Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka

Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka
Reuni (1)


__ADS_3

Kinara menipiskan bibirnya saat memasuki parkiran sebuah hotel tempat di adakannya reuni, mereka mengadakannya di restoran di hotel tersebut.


Kinara menoleh ke arah kanan dan melihat Abi yang menepikan mobilnya.


"Yakin mau pergi sendiri?"


Kinara mengangguk "Jangan dekati pria lain, termasuk mantan suami kamu itu.."


Kinara mencebik "Pria lain apa, lagipula jika pun Yoga datang kenapa aku harus mendekatinya."


Abi mendelik "Aku akan tunggu di sini jika terjadi sesuatu, aku langsung masuk" Kinara menghela nafasnya lalu mengangguk. Terserah, lagi pula apa yang akan terjadi "Beri aku sesuatu sebelum kamu masuk!" Kata Abi.


"Apa?" Kinara mengerutkan keningnya mendengar ucapan Abi, apa yang harus dia beri.


"Cium aku!" Kinara membelalakan matanya.


"Mas!" yang benar saja ini di parkiran meski mereka ada di dalam mobil, tapi kan banyak orang di luar, bagaimana jika mereka melihat.


"Kamu tahu, kamu cantik sekali hari ini aku sampai tak rela membiarkan kamu pergi sendiri.."


"Lagi pula pria mana yang akan membiarkan janda cantik pergi sendiri.. benar, lebih baik aku ik.."


Cup..


Dengan cepat Kinara mengecup bibir Abi yang tidak berhenti bicara, kenapa akhir-akhir ini Abi banyak bicara dan semua ucapannya terkesan gombal.. dan mesum tak tahu tempat.


"Aku masuk dulu.." Kinara segera keluar dari mobil Abi, dan berharap Abi tak melihat pipinya yang merah, bagaimana tidak Abi menyebutnya cantik dan itu membuatnya berdebar, tentu saja dia di puji oleh Abi yang biasanya acuh pada orang lain, bukankah dia wanita yang beruntung..


Abi tertegun sesaat setelah merasakan bibir Kinara menyentuh bibirnya meski hanya sekedar kecupan, tapi berhasil membuatnya menyunggingkan senyumnya.


Abi terkekeh melihat Kinara memasuki lobi dengan tergesa gesa, Abi yakin pipi Kinara memerah sekarang.

__ADS_1


Abi memutar setir untuk keluar dari parkiran, dan akan mencari setidaknya cafe untuk menunggu Kinara, namun tangannya terhenti saat melihat seorang pria baru saja turun dari mobilnya di ikuti seorang wanita di sebelahnya, Abi menyeringai sinis melihat Anita meraih tangan Yoga, namun Yoga terlihat acuh saja.


...


Anita menyelipkan tangannya di tangan Yoga dengan senyum di bibirnya, dia berhasil membujuk Yoga untuk datang, dengan alasan keinginan anak mereka meski itu terkesan mengada-ada tapi Anita tidak perduli.


Saat memasuki restoran mereka menjadi pusat perhatian, sepertinya semua teman mereka sudah hadir dan memenuhi setiap kursi, dan saat Anita dan Yoga datang semua menoleh ke arah mereka.


Kinara memang datang lebih dulu, dan menjadi perhatian sebelumnya, tidak aneh karena biasanya dia datang sendiri, sebagian ada yang tahu mengenai perceraiannya, ada juga yang tidak.


Jadi perbincangan yang awalnya di dominasi oleh kehidupan Kinara, dan perceraiannya, serta Yoga yang langsung menikah dengan Anita , kini orang yang mereka perbincangkan juga hadir dan membuat mereka terdiam.


Dan masing-masing memiliki sudut pandangnya, ada yang memuji bahwa Yoga dan Anita juga pasangan yang serasi, dan ada pula yang menyayangkan Yoga meninggalkan Kinara demi Anita.


Andini yang berdiri di sebelah Kinara memutar matanya malas saat melihat pasangan yang nampak serasi malam ini. "Dasar manusia gak tahu malu.." dengusnya, dan langsung mendapat tatapan tajam dari Kinara "Apa..? mereka memang tidak tahu malu kan, masih saja mau datang, biasanya juga enggak"


Kinara mencubit tangan Andini, meski jarak mereka cukup jauh dengan Anita dan Yoga, tetap saja Kinara memperingati Andini.


Bukan karena tidak enak hati, Kinara sungguh tidak peduli dengan apa yang terjadi pada dua sejoli itu, Kinara bahkan harus menelan kecewa karena keputusan Yoga, yang terkesan diam bahkan setelah dia tahu Anita lah yang ada di balik gugurnya sang janin yang juga anaknya sendiri.


