Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 28


__ADS_3

Kehadiran Anya dan James benar-benar sudah di nantikan oleh Loly. "Mama?? Wow, kapan Mama datang?" Loly langsung menubruk Anya dan memeluknya dengan lembut.


Anya sampai menangis haru karena bertemu kembali dengan fotonya setelah hampir dua bulan lebih mereka berpisah.


"Tidak rindu denganku?" tanya James yang tersenyum menatap gadis kecil itu.


"Jangan panggil Om James dengan panggilan Papa!! Kasihan dia masih lajang tetapi sudah di panggil papa olehmu, nanti orang pikir kalau dia memiliki seorang anak." Loly meringis mendengar apa yang dikatakan ibunya.


"Om James, dia tidak pernah keberatan kalau aku memanggilnya papa. Benar, kan, Om?" tanya Loly sambil bergelayut manja kepada James.


James hanya tersenyum saja melihat perdebatan ibu dan anak tentang dirinya.


"Sudahlah Anya! Tidak usah terlalu diributkan masalah ini. Terserah kepada dia mau memanggilku apa, aku pasti bahagia." James memeluk dan mencium Loly dengan sayang.


Loly begitu menyayangi James yang selalu memanjakannya. "Ayolah kalian menikah saja! Aku akan sangat bahagia kalau mama menikah dengan om James!" ucap gadis kecil itu dengan begitu polosnya.


James mengajak lembut pucuk rambut Loly yang dia anggap sebagai putrinya sendiri. James lah yang dulu mendampingi Anya ketika dia mengandung Loly. Sungguh hal yang berat dan tidak mudah bagi Anya. Kalau bukan James yang selalu mendampingi Anya. Mungkin dia juga tidak akan mungkin sanggup melewati itu semua dengan baik.


"Tapi benar juga apa kata Mama. Kasihan Om James kalau dipikir sudah mempunyai anak oleh para gadis yang mendekati dia. Bagaimana nanti dia akan menikah?" tanya Loly sambil menatap kepada James yang hanya bisa tertawa mendengarnya.


James tahu bahwa ibu dan anak itu sangat menyayanginya dan selalu peduli dengan apapun yang terjadi kepadanya, "Kalau nanti Om James tidak bisa menikah, maka Om James akan menikahi ibumu. Kau tidak usah khawatir! Tentu saja ibumu itu harus bertanggung jawab denganku. Karena dialah yang sudah membuat para gadis selalu takut untuk mendekatiku." Anya berdecih kesal mendengar perkataan James yang terkesan mengada-ngada.


Padahal faktanya, James lah yang selalu saja menggunakan dirinya sebagai tameng untuk menjauh dari para gadis yang selalu mendekatinya.

__ADS_1


"Kau sudah seperti seseorang yang menjilat ludah kamu sendiri. Cih!" Anya kesal luar biasa kepada James. Tetapi James hanya menyengir saja pada Anya. Kemudian mengejar Anya yang hendak masuk ke dalam kamarnya.


Loly yang mengerti tentang tabiat mereka berdua. Loly pun lebih memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan membiarkan ibunya berdebat dengan om kesayangannya.


"Mama!! Loly tidur dulu. Kalian bersenang-senang saja!" Teriak Loly di depan pintu kamarnya.


Anya langsung melotot kepada James ketika pemuda itu hendak masuk ke dalam kamarnya.


"Dengerin ya James! Kau jangan kelewatan!! Aku tidak suka kamu melakukan hal seperti." Anya berniat untuk menutup pintu kamarnya. Tetapi James dengan satu kali dorongan, dia berhasil masuk ke dalam kamar Anya.


Anya kesal luar biasa dengan apa yang di lakukan oleh James. "Pergilah James!! Aku benar-benar sangat lelah dan ingin beristirahat. Kau bisa kan kembali ke apartemen kamu?" tanya Anya melotot kepada James.


