Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka

Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka
Menghasut


__ADS_3

"Apa ini Nara?"


Tatapan Abi tajam dengan gigi gemelutuk, hingga foto tersebut berakhir di remas oleh tangan Abi dengan kasar.


Kinara memejamkan matanya, lalu menghela nafasnya "Itu, aku bertemu tak sengaja dengan Yoga di super market kemarin saat membeli bahan kue, lalu tidak sengaja terjatuh dan yah.. akhirnya seperti yang terlihat." Kinara menjelaskan dengan tenang karena memang dia tidak bersalah, namun mengapa ada orang yang mengirim foto itu, apa tujuannya?


Ah, tentu saja untuk membuatnya salah faham, apa lagi.


Jadi pertanyaannya adalah siapa yang ingin Abi salah faham padanya?.


"Kenapa tidak beritahu kamu bertemu dia.."


"Aku tidak punya waktu, lagi pula besoknya aku sibuk membuat kue, meski itu tidak berguna karena anak dan suamiku merayakan ulang tahunnya dengan ibu kandung dan mantan istrinya.."


"Kita sedang membahas foto ini, bukan masalah kemarin"


"Dan Aku sedang menjelaskan"


"Dan aku sudah bilang tidak suka kamu di sentuh pria lain" Abi masih menatap dengan tajam.


"Itu gak sengaja Mas" Kinara memelas, Astaga.. bagaimana ini sepertinya abi benar- benar marah.


"Apa pun itu aku tidak suka!"


Abi menekan interkom lalu menghubungi Rudi "Jaga Arumi, masuk setelah lima menit"


Kinara mundur saat Abi mendekat dengan langkah tegas, lalu meraih Kinara dan memanggulnya bak karung beras, hingga Kinara memekik "Mas, kamu mau ngapain!"


"Membuat kamu mengerti apa kesalahan kamu!" Abi berjalan ke arah rak buku lalu menekan sesuatu dan membuat pintu terbuka.


Kinara tercengang melihat kamar di ruangan Abi dan luasnya tak main- main, apa Abi sengaja membuat kamar sebesar ini.


Kinara lupa akan kesibukan Abi yang bahkan tidak bisa pulang jika sedang sibuk- sibuknya, maka Abi membutuhkan kamar yang nyaman untuknya di kantor.


Abi merebahkan Kinara di atas ranjang, hingga Kinara terpental di kasur empuk di ruangan itu.


"Mas!" tatapan Abi masih tajam dengan rahang mengeras, dengan cepat Abi mengungkung Kinara, lalu kedua tangannya melepas dengan cepat blouse Kinara, hingga yang tersisa hanya sepasang dalam man saja.


Abi bahkan tak peduli jika blouse Kinara sobek akibat tarikan tangannya.


"Mas!" Kinara bergetar ketakutan melihat tatapan Abi, yang belum berubah hingga Abi mencium bibirnya, dan melu matnya sedikit kasar, Kinara terkejut dengan perlakuan Abi yang bahkan saat pertama kali melakukannya Abi melakukannya dengan lembut, namun kali ini Abi bak hewan buas yang akan menerkamnya "Mas, aku mohon jangan melakukannya dalam kemarahan" Kinara memelas air matanya hampir menetes, dengan linangan di ujung matanya.


"Aku bahkan sedang meredakan amarahku!"


....

__ADS_1


Pagi sekali Kinara menghubungi Riana, karena dia tidak bisa mengantar Arumi ke sekolah.


Saat Riana datang, Abi akan berangkat namun tak seperti biasanya Abi menampakan kasih sayang di wajahnya, dan di antar Kinara hingga ke pintu dengan kecupan di dahi, kali ini Abi berwajah dingin "Hai Bi.." Riana tersenyum namun Abi hanya bergumam lalu memasuki mobil.


Riana mengerutkan keningnya saat melihat Kinara dan Arumi dari dalam rumah "Maaf ya Riana aku mendadak menghubungi kamu.." Kinara berwajah sendu penuh dengan kesedihan.


"Gak papa, kebetulan aku gak ada kegiatan.." Riana tersenyum, namun Kinara masih menampakan wajah sedihnya.


Kinara memasukan Arumi dan memasang sabuk pengaman "Jangan nakal ya.." Kinara mengusap rambut Arumi dan mengecup dahinya.


Riana masih memperhatikan raut Kinara yang terlihat masam bahkan penuh kesedihan.


"Kamu gak papa Ra, kamu lagi sakit?"


Kinara menggeleng "Aku cuma lagi ada masalah sama Mas Abi, ada yang kirim fotoku ke mas Abi dengan mantan suamiku, dan Mas Abi marah, dan salah faham.."


Riana menutup mulutnya berwajah terkejut "Astaga, siapa itu? bagaimana bisa?"


Kinara menggeleng "Aku gak tahu, padahal aku gak sengaja bertemu dia waktu itu, tapi.." Kinara menghela nafasnya "Sudahlah, Aku cuma butuh waktu untuk menenangkan diriku, aku ingin pergi ke makam orang tuaku.., maaf merepotkan kamu Riana.."


Riana tersenyum seolah menenangkan "Gak papa, lagi pula Arumi kan Anakku.."


"Ya udah, kami berangkat dulu ya" Riana memasuki mobil dengan wajah cerah lalu pergi dari kediaman Abi.


Kinara menghela nafasnya lalu memasuki rumah, setelah beberapa saat Kinara keluar dan menaiki mobil pemberian Abi, lalu melajukan nya ke arah pemakaman kedua orang tuanya.


