Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 8


__ADS_3

Arnold saat ini sedang berada di kantor pusat blue investasi untuk bertemu dengan Anya. Arnold ingin kembali membicarakan tentang akuisisi yang sudah disepakati oleh dua perusahaan sebelumnya.


Asisten Arnold mengatakan bahwa hingga saat ini proposal mereka belum ditandatangani oleh CEO dari blue investasi yaitu Anya.


"Bos. Apa benar kau ingin bertemu dengan wanita itu? Karena yang kudengar Dia adalah seorang CEO yang sangat keras dan juga sangat sombong. Banyak para pengusaha yang sudah ciutnya ketika berhadapan dengan dia." Arnold hanya menatap asistennya tanpa mengatakan apapun.


Arnold sudah mengenal Anya sejak dulu seorang wanita yang sangat baik hatinya dan begitu lembut budi. Arnold tidak mempercayai semua tas aku suka yang ada di luar sana tentang mantan istrinya yang dikabarkan galak dan dingin pada lawan jenisnya.


'Apa mungkin Anya merasa benci kepada laki-laki, karena dia membenciku? Membenci apa yang sudah kulakukan kepadanya di masa lalu. Anya, Aku benar-benar seorang laki-laki yang sangat bodoh karena sudah melepaskanmu demi sebongkah batu. Bahkan sampai saat ini, Lalita belum juga memberikan anak untuk aku. Entah apa yang salah dengan keluarga kami,' Arnold terlihat begitu sedih wajahnya ketika membayangkan tentang nasib rumah tangganya bersama Lalita.


'Lalita bahkan sudah membuat perusahaanku sekarang koleksi dan teleded hutang di mana-mana. Entahlah!! Hanya memikirkannya saja sudah membuatku benar-benar sangat frustasi.' Arnold terus bermonolog dengan dirinya sendiri seakan-akan sedang berbicara dengan Anya.


Begitu sampai di kantor pusat Blue Investasi, Arnold langsung menuju resepsionis dan meminta untuk bertemu dengan Anya secara langsung.


"Maaf apakah anda sudah mempunyai janji sebelumnya dengan CEO kami? Kami tidak bisa langsung memberitahukan kepada CEO untuk bertemu dengan Anda. Kalau Anda belum mempunyai janji dengannya." Arnold menghela nafas berat ketika dia melihat ke sekeliling terlihat Anya yang sedang berjalan bersama asisten tampan nya menuju lift.


Arnold langsung berlari mengejar Anya sebelum lift itu tertutup. Arnold langsung menghentikan laju Lift yang hendak menutup pintunya.


Lift itu adalah khusus eksekutif di kantor Anya. Tidak sembarangan orang bisa menaiki lift itu. Oleh karena itu Anya terlihat tidak senang melihat Arnold yang berdiri di hadapannya dan sekarang malah masuk ke dalam liftnya.

__ADS_1


Beberapa Security dan resepsionis yang mengejar Arnold sampai ke dalam lift terlihat merasa ketakutan saat melihatnya yang melotot ke arah mereka.


"Aku butuh bicara denganmu. Berikan aku waktumu!" Arnold memohon kepadanya untuk bisa bertemu dengannya.


Anya hanya mendengus kesal melihat kelakuan Arnold yang memaksakan dirinya untuk bisa bertemu dengannya saat ini.


Anya kemudian memberikan isyarat kepada sekuriti dan resepsionis untuk membiarkan Arnold naik ke dalam liftnya.


Setelah pintu lift tertutup terlihat Arnold yang terus menatap kepada mantan istrinya yang terlihat begitu cantik dan sangat Anggun.


Asisten Anya yang tadi berusaha untuk menghalangi Arnold untuk mendekati dia, sekarang pun mulai mundur. Setelah mendapatkan kode dari bosnya untuk tidak memperdulikan kehadiran Arnold di dalam lift tersebut.


Arnold mendadak lidahnya merasa keluh melihat raut wajah Anya yang terlihat begitu dingin dan menyeramkan sekali. Arnold bisa merasakan aura mengintimidasi dari sorot mata Anya.


Arnold merinding mendengar suaranya yang begitu ketus dan tidak bersahabat. Setelah sekian tahun tidak bertemu, ternyata Mantan istrinya masih belum bisa memaafkan kesalahannya di masa lalu.


