Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka

Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka
Akhir Dari Riana


__ADS_3

Abi membalut tubuh Kinara dan membawanya pergi meninggalkan Yoga yang babak belur akibat sudah di hajar oleh Abi.


"Hahahaha kau fikir kau sudah menang, Kinara sudah menjadi milikku sekarang.." Yoga terkekeh, di sela rasa sakitnya, rahangnya mungkin bergeser akibat pukulan Abi, belum lagi darah yang keluar dari mulut dan hidungnya membuat tampang Yoga begitu mengerikan.


Abi mengepalkan tangannya, lalu pergi tanpa menoleh lagi, andai tidak ada pihak keamanan mungkin Yoga sudah mati di tangannya.


...


Abi membaringkan Kinara dengan pelan di atas ranjang, andai dia tidak terlambat datang mungkin Kinara tidak akan terjebak.


Abi menatap wajah Kinara yang masih terpejam, lalu mengusap wajahnya kasar.


Seorang pelayan membawa dokter masuk untuk memeriksa keadaan Kinara, sepanjang dokter memeriksa Kinara, Abi tak melepas tangannya yang menggenggam Kinara.


"Bagaimana dokter.."


"Benar sekali, Ibu Kinara ada dalam pengaruh obat tidur.." Abi mengepalkan tangannya.


"Maaf Pak, jika anda ingin memastikan Ibu mengalami pelecehan Pak Abi bisa datang ke rumah sakit untuk.."


"Tidak.." Abi mengeraskan rahangnya, menolak segala sesuatu yang dokter katakan.


"Baiklah, beberapa jam dari sekarang jika Bu Kinara belum bangun, bapak bisa memanggil saya lagi.."


...


Kinara melenguh lalu mengerjapkan matanya, tangannya meraba kepalanya yang terasa berat, tatapannya jatuh kearah Abi yang menatapnya "Kamu sudah bangun.." Kinara menatap Abi dengan tatapan kosong "Sayang.." Abi mengecup tangan Kinara.


"Apa yang terjadi padaku, Mas..?"


"Apakah, apakah Yoga melakukan itu.. padaku?" Kinara meneteskan air matanya, tenggorokannya tercekat dengan lidah yang terasa kelu.


Abi menggeleng "Tidak, tidak ada yang terjadi, semua baik- baik saja"


Kinara menangis "Kamu berbohong.. aku bukan istri yang baik.. aku tidak bisa menjaga diriku sendiri.. hiks.. hiks.."


"Tidak, sayang kamu istri yang terbaik.. ku mohon jangan menangis.. semua baik-baik saja.. percayalah padaku.." Abi memeluk Kinara.


Kinara mencoba lepas dengan mendorong Abi, namun pelukan Abi semakin erat di tubuhnya "Lepaskan aku mas, aku kotor, aku sudah ternoda.. hiks.. hiks .. lepaskan aku.."


"Tidak, aku tidak akan melepaskan kamu, maaf karena datang terlambat, salahku karena tidak bisa menjaga kamu, ku mohon sayang tenanglah.."


Kinara semakin lemas, perkataan Abi seolah menegaskan bahwa memang terjadi sesuatu padanya, andai Abi tidak datang terlambat apakah dirinya masih suci..


"Tenanglah semua akan baik-baik saja.." Abi terus menenangkan Kinara hingga kini tangisnya sudah berubah jadi isakan kecil "Aku akan selalu bersama kamu, apapun yang terjadi.." Abi mengecup dahi Kinara.


"Mas Arumi..?" Abi mengusap air mata Kinara lalu berkata..

__ADS_1


"Arumi baik- baik saja, Rudi sudah menemukan nya, istirahatlah.." Abi membaringkan Kinara lalu menyelimuti Kinara kembali.


Kinara masih menatap kosong, hatinya sedang diliputi kabut gelap, dunianya seperti berhenti berputar, dia buruk tak bisa menjaga kehormatannya sendiri sebagai seorang istri.."Hey.. istirahatlah jangan fikirkan apapun" Abi membaringkan tubuhnya disisi Kinara, dan memeluk istrinya.


Kinara memejamkan matanya menikmati kehangatan pelukan Abi, meski tangannya tak berani terangkat untuk membalas pelukan Abi, Kinara merasa tidak pantas.


Air mata menetes dari matanya yang terpejam erat, Kinara benar- benar hancur untuk kedua kalinya oleh pria yang sama.


Dan sekarang semuanya sudah tidak bersisa.


Abi bergerak perlahan lalu merapikan selimut Kinara, kecupan lembut Abi berikan di dahi Kinara sebelum dia beranjak dan keluar dari kamar, dia harus memastikan keadaan Arumi.


Abi berjalan tegas kearah ruang kerjanya dimana Rudi menunggunya.


"Apa yang kamu dapatkan?"


Rudi menghela nafasnya "Apa yang akan kamu lakukan pada Riana?" Rudi menemukan Riana sedang berada di sebuah restoran dengan Arumi, saat di temukan Arumi sudah kesal karena Riana tidak mengantarnya pulang, begitu Rudi tiba Arumi langsung mengadu bahwa dia ingin pulang.


Rudi yang datang tidak sendiri meminta anak buahnya untuk membawa Riana, sedangkan dirinya membawa Arumi kembali ke rumahnya.


"Dimana dia sekarang?" Abi masih berwajah datar, ekspresinya begitu dingin, namun Rudi masih bisa tetap tenang Rudi yang sudah mengenal Abi, sudah terbiasa dengan raut Abi yang kadang menakutkan.