Akan tetapi James mengacuhkan apapun yang dikatakan oleh Anya. James berharap dia tidak perlu bertengkar dengan Anya karena masalah sepele seperti itu.


Anya tidak mau kalau sampai James merasa salah paham dengan hubungan mereka berdua.


Anya bersikeras menarik James untuk turun dari ranjangnya dan keluar dari kamarnya. Akan tetapi, yang ada adalah dirinya yang tertarik ke dalam pelukan James. Anya tidak mengerti jantungnya berdetak begitu kencang. Darahnya berdesir ketika itu. Benar-benar sesuatu yang sudah sangat lama tidak dirasakan oleh Anya.


James memeluk Anya dan membaringkannya dalam pelukannya. "Kalau kau menerima lamaranku dan memutuskan untuk menjadi istriku. Setiap hari kita bisa melakukan ini tanpa merasa takut dengan apapun juga!" ucap James dengan suara yang Lirih.


Akan tetapi hanya bisa mendengar apa yang dikatakan oleh James. Anya tidak tahu apakah James mengatakan itu benar-benar serius atau tak hanya bermain-main saja.


"Lepasin aku James! Sangat tidak sopan kita melakukan hal seperti ini! Aku tidak mau dianggap sebagai seorang janda yang memanfaatkan kamu!" mendengar apa yang dikatakan oleh Anya, James malahan tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Oh ayolah!! Di sini bukan kamu yang memanfaatkan aku. Tapi akulah yang sedang memanfaatkanmu. Haha!! Kau tidak mau kan kalau aku di usia satu ini masih perjaka?" Anya terbelalak mendengar apa yang dikatakan oleh James.


Anya terus memberontak dan memukul dada James yang bidang. Jantung Anya saat ini sedang berdebar sangat kencang sekali.


"Aku mohon James! Tolong hormati diriku sebagai seorang wanita. Tolong jangan lakukan hal seperti ini. Aku mohon!" pinta Anya kepada James.


James kemudian duduk dan menatap Anya dengan lekat. Sungguh! James benar-benar tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Letika dia berdekatan dengan Anya sedekat itu.


Padahal hal seperti itu bukanlah pertama kali mereka lakukan. Tapi entah kenapa sekarang rasanya berbeda. Sewaktu Lily sekali, berusia 2-3 tahun, sewaktu Lily masih kecil sekali. Lily sering sekali memaksa mereka bertiga untuk tidur dalam 1 ranjang seperti layaknya sebuah keluarga kecil.


Lily juga sering sekali mengajak James dan Anya dalam acara-acara sekolah yang membutuhkan figur ayah dan ibu yang lengkap.


pada saat itu, James melakukan itu semua hanya karena ingin menghibur bocah kecil itu agar tidak terlalu sedih karena tidak memiliki seorang ayah.


Akan tetapi James benar-benar tidak mengerti dengan hatinya. Sekarang perasaan itu rasanya berbeda. Sejak dirinya bertemu secara langsung dengan Arnold yang merupakan ayah biologis Lily, entah kenapa, hati James selalu saja merasa tidak rela melihat kedekatan Anya dengan Arnold.


' Ya Tuhan! Apakah benar kalau aku telah jatuh cinta kepada wanita ini? Tapi, Sejak kapan perasaan itu ada di dalam hatiku?' monolog James di dalam hatinya yang masih belum sadar dengan perasaannya sendiri terhadap Anya.


Anya yang merasa insecure dengan status dan kehidupannya. Dia tidak pernah percaya bahwa James memiliki perasaan khusus padanya. Hal-hal seperti itu untuk mereka bukanlah hal yang asing.


Setelah berhasil melepaskan diri dari James, Anya langsung keluar dari kamar itu menuju kamar putrinya dan dia pun akhirnya memilih untuk tidur bersama dengan Loly, alih-alih bersama James.


James hanya tersenyum melihat gelagat dan sespon yang diberikan oleh Anya dengan apa yang dia lakukan tadi.

__ADS_1


__ADS_2