Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka

Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka
Hidup Bahagia?


__ADS_3

"Apa kamu mencintaiku?"


Kinara menatap Abi penuh harap, dan berharap Abi mengatakan 'Ya'.


Abi tercenung dengan pertanyaan Kinara, dia terdiam beberapa saat berfikir apa baik mengatakan pada Kinara sekarang, apa tidak terkesan mengada- ada saat dia sudah tidur dengan Kinara. Apakah, akan terlihat seperti Abi yang mencintai Kinara hanya karena nafsunya yang terpuaskan.


Kinara menundukan kepalanya merasa Abi berfikir terlalu lama, karena cinta tidak perlu berfikir dahulu untuk mengatakannya.


Saat keduanya tenggelam dalam fikiran masing- masing terdengar teriakan dari Arumi "Papa.. Mama!" Arumi mengetuk pintu yang sengaja di kunci.


Teriakan Arumi membuat Kinara berjengit mengingat mereka belum memakai pakaian dengan segera Kinara membalut dirinya dengan selimut dan berlari ke kamar mandi.


Abi terkekeh melihat Kinara, sedangkan dirinya bangun dengan santai hanya mengenakan celana pendeknya.


Abi akan membuka pintu namun suara Kinara menghentikannya "Mas" Abi menoleh melihat kepala Kinara tersembul dari pintu kamar mandi.


Abi mengerutkan keningnya menunggu Kinara melanjutkan ucapannya "Aku, tidak membawa pakaian, bisakah ambilkan aku.. maaf tapi.." Abi tersenyum lalu mengangguk.


"Tunggu di sana!" Kinara menghela nafasnya saat Abi menyanggupi untuk mengambil pakaiannya, yang tentu saja masih berada di kamarnya.


Abi membuka pintu kamar dan mendapati Arumi yang masih mengenakan piyama tidurnya "Papa.. mama tidur disini?" tanyanya dengan kepala mendongak menatap Abi yang tinggi.


"Ya, tentu saja.." Abi menghalangi Arumi saat akan memasuki kamarnya "Mama sedang mandi.."


Arumi cemberut "Harusnya Mama tidur denganku!" Abi mengerutkan keningnya, dia yang menikah kenapa Kinara harus tidur dengan Arumi. "Tidak mau tahu, malam ini mama tidur denganku! karena Mama adalah Mamaku!" Arumi berkacak pinggang lalu berbalik setelah melayangkan tatapan tajam pada Abi.


Abi menggeleng melihat tingkah Arumi, dia bahkan tidak sempat bicara sepatah kata pun Arumi sudah marah.


Abi bahkan melihat Arumi menghentakkan kakinya tanda jika anak itu kesal padanya.


Abi melanjutkan langkahnya menuju kamar Kinara untuk mengambil pakaian, sebelum masuk Abi memerintahkan pelayan untuk membawa semua pakaian Kinara ke kamarnya, dan dirapikan di walk in closetnya.


Abi mengambil satu pakaian Kinara untuk di kenakan, namun matanya berhenti saat melihat pakaian Kinara yang terkesan biasa dan sedikit saja di lemari, Abi menghela nafasnya dan baru menyadari jika Kinara memang tidak terlalu sering terlihat dengan pakaian baru.


Kinara sudah selesai dia sedang menunggu Abi membawa pakaiannya karena tidak mungkin dia keluar kamar hanya dengan handuk, cukup sekali semalam dia lupa dan membuatnya malu, maka Kinara memilih duduk di tepi ranjang menunggu Abi.


Kinara menoleh saat melihat pintu terbuka dengan Abi yang membawa pakaiannya.


Abi yang hanya mengenakan celana pendek saja membuatnya merona malu, Kinara seperti pertama kali melihat dada bidang berotot milik Abi, padahal semalam dia tidur nyenyak diatasnya.

__ADS_1


"Kamu memikirkan apa?" Abi mengibaskan tangannya, hingga Kinara mengerjap beberapa kali.


Abi menyeringai saat melihat tatapan Kinara jatuh di bagian tubuhnya yang telanjang "Mau mengulanginya, kebetulan sekali kamu hanya memakai handuk.." Kinara mencibir lalu mengambil pakaiannya.


"Aku serius, sayang!" Kinara menghentikan langkahnya lalu berbalik kembali melihat Abi.


"Suka panggilan itu?" Abi berjalan mendekat, lalu merapatkan tubuhnya dengan Kinara, melihat Kinara yang hanya mengenakan handuk membuat Abi merasakan desiran panas dalam dirinya, apalagi rambut pendek Kinara masih meneteskan air sisa keramas.


"Mas..?" Abi meremas pinggangnya dengan lembut, lalu tangannya mengelus dua bongkahan sintal di belakang tubuhnya.


"Kenapa?"


"A..ku baru saja mandi.."


"Lalu..?"


"Mas, kalau kita melakukan.. itu.. lagi itu artinya aku harus mandi lagi." Kinara mengeluh, dia mengerti mereka pengantin baru, tapi tidak harus melakukannya setiap waktu juga, dan lagi Kinara harus segera menemui Arumi.


