
Abi tahu, abi lihat semuanya dan dia hanya diam dan memperhatikan, dirasa Kinara bisa mengatasinya dengan baik, namun saat melihat Yoga juga mendengar dan menyaksikan semuanya membuat Abi waspada, saat Yoga pergi mengikuti Kinara, Abi pun mengikuti kemana mereka pergi.
Abi rasa Yoga benar-benar sudah gila, dia lupa dengan apa yang Kinara katakan bahwa semua yang dia lakukan adalah kebohongan saja demi membalas Anita, dan Yoga sekarang mengatakan bahwa Kinara hanya miliknya, Abi mendengus saat dirasa Kinara sudah terlihat ketakutan Abi dengan cepat melangkah dan melepas genggaman tangan Yoga.
Yoga yang tak siap untuk kedatangan Abi, seketika terjengkang akibat dorongan dari Abi.
"Brengsek, sudah kubilang jangan dekati calon istriku lagi!" Jika kala itu Abi mengatakan kebohongan demi membawa Kinara, kini Abi mengatakan dengan lebih yakin.
Ya, Kinara pacarnya sekarang dan tentu saja mereka akan menikah, memang mau di bawa kemana jika tidak ke pernikahan.
"Mas Abi..?"
"Kamu gak papa?" Kinara menggeleng, sedangkan Abi meneliti tangan Kinara, berengsek tangan Kinara memerah karena cengkraman Yoga.
Yoga sudah berdiri dengan tangan mengepal dan rahang yang mengeras, pria ini lagi, apakah pria yang di maksud benar-benar dia, kekasih Kinara.
"Kamu tidak pantas menjadi suami Kinara"
Abi mendengus nyaris saja dia melayangkan tinjunya jika Kinara tidak menahannya "Lalu siapa yang pantas, kamu? bukankah kamu mengkhianatinya dulu?"
"Setidaknya Kinara masih mencintaiku"
Abi terkekeh "Benarkah?" Yoga tertegun sesaat lalu kembali meningkatkan kepercayaan dirinya, tentu saja. Tidak mungkin rasa cinta yang lebih dari tiga tahun bisa hilang dengan cepat, dia yakin Kinara masih mencintainya.
"Sudah kubilang jangan dekati pria lain, apalagi mantan suami kamu itu!" tak pedulikan tatapan Yoga, Abi menatap tajam ke arah Kinara.
Kinara mendengus saat seperti ini Abi masih mengatakan itu. "Aku tidak melakukan itu, dia yang mendekat.."
"Jika aku bilang jangan mendekat itu artinya saat dia mendekat kamu harus menjauh!"
"Aku sudah menjauh sungguh.." Kinara mengangkat tangannya membentuk huruf V. "Lagi pula aku tidak tahu dia akan datang, biasanya juga tidak.. tahu begitu aku tidak akan datang" Kinara mencebik.
"Sudah kubilang biar aku ikut, akhirnya kamu sendiri yang repot!" Abi dan Kinara berdebat tak peduli Yoga semakin terbakar cemburu, hal yang tak pernah Kinara lakukan padanya dan terkesan menurut jika dia bicara, lalu Kinara akan membujuk jika dia marah.
Namun kini, perdebatan mereka justru membuat mereka terlihat sangat serasi karena itu adalah sebuah perdebatan manis seorang kekasih terhadap kekasihnya.
__ADS_1
"Tunggu dulu, bagaimana kamu bisa masuk, kamu tidak punya undangan?"
"Tentu saja aku bisa masuk, aku bisa datang kemanapun asal kamu ada disana.." Kinara mencebik, dasar manipulatif.
Yoga membuka mulutnya dia ingin menyela, perdebatan Kinara dan abi yang sialnya terlihat manis itu, namun belum sempat satu kata terucap Anita menemukannya, Yoga mendesah lelah saat Anita menyentuh tangannya, dan yang membuat Yoga diam adalah beberapa orang di belakang Anita yang mengikutinya.
"Mas, ingat janji kamu malam ini.." Anita berbisik hingga teman- teman mereka tidak bisa mendengarnya, sial jika saja tawaran Anita tidak menggiurkan dia tidak akan tunduk pada Anita malam ini.
Anita berdehem hinga Abi dan Kinara menoleh kearahnya, Anita mengerutkan keningnya saat mengingat dimana dia pernah melihat pria ini?