Langkah kaki Kinara terhenti saat melihat seseorang tengah berjongkok disana, dengan pakaian serba hitam.


Kinara melanjutkan langkah kakinya pelan lalu berhenti tepat di belakang orang tersebut "Anita?"


Anita menoleh dan segera bangun saat menyadari Kinara yang memanggil namanya "Sedang apa kamu disini?" Kinara menatap Anita dengan datar.


"Aku, datang untuk berziarah.." Anita meremas pakaiannya entah kenapa dia merasa tegang bertemu Kinara.


Kinara terkekeh "Untuk apa.."


"Apa?"


"Untuk apa kamu berziarah ke makam orang tuaku?, kamu bahkan tidak punya hubungan sama sekali dengan kami"


"Ra.." Anita berwajah memelas, bahkan dia ingin menangis, wajah Anita pucat bahkan terlihat terlalu kecil untuk wanita hamil.


Kinara mendengus "Kamu itu munafik sekali ya, berapa kali kamu menipuku dengan wajah itu.." Kinara mengabaikan perasaannya saat melihat Anita begitu kurus, apa Anita sedang sakit.


"Aku tahu aku salah.. tapi Ra.." Anita menghentikan perkataanya saat Kinara mengangkat tangannya. "Ada sesuatu yang ingin aku katakan.." Anita mencoba bicara meski Kinara tak perduli.

__ADS_1


"Berhenti bicara omong kosong Anita! Aku muak dengan kamu! pergi dan jangan dekati aku bahkan jangan datang lagi kesini!"


Anita menunduk "Baiklah.. tapi Ra berhati- hatilah ya, jika kamu tidak mau mendengar kan aku sekarang, kamu bisa menghubungi aku nanti." Anita pergi meninggalkan Kinara yang mengepalkan kedua tangannya, lihat Anita bahkan tidak meminta maaf akan kesalahannya.


Lupakah dia bahwa dia sudah membunuh bayi Kinara, meski lewat tangan orang lain.


Kinara menjatuhkan dirinya di depan makam kedua orang tuanya, lalu dengan perlahan air mata Kinara terjatuh hingga berderai, kenapa takdir begitu terus mempermainkannya, kegagalan pernikahannya, lalu kehilangan bayi, sedangkan baru saja dia menjalani hidup bahagia dengan orang baru ada orang lain yang ingin mengusiknya.


...


Kinara mengedarkan pandangannya ke penjuru Cafe, setelah pergi ke pemakaman dia memutuskan untuk beristirahat di sebuah Cafe di daerah sekitar, hal yang biasa juga Kinara lakukan jika Kinara pergi ke makam ibu dan ayahnya.


Kinara memesan sebuah minuman dan seporsi spaghetti, karena perutnya juga lumayan lapar, setelah pagi tadi dia merasa tidak nafsu untuk makan.


Menunggu pesanan datang Kinara terfokus pada ponselnya hingga tak menyadari seseorang mendudukan dirinya di kursi di depan Kinara.


Kinara mendongak, dan menemukan orang yang paling tak ingin dia temui, baru beberapa jam lalu dia bertemu Anita, dan sekarang dia harus bertemu Yoga.


Ya, pria yang duduk tepat di depannya adalah Yoga "Ternyata benar.. kebetulan sekali ya, Ra."


Kinara mendengus lalu memalingkan wajahnya kembali ke layar ponselnya, tak peduli dengan Yoga yang tersenyum lebar "Bagaimana pun jika tuhan berkehendak kita pasti bertemu, meski di manapun, begitupun dengan jodoh, seperti apapun kamu menghindar kamu memang tercipta untukku, ya.. meskipun kamu harus menikah dulu dengan orang lain, tapi aku tidak keberatan."


Kinara mengerutkan keningnya "Apa kamu baru saja kehilangan kewarasan kamu Yoga?"


"Aku sudah bersuami sekarang, dan aku tidak berencana untuk bercerai kedua kalinya.."


Yoga terkekeh "Benarkah?"


"Apa rumah tanggamu baik- baik saja?"


Kinara tertegun "Tentu..saja!" Kinara bicara dengan tergagap.


"Benarkah, tapi aku baru saja melihat suamimu makan bersama seorang wanita.."


Kinara menajamkan matanya "Kamu jangan coba menghasutku Yoga, aku dan suamiku baik- baik saja!"


Yoga terkekeh "Mau bukti, aku rasa.. mereka masih di atas.." cafe itu memang memiliki dua lantai, dan biasanya orang akan memilih lantai dua karena suasananya lebih nyaman.


Kinara tertegun, jantung nya berdegup kencang saat Yoga berdiri dan hendak meraih tangannya dan dengan cepat Kinara menghindar, lalu berjalan lebih dulu ke lantai dua.


"Jangan salah faham aku baru selesai rapat dari lantai dua dan melihatnya, aku sama sekali tidak berniat mengadu domba kamu, hanya saja suami kamu itu ternyata brengsek juga, dan aku tak ingin kamu menangisinya nanti." Kinara menghentikan langkahnya, kenapa Yoga bicara seperti itu.. lalu melanjutkan kembali setelah dia menyadari sesuatu. sepajang mereka pergi ke lantai dua, Yoga terus saja bicara, namun Kinara hiraukan saja. Hingga tiba di lantai dua dan benar saja Kinara melihat Abi bersama seorang wanita, siapa lagi jika bukan Riana.


Like..


Komen..

__ADS_1


Vote..


🌹🌹🌹🌹


__ADS_2