahanya dihalangi oleh mereka.
"Aku adalah istri dari pemilik Mansion ini. Kalian berani padaku? Aku bisa melaporkan kalian ke polisi karena perbuatan yang tidak menyenangkan!" ancam Lalita pada mereka.
Tetapi mereka sama sekali tidak takut dengan ancaman dari Lalita. Bagi mereka, Rudi jauh lebih menakutkan daripada Polisi ataupun penjahat mana pun juga. Rudi memegang kehidupan mereka di tangannya.
Kalau mereka berani berkhianat kepada Rudi, maka nasib keluarga mereka tidak akan mungkin selamat.
"Pergilah! Sebelum kami benar-benar membuat Anda menyesal dan menghancurkan hidup Anda!" ancam salah satu Bodyguard yang terlihat tidak menyukai kehadiran Lalita di sana.
Lalita sebenarnya hendak mengacuhkan peringatan mereka. Tetapi Lalita tidak mau kehilangan harta yang begitu banyak yang ditinggalkan oleh Arnold.
Lalita tidak suka menyerah kepada mereka, yang dia anggap hanya sebagai orang asing saja.
__ADS_1
"Panggilkan Ayah mertuaku kemari supaya aku bisa bicara dengannya." pinta Lalita tetap keukeuh dan tidak mau meninggalkan tempat itu.
Lalita Memilih tetap duduk di kursi yang ada di ruang tamu dan menunggu Rudi. Saat para Bodyguard itu hendak menyentuhnya dia langsung melotot dan memperlihatkan taring dan kekuasaannya.
"Kita telepon saja dulu Tuan Rudi. Bagaimanapun juga wanita ini adalah menantunya." ucap salah seorang dari mereka.
Ketua dari para Bodyguard itu kemudian menghubungi Rudi dan menyampaikan perihal kedatangan Lalita yang memaksa untuk masuk ke dalam mansion milik Arnold.
"Tuan apa yang harus kami lakukan kepada Nyonya Lalita? Dia menerobos masuk ke dalam Mansion dan memaksa untuk kami perbolehkan tinggal di sini. Kami tidak berani untuk berbuat kasar padanya karena dia mengancam untuk melaporkan kami ke kantor polisi. Lagipula, dia juga istrinya Tuan muda Arnold." laporan kepada Rudi.
Lalita tersenyum bahagia mendengar laporan yang disampaikan oleh orang itu kepada Rudi.
"Usir perempuan itu dari kediaman putraku. Karena aku tidak pernah menganggapnya sebagai menantuku. Dia sudah sangat lancang sekali hendak menjual mobil-mobil sport kesayanganku. Dia layak untuk ditinggalkan oleh Putraku. Katakan padanya, kami akan segera mengurus perceraian antara dia dan Arnold. Jadi, dia tidak usah repot untuk menuntut haknya sebagai istri putraku yang sudah meninggal." perintah Rudi kepada mereka.
Lalita yang mendengar sendiri apa yang dikatakan oleh Rudi benar-benar sangat murka.
Lalita sampai melotot sempurna mendengar apa yang di katakan oleh Rudi. Lalita lemes sekali sekujur tubuhnya.
"Bunuh saja dia! Kalau dia tidak juga mau meninggalkan mansion anakku!" ucap Rudi dengan tegas.
Lalita sampai gemetar ketakutan mendengar perintah dari Rudi yang memerintahkan anak buahnya untuk membunuh dia.
Lalita bersiap untuk meninggalkan mansion. dia menyukai harta. Tetapi dia juga tidak mau mati konyol di tangan anak buahnya Rudi.
__ADS_1
"Baiklah aku akan pergi dari sini! Aku akan melaporkan semua ini ke pengadilan dan meminta keadilan dari mereka." ucap Lalita sebelum pergi.
Rudi mendengar apa yang dikatakan oleh Lalita.
"Bunuh perempuan brengsek itu! Lakukan dengan sangat rapi!" perintah Rudi pada anak buahnya.
Lalita sudah gemetar mendengar perintah itu. Lalita sudah bersiap hendak pergi tetapi langsung ditarik oleh anak buahnya Rudi.
Setelah menutup panggilan telepon. Mereka pun langsung melaksanakan tugas yang diberikan oleh Rudi.
"Heh, wanita ini cantik sekali. Sayang sekali kalau hanya dibunuh begitu saja. Bagaimana kalau kita garap dia dulu sebelum kita habisi dia? Ingat gak? Sudah 2 bulan kita tidak menikmati tubuh wanita. Sejak Tuan Arnold meninggal, Tuan Rudi barang kita untuk meninggalkan mansion ini." bisik salah satu bodyguard yang berbadan besar.
Lima orang bodyguard yang dipercaya oleh Rudi untuk menjaga mansion itu, kini mereka satu persatu mulai mendekati Lalita yang tampak ketakutan.
Lalita di bopong oleh mereka ke kamar tamu yang ada di lantai satu. Secara bergiliran mereka memperko$a Lalita. Hingga Lalita akhirnya mati lemas karena tidak mampu lagi melayani nafsu kelima laki-laki yang sudah lama tidak mendapat layanan seorang wanita.
Setelah puas melampiaskan hasrat mereka. "Hey, wanita sialan ini sudah mati. Ayo kita masukkan dia ke dalam sumur dan menghapus jejak dia pernah datang ke mari!" ucap mereka yang kemudian langsung mengangkat tubuh Lalita yang sudah mati lemas karena di perko$a oleh mereka berlima.
Setelah tugas mereka selesai Mereka pun kemudian melaporkan kepada Rudi tentang pekerjaan mereka.
"Beres Bos! wanita Brengsek itu tidak akan mengganggu kita lagi." lapornya pada Rudi.
Rudi tersenyum senang karena hasil pekerjaan anak buahnya yang begitu rapi dan tidak mengakibatkan kerugian untuk dirinya.
__ADS_1
Rudi sudah mendengar banyak cerita tentang Lalita dari Arnold ketika dia masih hidup. Rudi sedikit banyak mengetahui tentang kelakuan buruk Lalita di luar sana. Rudi merasa bahagia karena sudah membalaskan dendam dan sakit hatinya kepada Lalita yang sudah menghancurkan kehidupan Arnold sehingga berpisah dengan Anya.
Rudi sejak dulu sangat menyayangi Anya dan menganggapnya seperti putrinya sendiri. Sebenernya Rudi ingin menahan Ayah untuk tinggal di sampingnya sebagai istri dari Arnold yang sudah meninggal. Rudi melakukan cara yang ekstrem untuk menahan Anya agar mau tinggal di sampingnya dengan memaksa Loly tinggal bersama dirinya sebagai pewaris keluarga Bagaskara.