Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka

Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka
Usaha Riana


__ADS_3

Abi mengancing kemejanya dia baru selesai mandi di pagi hari, dan akan berangkat bekerja


"Berapa hari mas pergi..?" Kinara memasukan beberapa kemeja Abi ke dalam koper "Aku harus memastikan berapa kemeja yang mas bawa.." Abi memang akan melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, itu sebabnya mereka tidak bisa pergi bulan madu karena kesibukan Abi.


Abi menghela nafasnya lalu memeluk Kinara dari belakang "Aku sungguh tidak ingin pergi, hanya saja ini tidak bisa di wakilkan.."


"Kemeja kamu nanti kusut Mas!" Kinara melayangkan protes saat Abi memeluknya erat.


"Siapa yang peduli pada kemeja.." Abi mengecup pipi Kinara.


"Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dalam waktu singkat dan berusaha pulang dalam tiga hari.." Kinara mengangguk lalu mengusap lengan Abi.


"Andai aku bisa bawa kamu.."


"Mas, kita sudah bahas ini kan, Arumi perlu ke sekolah, dia bahkan belum genap satu bulan pergi ke sekolah.."


"Baiklah.." Abi mengalah karena ini juga untuk Arumi "Hubungi aku jika terjadi sesuatu.." Kinara tersenyum lalu mengangguk.


Kinara juga sedih dia harus berpisah dengan Abi, meski hanya beberapa hari, dan ini juga atas permintaannya bahwa dia tak bisa ikut, meski Abi meminta untuk ikut bersamanya, mereka baru menikah dua hari lalu dan mereka harus berpisah karena pekerjaan Abi.


Kinara merapikan dasi Abi dan memastikan kemeja Abi kembali rapi dan siap untuk berangkat, setiap gerakan Kinara tak pernah lepas dari tatapan Abi dan membuat Abi benar-benar kagum akan Kinara, dia bisa melakukannya sendiri mengurusnya dan juga Arumi tanpa bantuan orang lain, bahkan setiap masakan yang mereka makan Kinara yang memasaknya sendiri "Sudah selesai.." Kinara membawa tas kerja Abi, lalu menggandeng tangannya keluar dari kamar, mereka seperti layaknya pengantin baru yang sedang mesra- mesranya dan Abi tak henti tersenyum saat bersama Kinara, perlakuan Kinara yang lembut juga perhatian membuatnya merasa pernikahannya kali ini terasa sempurna.


Saat menuruni tangga, Abi dan Kinara saling menatap saat melihat Arumi sedang berdiri di depan wanita yang berjongkok dan memberinya hadiah..


"Riana?" tentu saja wanita itu adalah Riana.


"Hai Bi, hai Mbak Nara" Riana berdiri dan tersenyum ke arah Abi dan Kinara.


"Gak usah pakai Mbak, sepertinya kita seumuran.."


Abi menghela nafasnya ini masih pagi dan Riana sudah datang, apa dia tidak ada pekerjaan lain.

__ADS_1


"Mau apa kamu pagi- pagi kamari, ini masih pagi untuk menarik perhatian Arumi.. auh.. sakit sayang!" Abi meringis saat Kinara mencubit tangannya.


Kinara tersenyum canggung ke arah Riana yang tersenyum sendu, apa Kinara tidak salah lihat, Kinara menatap Riana yang ternyata matanya sedang terpaku pada lengannya yang masih ada di gandengan Abi.


"Maaf ya, Riana.. Mas Abi tidak bermaksud seperti itu.."


Riana tersenyum "Aku tau.. Abi tidak bermaksud seperti itu, aku pasti mengganggu kalian.." Abi mendengus, dan kali ini tidak mendapatkan protes dari Kinara.


Abi benar ada yang salah dengan Riana, jika niatnya untuk mendekatkan diri dengan Arumi, tidak perlu datang sepagi ini, dan juga dengan penampilan seperti sekarang..


"Aku hanya ingin mengantar Arumi ke sekolah" Kinara mengerutkan keningnya dengan pakaian seperti ini Riana ingin mengantar Arumi ke taman kanak-kanak.. Riana memakai rok mini dengan kaos ketat dan jangan lupa make upnya yang tebal, penampilannya seolah bukan untuk menarik hati seorang anak, tapi menarik perhatian laki-laki.


"Tentu, kamu bisa ikut denganku untuk mengantar Arumi" Kinara tersenyum lalu melihat Abi yang masih berwajah datar "Mas, ayo nanti kamu terlambat.."