"Aku.. juga harus menemui Arumi.." Kinara mengangkat wajahnya saat Abi menyerukan dirinya di lehernya.


Setiap kata yang Kinara ucapkan terdengar bergetar, apa lagi saat Abi menyesap kuat kulit lehernya.


Kinara terkekeh saat mendengar Abi mendengus "Lalu bolehkan aku tidur dengan Arumi?" Abi menggeleng "Kita bisa tidur bertiga?"


"Tidak, kamu boleh menunggu sampai Arumi tertidur, lalu pindah kemari setelahnya!" Kinara mengangkat alisnya.


"Aku akan mandi, karena tidak ada bulan madu kita akan pergi jalan-jalan hari ini.." Abi mengecup dahi Kinara, karena pernikahan yang di rencanakan dalam waktu satu minggu saja, Abi tidak bisa menjadwalkan bulan madu mereka karena kesibukannya, jadilah bulan madu mereka di tunda hingga jadwal Abi tidak terlalu padat.


Kinara tersenyum saat melihat Abi pergi ke arah kamar mandi. Abi bertingkah possesif seolah dia begitu mencintainya, tapi jika di tanya, mengapa Abi seperti ragu.


Kinara menggeleng mengenyahkan fikiran buruknya, jika di telisik lagi pernikahannya dulu juga diwarnai dengan kata cinta yang tidak pernah absen Yoga ucapkan, tapi tetap saja berakhir pengkhianatan.


Dan Kinara berharap, meski Abi belum mencintainya dan tidak ada kata cinta yang terucap yang paling utama adalah sebuah kesetiaan,


...


Mereka benar- benar pergi jalan- jalan dan pergi bersama Arumi, namun bukan jalan- jalan seperti dalam bayangan Kinara, Abi membawanya ke mall dan memborong pakaian untuknya.


"Mas hentikan, kamu mau membuat lemariku penuh.." Kinara melihat Arumi yang sudah bosan menunggu mereka pergi ke satu butik ke butik yang lain, mulai dari pakaian, sepatu hingga tas Abi memastikan semua yang terbaik.

__ADS_1


"Ini yang terakhir sayang.." Kinara merona mendengar panggilan Abi, lagi- lagi Abi memanggilnya 'sayang' "..setelah ini kita akan pergi ke tempat bermain, Rumi mau?"


"Mau.." Arumi langsung menjawab dengan semangat.


Abi tersenyum lalu memberikan dua tas sekaligus pada pelayan "Bungkus ini juga.." total yang Abi beli ada lima tas dengan harga yang membuat Kinara bergidik.


Kinara sendiri sudah tidak peduli, sejak tadi di sudah lelah mencoba berpuluh- puluh set pakaian yang Abi belikan.


"Sudah selesai?" Kinara berbinar saat melihat Abi menyimpan kembali kartu hitamnya ke dalam dompet.


"Astaga, ini untukmu kenapa aku yang repot.."


Kinara tidak peduli, dulu dia juga di manjakan oleh Yoga, membeli apapun yang dia mau, dan sekarang Kinara hanya ingin fokus untuk kebahagiaan keluarga barunya saja, dia tidak perlu barang mewah, asal bisa bahagia itu sudah cukup.


Abi menggeleng saat melihat Kinara ikut bermain dengan Arumi, bagaimana bisa dia lebih suka bermain dari pada belanja.


Namun Abi tersenyum saat melihat Kinara dan Arumi tertawa saat mereka kalah dalam permainan.


"Papa ayo ikut bermain!" Arumi menariknya untuk ikut memasukan bola pada ring, mereka sedang bermain basket.


Kinara yang selalu gagal pun menjadi kesal, hingga akhirnya Abi membantu untuk memasukan bola.


Mereka bersorak saat Abi berhasil memasukan bola, pemandangan yang terlihat sangat harmonis, mereka terlihat layaknya keluarga bahagia dan berhasil membuat orang di sekitarnya berdecak kagum sekaligus iri, termasuk seseorang di sebuah sudut dan menyaksikan dengan tangan terkepal kuat penuh dengan amarah.


"Bagaimana dengan tawaranku kemarin Riana?" seseorang yang mengeram menahan amarah itu menghubungi Riana, yang baru dia ketahui ternyata mantan istri Abi.


"Cukup pisahkan mereka, dan jauhkan Kinara dari Abi, bagaimana bisa Kinara terlihat begitu bahagia!"


.


.


.


Baru up, karena sibuk.. biasa urusan IRT🤭 dan sekarang diriku bergadang karena si bayi kecil yang kebangun tak mau tidur lagi, dan gangguin si sulung yang lagi tidur, untung lagi tidur kalau lagi bangun suka marah kalau rambutnya di tarik, mukanya di cubit.. cubitan khas bayi dengan kuku kecil dan lumayan bikin meringis😅, biarin lah yang penting aku ngetik dengan tenang🤣.


Like..


Komen..

__ADS_1


Vote..


__ADS_2