Kinara berkaca-kaca tak menyangka jika dia masih punya teman yang peduli selain Anita, bahkan lebih baik lagi. Selama ini dia hanya berputar sekitar dunia Anita dan Yoga saja, hingga menutup mata pada dunia luar dan mengira merekalah sahabat terbaiknya, namun nyatanya, mereka telah menipunya selama ini.


"Kalau aja aku lagi ada di sini.." Kinara tersenyum dengan haru "Gak papa, dan makasih udah peduli.." Andini memang tinggal di luar kota, jadi dia tak terlalu dekat dengan Kinara, meski biasanya kerap ada beberapa pesan dari Andini tapi terakhir kali saat Kinara mengganti nomernya di sudah tak lagi berhubungan dengan Andini.


"Jadi yang aku dengar itu benar, mereka menikah setelah kalian bercerai?" Kinara menundukan wajahnya namun bibirnya tersenyum berharap bisa menyembunyikan luka di hatinya tentang masa lalu, meski kenangan itu sudah terhapus sedikit demi sedikit tapi luka itu masih terus ada dan membekas.


"Kita gak usah membicarakan tentang ini ya, bukan nya kita datang untuk bersenang- senang, lagi pula aku sedang berusaha melupakan semuanya dan menjalani hidup baru.."


"Kamu benar, hidup kamu terlalu berharga jika terus memikirkan masa lalu.. dan yakinlah jika setelah perceraian ini kamu akan menemui cinta yang lebih baik lagi.."


Kinara tersenyum hangat ke arah Andini, dia merasa lega karena ikut acara ini tanpa menyandang status seorang istri tidak buruk juga "Kamu kan cantik, pasti banyak yang antri, dan yang pasti gak bakalan nyesel dapetin janda yang satu ini.."

__ADS_1


Kinara tertawa "Ya, dari dulu aku memang cantik, kalau enggak gak bakalan jadi idola di sekolah.."


Yang Kinara dengar dari cerita Andini, mereka hanya mendengar desas desus bahwa Yoga dan Anita menikah setelah Kinara dan Yoga bercerai yang ternyata mereka saling mencintai.


Meski tak kentara, tapi Kinara melihat tatapan mereka penuh tanya pada Kinara dan seolah tak ingin menjawab Kinara hanya tersenyum ringan, tak peduli dengan opini orang lain.


Anita dan Yoga masih menyapa teman- teman mereka dan berbincang, jika Andini mendukung Kinara, bukan tidak mungkin, ada juga yang mendukung Anita.


Yoga sendiri memilih lebih banyak diam di banding Anita, dia hanya menjawab seadanya saat temannya bertanya.


Yoga mengedarkan pandangannya hingga dia bisa melihat Kinara yang sedang bicara dengan teman mereka yang lain, Yoga bahkan melihat Kinara tertawa kecil bahkan bercanda, sudah sejak Kinara pergi dari rumahnya Yoga tidak pernah melihatnya lagi, Yoga bahkan tak berani untuk sekedar mengucapkan maaf atas kehilangannya anak mereka, Yoga merindukan Kinara, tentu saja. Dan dia hanya bisa melihatnya dari jauh, hingga dia bisa menceraikan Anita.


Anita menyadari bahwa Yoga tengah memperhatikan Kinara, dan dia hanya bisa menggeram dalam hati, karena jika dia bicara sedikit saja tidak ada ampun dari Yoga.


Kinara menoleh dan melihat Yoga sedang memperhatikannya, Kinara tersenyum miris lalu memalingkan wajahnya dan kembali bicara dengan teman di sebelahnya.


Menyadari tatapan Kinara padanya, Yoga tahu Kinara kali ini benar-benar kecewa padanya.


"Kita jangan ngejudge Anita aja, siapa tahu diantara mereka Kinara yang bersalah, makanya Yoga lari ke lain hati.."


"Lihat saja tiga tahun menikah Kinara belum juga hamil, terus sekarang Anita sudah hamil saja, bukannya ada sesuatu yang membuat mereka bercerai.."


"Maksud kamu Kinara mandul?" Kinara menghela nafasnya saat mendengar suara di sekitarnya..


Terserah..


...


Mohon maaf lama, kesibukan di tenda biru memang tidak terduga🤭 siang hari bagaikan di dalam oven, dan malam hari bagai di kutub utara, dan aku akhirnya teparšŸ¤’


Like..

__ADS_1


Komen..


Vote..


__ADS_2