Abi berdehem lalu melanjutkan langkahnya "Rumi, ayo kita antar Papa dulu" kinara melepas tangan abi lalu melambaikan tangannya pada Arumi.


Arumi mengikuti Kinara dan memegang tangannya, tiba di teras rumah Kinara mencium tangan Abi, dan Abi mengecup dahi Kinara lama, lalu beralih pada Arumi.


Riana menatap semua pemandangan di depannya dengan tatapan sayu, tak dapat di pungkiri apa yang dia lihat begitu indah, seperti keluarga bahagia dan Riana tak pernah mengalaminya bahkan saat pernikahannya dengan Abi dulu, semua memang salahnya dia sibuk dengan kebenciannya hingga tak bisa menatap ke arah Abi yang sejak dulu sangat tulus padanya.


Riana terus merenung hingga tak menyadari jika Kinara sudah berada di depannya "Aku akan siapkan Arumi dulu" Riana mengangguk dan tersenyum sedangkan Kinara pergi membawa Arumi ke kamarnya untuk bersiap dengan seragam sekolahnya.


Saat Kinara turun dengan Arumi, Riana berdiri dengan segera dan menyambut Arumi "Ayo, Arumi sama Mama.." Riana mengulurkan tangannya namun Arumi tetap diam memegang tangan Kinara.


Lihat bahkan posisinya terganti oleh Kinara yang bahkan hanya beberapa bulan lalu di temuinya, berbeda jauh dengan dirinya yang melahirkannya namun kembali lagi padanya Riana juga selama ini mengabaikan Arumi, bahkan tak peduli.


Kinara berdehem lalu mengajak Arumi untuk segera berangkat karena mereka akan terlambat "Pelan- pelan Riana, Arumi hanya belum terbiasa.."


Riana mengangguk dengan senyum sendunya.


"Biar naik mobilku saja.." Riana menunjuk mobilnya, merasa tak enak pun Kinara mengangguk dan akhirnya Kinara dan Arumi menaiki mobil Riana.

__ADS_1


Di perjalanan Riana mendengar percakapan Arumi dan Kinara yang terdengar akrab layaknya ibu dan anak, hingga Riana mendengar bahwa Abi sedang pergi ke luar kota.


"Abi pergi ke luar kota?" tanya nya penasaran.


"Ya.." Kinara menjawab tanpa rasa curiga.


"Kemana?"


Kinara mengerutkan keningnya "Ah, ke kota S.." Riana mengangguk lalu tersenyum.


Tak berapa lama mereka tiba di sekolah Arumi, Riana ikut turun dari mobil dan mengantar Arumi masuk ke gerbang, Riana melihat sekelilingnya banyak orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah, lalu dia melihat dirinya lalu penampilan Kinara.


Kinara berbincang dengan orang tua murid lainnya sekedar basa basi, lalu meminta Arumi untuk masuk "Ayo masuk, belajar dengan baik okey dan jangan nakal, sekarang beri salam pada mama Riana!"


Arumi mendongak dan melihat Riana yang tersenyum, Arumi berwajah datar lalu berkata "Mama Riana aku pergi sekolah dulu" Arumi mencium punggung tangan Riana lalu pergi, tanpa menghiraukan Riana yang melambaikan tangan ke arahnya.


Kinara tersenyum lalu berkata "Pelan- pelan ya Riana.." Kinara mencoba membesarkan hati Riana dengan ucapannya... "Arumi hanya belum terbiasa.."


Riana tersenyum masam "Bagaimana bisa aku mendapat perhatian Arumi jika kamu ada di dekatnya, jelas saja dia akan terus menempel sama kamu.. kamu benar Arumi mungkin belum terbiasa, tapi bagaimana bisa Arumi terbiasa dengan adanya kamu"


Kinara mengerutkan keningnya "Maksud kamu apa ya?"


"Maaf Kinara, tapi bisakah kamu beri kesempatan padaku dan Arumi untuk menghabiskan waktu bersama, hanya aku dan Arumi" Riana menunjukan wajah memelas, dan membuat Kinara tidak bisa menolak.


"Baiklah" meski Kinara tidak tahu apakah Abi akan mengizinkan atau tidak.


"Aku berjanji akan menjaga Arumi"


Kinara mengangguk "Itu memang sudah kewajiban kamu" Riana memerah namun dia tetap tersenyum ke arah Kinara, sementara tangannya terkepal erat dibalik punggungnya.


Like..

__ADS_1


Komen..


Vote..


__ADS_2