
Abi marah saat mendengar Kinara pergi bahkan tanpa pamit, meski dia tahu kemana Kinara akan pergi dan dengan mudah dia akan menemukannya.
Tapi tetap saja melihat Arumi menangis, dan Kinara pergi begitu saja membuatnya meradang, Abi bahkan berniat meminta Rudi untuk menyeret Kinara agar kembali kesana, jika saja Kinara tidak kembali.
Untunglah Kinara kembali dan menenangkan Arumi bahkan dalam sekejap saja.
Kinara bahkan dengan mudah menenangkan Arumi hanya dengan kue buatannya, dan membuat Abi semakin mengaguminya.
Awalnya Abi tak berniat menggoda Kinara, tapi melihat wajah merah Kinara membuatnya merasa senang.
"Ayo panggil Mas..!"
"A..aku sedang bekerja" Kinara mengerjapkan matanya.
'Tapi bukannya kamu pergi sejak tadi pagi?"
"Ya... itu kan karena kalian mengacuhkan ku" Abi mengernyit
"Mengacuhkan, .."
"Ya, mengacuhkan.. pak Abi dan Arumi tidak mau bicara denganku, aku kira aku lebih baik pulang sebelum kalian mau bicara lagi dan tidak marah lagi, padahal aku tidak tahu salahku dimana" Abi memang belum pulang sejak kemarin kerena sibuk, tapi siapa sangka Kinara mengira dia mengacuhkannya.
"Kamu yakin tidak tahu?'
"Ya, sekarang aku tahu, itu karena Arumi tidak mau aku pergi.." Kinara melihat Arumi yang masih menikmati kuenya.
"Kalau begitu jangan mencoba untuk bicara seperti itu lagi!"
"Ya, meskipun memang belum terfikirkan, tapi Pak Abi, bukannya suatu saat aku juga harus pergi.." Kinara memelankan suaranya hingga hanya Abi saja yang mendengar.
Abi mengeraskan rahangnya, apa Kinara tidak mengerti kalau dia tidak boleh berkata untuk pergi dari sana "Ikut aku!" Abi menyeret Kinara dan menarik tangannya hingga menjauh dari Arumi yang terbengong melihat Papanya membawa Kinara.
"Papa?" Arumi akan turun dari kursi untuk mengejar Abi dan Kinara namun Abi menghentikannya.
"Tunggu disana sebentar.." Arumi berhenti dan Abi kembali membawa Kinara menjauh pergi kearah dapur.
__ADS_1
"Ada apa?" Kinara merasa tangannya yang di genggam Abi begitu kuat hingga dia meringis, bukannya dia tidak melakukan kesalahan, lalu kenapa Abi terlihat marah.
Abi menghempaskan tangan Kinara "Ku bilang jangan bicara seperti itu lagi!"
"Apa salahku? aku hanya bilang kalau aku juga tidak mungkin terus berada disini, lagi pula suatu hari nanti anda juga akan menikah dan ada ibu baru untuk Arumi, dan semoga dia bisa menyayangi Arumi, dan pastinya Arumi juga tidak akan membutuhkan aku lagi.."
"Bagaimana kalau bukan cuma Arumi yang butuh kamu.." Kinara mendongak melihat Abi, dengan tinggi Kinara yang hanya sebatas dada Abi saja membuatnya terasa kecil.
"Maksudnya..?"
"Bagaimana kalau kamu saja yang menjadi ibu untuk Arumi.." bukan menjawab pertanyaan Kinara, Abi malah melontarkan perkataan yang tak Kinara kira sebelumnya
Kinara membelalakan matanya "Pak Abi bercanda?"
"Apa aku terlihat bercanda.."
"Apa alasannya aku harus menjadi ibu Arumi..?"
Abi tertegun sesaat, lalu berkata "Aku.. aku akan melakukan apapun untuk Arumi.. dia tidak mau kamu pergi maka kamu juga tidak boleh pergi.. jika kamu menjadi ibu untuk Arumi bukankah kamu juga tidak bisa pergi" Ada keraguan di hati Abi dengan ucapan yang keluar dari mulutnya, Abi menelan ludahnya melihat mata Kinara yang menatapnya nanar, benarkan dia salah bicara, Abi juga bisa mengatakan bahwa dia juga membutuhkan Kinara, tapi Abi hanya takut Kinara mengira bahwa Abi hanya memanfaatkan Kinara dan berbohong hanya karena dia ingin Kinara menjadi ibu Arumi, jadi jika Kinara menerima menjadi Ibu untuk Arumi, Abi akan membuktikan bahwa Abi tidak hanya menginginkan Kinara menjadi ibu untuk Arumi tapi juga istri untuk dirinya.