"Aku membawanya ke paviliun"


Abi beranjak tanpa kata menuju paviliun belakang rumahnya, sedangkan Rudi mengejarnya dan menahan Abi "Apa yang akan kau lakukan" Abi menatap tangan Rudi yang menahannya.


"Perhatikan tingkahmu Rudi, ingat posisimu!" Rudi melepaskan pegangannya dan membiarkan Abi pergi.


"Maafkan aku Pak!"


Abi mendengus lalu berjalan terus ke arah belakang rumahnya dimana paviliun berada, dibelakangnya Rudi mengikuti Abi tanpa bicara lagi.


Abi membuka pintu dan melihat Riana yang duduk di kursi, Riana segera bangun saat melihat Abi datang "Abi.."


Abi semakin dingin saat melihat Riana "Kau tahu Riana, sejak dulu aku tidak pernah menyentuh dan menyakiti perempuan" Riana menelan ludahnya, tentu saja dia tahu, Abi adalah pria yang anti menyakiti perempuan ataupun anak anak, iti sebabnya Abi tak pernah menyentuhnya selama mereka menikah, karena Riana yang menolaknya.


Jika saja Abi pria yang sedikit kasar, mungkin dia akan memaksa Riana, karena itu adalah haknya, namun Abi tidak pernah melakukan itu.


"Abi.." Riana tidak tahu apa yang akan Abi lakukan, namun Abi tidak akan menyakitinya, bukan?.


Bukankah Abi tidak akan tega..


Riana mengumpat dalam hati bagaimana bisa rencana Yoga diketahui, dari mana Abi tahu, jika saja rencana mereka berhasil pasti Abi sudah meninggalkan Kinara.


Tapi Riana tak tahu Abi tidak akan merubah pendiriannya dengan mudah, jika saja Abi pria seperti itu, mungkin dia sudah menceraikam Riana tanpa menunggu enam tahun berlalu.


"Abi.. maafkan aku.." Riana mengatupkan tangannya dengan tatapan memelas, jika saja bukan Kinara yang terluka Abi mungkin akan melepaskan Riana, mengingat apa yang terjadi pada Kinara membuat Abi semakin mengeraskan rahangnya.

__ADS_1


Bagaimana Kinara menangis histeris membuat Abi ingin melenyapka Riana dan Yoga.


"Apa yang kau inginkan dengan melakukan ini, Riana?"


Riana tercekat, sepertinya tidak ada ampun baginya sekarang.


"Abi, aku tidak tahu Yoga akan melakukan ini, aku hanya di suruh memancing Kinara untuk datang"


"Abi, maafkan aku, aku melakukannya karena aku butuh uang.. dan Yoga datang menawarkan aku kerja sama agar aku juga bisa kembali padamu.."


Abi mendengus "Uang?.. hanya karena uang kau menjual nuranimu, dan juga apa kau tida berfikir jika itu terjadi padamu, menurutmu apa yang akan kau lakukan, kau fikir aku akan sudi kembali padamu!"


"Kau benar- benar wanita ja lang Riana, kau bertindak sesukamu saat menjadi istriku, lalu setelah bercerai kau bermain peran hanya karena ingin kembali padaku!"


"Setidaknya, fikirkan anakmu Riana, apa kau tidak malu!"


"Ah, tidak kau bahkan menggunakannya sebagai alat, kau sungguh tidak pantas menjadi seorang Ibu, Riana"


"Lalu kau fikir aku akan tetap diam sekarang disaat kau menyakiti wanita yang aku cintai!?"


"Abi.." Riana mundur saat Abi melangkah mendekat, tatapan Abi yang benar- benar mengerikan membuatnya takut.


"Bagaimana jika aku meminta penjaga rumahku melakukan apa yang Yoga lakukan pada istriku!"


Riana bergetar takut "Tidak Abi, ku mohon jangan.."


Abi terkekeh lalu menggeleng "Kau akan mendekam di penjara Riana.." Abi berbalik dan akan pergi, namun langkahnya terhenti saat Riana berkata.


"Abi.. ampuni aku, aku sungguh menyesal Abi, Aku tidak mau di penjara.. Abi aku mohon setidaknya ingatlah aku Ibu Arumi, bagaimana jika dia tahu Ibunya di penjara!"


"Seharusnya kau memikirkannya sebelum melakukan itu Riana, sudah untung aku tidak menyerahkanmu ke pria hidung belang, aku bahkan tidak keberatan membayar sepuluh pria untuk menggilirmu!" Riana tercekat, sedangkan Abi melanjutkan langkahnya.


"Bawa dan serahkan dia pada polisi, jangan lupa serahkan juga buktinya.. pastikan pria itu juga ikut dengannya!" Abi menyerahkan rekaman pembicaraannya dengan Riana.


Rudi menghela nafasnya, beruntung Abi bisa menahan amarahnya, meski wajahnya terlihat merah, saking inginnya Abi mencekik Riana.


"Baik Pak!" Rudi mengangguk ke arah punggung Abi yang melangkah pergi.


...


Ada yang masih baca.. bosankah dengan drama sinetron ini🤭.


Hati Kinara belum berhenti terluka, tapi dia menemukan cinta yang tulus seperti Abi setelah perceraiannya, yang sabar ya readers😅


Like..


Komen..

__ADS_1


Vote..


__ADS_2