"Maafkan Aku atas kesalahanku yang sudah menyakitimu dulu. Anya, Aku benar-benar sangat menyesal dengan semua yang pernah terjadi di antara kita." Arnold berusaha untuk menggenggam telapak tangannya akan tetapi hanya langsung mundur dan menepis tangan Arnold begitu saja.


Arnold sontak menarik tangannya dari Anya. Arnold menciut nyalinya seketika melihat respon dan reaksi yang begitu dingin mencekam yang diperlihatkan oleh ayahnya kepadanya sejak tadi.

__ADS_1


"Cepat keluar dari lift ini kalau kau sudah tidak membutuhkan apa-apa lagi!" Arnold yang tadi sempat melamun mulai mengangkat wajahnya.


Arnold menghela nafas berat dia sadar bahwa dirinya sudah banyak sekali bersalah kepadanya setelah 10 tahun lamanya tidak bertemu.


"Apa kau masih belum bisa memaafkanku? Anya!! Aku sudah menerima karmaku. Kau Lihatlah Anya. Perusahaanku sekarang di ambang kebangkrutan. Aku datang ke perusahaanmu untuk memintamu mengakuisisi perusahaanku. Sesuai dengan kesepakatan yang sudah pernah dibicarakan sebelumnya. Aku mohon Anya. Kau segeralah ACC proposalku. Agar kami masih bisa menyelamatkan beberapa cabang perusahaan lainnya!" Arnold yang saat ini benar-benar sudah putus asa untuk bisa menyelamatkan perusahaannya sudah tidak mempedulikan lagi rasa malu ataupun harga dirinya sebagai seorang laki-laki di hadapan Mantan istrinya.


Anya hanya berdetak lidah mendengar semua yang dikatakan oleh Arnold. "Untuk masalah itu, kau bisa menemui timku yang menangani perusahaanmu. Lancang sekali kau langsung menemuiku! Kau kira siapa dirimu itu, huh?" Anya melotot sempurna kepada Arnold karena sejak tadi dia sudah menahan diri untuk marah terhadap mantan suaminya.


Anya saat ini benar-benar sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi. Setelah mendengar semua yang dikatakan oleh Arnold yang telah mengingatkan dirinya tentang masa lalu yang begitu menyakitkan yang pernah dihadapi ketika menjadi istri Arnold.


"Segera kau usir laki-laki ini untuk menjauh dariku. Oh ya, katakan kepada Security untuk mem-blacklist dia agar tidak bisa sembarangan lagi masuk ke perusahaan ini. Satu kali lagi aku melihat wajahnya di perusahaan ini kalian semua yang akan aku pecat!" perintah Anya kepada asisten pribadinya yang langsung mengangguk dan segera menarik keluar Arnold dari lift begitu pintu lift terbuka.


Arnold memberontak ketika dirinya terus didorong dan ditarik untuk menjauh dari Anya yang sudah menjauh darinya sejak tadi.


Anya bahkan sudah menghilang dari pandangan Arnold. "Cepat tunjukkan padaku di mana ruangan tim yang dimaksud oleh CEO kamu tadi!" perintah Arnold kepada asisten Anya yang sudah memasang wajah permusahan pada Arnold.


"Kau tunggu saja di kantormu. Nanti tim kami yang akan datang sendiri ke sana. Kalau kami sudah memutuskan akan membeli perusahaanmu atau tidak. Kenapa kau ini sangat rewel sekali? Untuk ukuran seorang CEO yang sudah diambang kehancuran seperti kamu?" tanya asisten Anya yang bermulut pedas dan ketus.


Karena dia menyesuaikan dengan sikap Anya terhadap Arnold. Dia sangat tahu kenapa hanya tidak bersahabat kepada Arnold pasti karenanya tidak nyaman dengan kehadiran laki-laki itu.

__ADS_1


Arnold kemudian diusir dari perusahaan Blue Investasi dan di blacklist mulai hari itu. Arnold tampak begitu lemas tubuhnya. Ketika melihat namanya di dalam daftar yang tidak boleh berkunjung ke perusahaan milik Anya.


"Apakah kamu begitu membenciku Anya? Kau bahkan memblack listku untuk datang kemari." Arnold terlihat begitu lemas setelah melihat daftar itu di mana namanya tertulis dilarang untuk memasuki perusahaan itu lagi.


__ADS_2