"Apa yang salah dengan ucapanku?"
Kinara menggeleng "Tidak ada yang salah, anda adalah Ayah yang baik yang akan selalu melakukan apapun dan rela melakukan apapun demi Arumi, tapi aku tidak bisa menjadi ibu untuk Arumi.."
"Kenapa? Apa kamu tidak menyayangi Arumi?" Kinara tertegun, dia menyayangi Arumi tentu saja, bahkan Kinara merasa di hidupnya dia beruntung mempunyai Arumi sebagai temannya, apalagi dia tidak punya siapapun sekarang.
"Aku menyayangi Arumi, tapi untuk menjadi ibu Arumi, aku tidak hanya akan hidup bersama Arumi, itu berarti aku juga akan menikah denganmu bukan?"
Abi mengangguk "Aku tidak keberatan.."
"Aku yang keberatan." potongnya, Kinara tidak mungkin menikah dengan pria yang tidak mencintainya, Yoga saja yang terlihat mencintainya tapi menggoreskan luka padanya, apalagi Abi yang jelas tidak mencintainya dan melakukannya hanya demi Arumi, Abi mungkin akan selalu acuh dan dia akan hidup lebih menderita lagi, meski Kinara meyakini belum memiliki perasaan terhadap Abi, tapi bukankah setelah menikah dia akan mengabdi pada suaminya jadi tidak mungkin Kinara harus berhadapan dengan pria yang sama sekali tidak mencintainya, lagi pula bayangan untuk menikah lagi belum terlihat di benak Kinara.
Jika Kinara mengira Abi tidak mencintainya, lain dengan Abi saat mendengar Kinara keberatan apakah Kinara tidak menyukainya, atau karena Kinara masih mencintai mantan suaminya.
Abi terdiam tak lagi menahan Kinara yang pergi meninggalkannya sendiri, dan masih berdiri terpaku.
__ADS_1
Kinara menolaknya..
Dan itu karena Kinara masih mencintai Yoga.
Kinara kembali ke meja makan dan melihat Arumi yang menelungkupkan wajahnya di meja makan, Astaga anak itu tertidur, mungkin kelelahan karena menangis seharian.
"Saya sudah meminta Nona untuk ke kamar, mbak. tapi katanya mau menunggu mbak Nara.." seorang pelayan sengaja menunggu di sana khawatir jika Arumi terjatuh dari kursi.
"Ya ampun, makasih ya. Biar aku bawa Arumi ke kamarnya.."
"Iya, Mbak.." Kinara menggendong Arumi dan membawanya kearah dimana kamar Arumi berada.
Arumi mengeratkan tangannya di lengan Kinara da bergumam "Tante jangan pergi..." Kinara mengusap punggung Arumi agar Arumi kembali tertidur nyatanya suatu hari Kinara memang harus pergi, jadi dia tidak bisa menjanjikan apapun.
Dari arah dapur Abi melihat punggung Kinara menjauh dengan Arumi di pelukannya.
Benar bukan, Abi merasa lebih insecure lagi sekarang, bukan hanya Riana yang menolaknya dulu, tapi sekarang dia juga ditolak Kinara.
Abi melihat dirinya di bayangan cermin dia cukup tampan, bahkan lebih tampan dari Yoga, tapi kenapa dia tidak bisa menarik perhatian Kinara.
Atau memang dirinya terlalu percaya diri.
Lain Abi, lain pula Kinara. Jika Abi merasa insecure karena tampangnya yang Tampan, tapi tidak bisa menarik perhatian Kinara.
Kinara malah berfikir dia sangat menyedihkan menikah lalu berakhir bercerai karena tidak dicintai, dan sekarang tiba-tiba ada yang melamarnya hanya demi putrinya yang kesepian tak punya Ibu.
Apa dirinya tak pantas mendapatkan cinta seorang pria yang tulus, apa seumur hidup dia akan menghabiskan waktunya sebatang kara?.
Like..
Komen..
Vote..
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
☕☕☕☕