Wajah Abi yang tampan, membuat orang di sekitar berdecak menyuarakan kekagumannya, tapi tidak Anita fikirannya terus tertuju dimana dia pernah melihat Abi.
Mengalihkan tatapan kembali Abi dan Kinara seolah tidak memperdulikannya.
Anita mengeram sial apa dia dianggap tidak penting..
"Kinara apa ini adalah kekasihmu?" salah satu dari mereka bertanya, untuk menuntaskan rasa penasaran saat melihat seorang pria tampan yang berdebat dengan Kinara.
Kinara menoleh, sedangkan Anita mendengus tadi ketika dia berdehem seolah tidak terdengar dan sekarang ketika temannya bertanya Kinara seolah menjawab dengan tatapan mata yang teralihkan.
Abi menghela nafasnya "Ayo pulang" Abi meraih tangan Kinara meninggalkan orang- orang yang berkerumun dan menatap penasaran pada Kinara, bagaimana Kinara bisa bertemu dengan pria tampan itu, dan apakah Kinara akan segera menikah kembali.
Yoga mengepalkan tangannya bahkan hingga buku-bukunya memutih, melihat tangan Kinara yang di tarik lembut oleh Abi, dan apa dia bilang undangan.
Kinara menghela nafasnya saat Abi menutup pintu mobil setelah memastikan dia terduduk dengan nyaman.
"Apa seperti itu reuni yang selalu kamu datangi? " Abi menghela nafasnya saat masuk ke kursi kemudi.
"Apa aku merepotkan?"
"Nara.."
"Itu hal biasa, kami akan berbincang dan membicarakan gosip yang sedang hangat" Abi merasa teman-teman Kinara terlalu ikut campur atas masalah Kinara.
"Baiklah, tidak masalah karena semua sudah selesai" Abi mencoba menenangkan hatinya agar tidak terbawa emosi berlebihan.
__ADS_1
"Kenapa kamu bilang kita akan menikah lalu apa maksudnya dengan undangan?"
"Nara, kita memang akan menikah dan setelah aku fikirkan kita memang harus segera menikah.."
"Apa?"
Kinara mengerutkan keningnya.
"Bagaimana kalau dua bulan lagi"
Kinara membelalakan matanya. "Mas? itu terlalu cepat lagi pula aku belum siap menikah.."
"Ah tidak itu terlalu lama bagaimana kalau satu bulan lagi.."
"Astaga Mas!"
"Kamu benar satu minggu lagi" Kinara mengerang frustasi, apa-apaan si Abi ini seenaknya saja, Kinara belum siap untuk kembali menikah.
...
Yoga melempar jas dan menarik kasar dasinya "Sudah selesai bukan?" Yoga mengalihkan tatapannya pada Anita yang berdiri mematung, sambil menelan ludahnya kasar.
"Mas.."
"Sekarang tepati kata-katamu!"
"Tapi kamu masih bertemu Kinara di sana, bagaimana jika ada yang melihat" Yoga mengerutkan keningnya.
"Perjanjiannya adalah acuhkan Kinara selama aku mengandung curahkan perhatian kamu hanya padaku dan anak kita, dan aku akan bersedia bercerai setelah melahirkan.." Anita merasa bibirnya terasa kelu, tidak mungkin dia mau melepas Yoga, tapi menyebutkan ini hanya sekedar keinginan bayi mereka memang tidak membuat Yoga luluh.
"Tapi kamu nyaris mempermalukan aku dengan menemui Kinara, kamu akan membuatku di olok-olok.."
Yoga mendengus, ini yang tidak dia sukai dari acara reuni ini, mereka selalu membandingkan hidup siapa yang paling bahagia, dan Anita ingin membuktikan bahwa hidupnya kini tengah sempurna.
"Jangan mengelak Anita, besok sekertarisku akan mengurus surat perjanjiannya!" Yoga membanting pintu dengan keras, meninggalkan Anita yang tercenung, dia tidak akan mau melepas Yoga, maka yang akan dia lakukan adalah membuat Yoga menyesal sudah melakukan ini padanya dan Yoga akan mengingat luka ini, satu bulan lagi dan itu akan cukup untuk membuat Yoga menyesali semuanya, jika dia hancur maka Yoga pun akan hancur, jika dia mati, Anita harap setidaknya Yoga hidup dalam penyesalan seumur hidup.
__ADS_1