Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka

Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka
Kedatangan Riana


__ADS_3

Pukul delapan malam, Abi, Kinara dan Arumi tiba di rumah, Yang membuat Abi mendesah frustasi adalah Arumi yang masih segar dan tidak ada tanda- tanda tidur lebih awal, padahal sudah lelah bermain.


Gagal sudah rencananya menguasai Kinara malam ini, karena janjinya adalah Kinara tidur dengan Arumi malam ini.


Arumi lari ke dalam rumah dengan boneka di tangannya, hadiah yang di dapatnya dari arena permainan, bibirnya tak berhenti bersenandung "Hati- hati Sayang!" Kinara menggeleng, saking senangnya Arumi tidak menyadari jika berbahaya berlarian seperti itu.


Kinara mengerutkan keningnya, saat tak lagi mendengar nyanyian Arumi, dan ternyata Arumi sedang terpaku ditempatnya.


Kinara melihat Abi disebelahnya dan menyadari jika raut Abi berubah dingin saat melihat seorang wanita di ruang tamu rumah mereka "Mau apa kamu kemari Riana?"


Riana yang sedang berjongkok di depan Arumi yang sama sekali tidak melakukan pergerakan lalu mendongak melihat Abi "Hay Bi, aku dengar kamu sudah menikah?"


Arumi yang melihat Kinara muncul pun segera berlari dan bersembunyi di balik kaki Kinara.


"Selamat untuk pernikahan kamu"


Kinara baru pertama kalinya melihat Riana, jadi ini ibu kandung Arumi, Batin Kinara.


Riana wanita yang cantik pantas Abi dulu sempat mengaguminya, dan Kinara tahu sekarang Arumi mewarisi kecantikan siapa, tentu saja Riana wajah mereka begitu mirip.


"Apakah ini istri kamu?" Riana melihat ke arah Kinara, dan memberikan senyumnya "Hay, aku Riana.. aku mantan istri Abi.." Riana menyodorkan tangannya pada Kinara.


Kinara tersenyum lalu menyambut uluran tangan Riana "Hallo, aku Kinara istri mas Abi.."


Riana tersenyum "Aku tidak bermaksud mengganggu kalian, aku hanya ingin bertemu Arumi.. Rumi? " Riana berjongkok dan melihat Arumi di belakang Kinara.


Melihat Arumi yang terlihat takut, Riana merasa miris anaknya sendiri takut padanya "Mama, mengerti kamu sangat takut, mama datang untuk meminta maaf.. maafkan mama selama ini sudah mengacuhkan Arumi.." Kinara melihat Riana mengusap air matanya. "Ini semua salahku, dan saat jauh dari Arumi aku baru menyadarinya, kesalahanku memang besar.. mengabaikan anakku sendiri, dan membiarkannya tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu"


Kinara menghela nafasnya lalu bicara dengan Arumi "Arumi.. mama Riana datang untuk bertemu Arumi, tidak baik Arumi mengacuhkan orang tua.." melihat Riana yang merasa bersalah, tentu saja membuat Kinara terenyuh, benar memang ibu mana yang mampu menelantarkan anaknya, jika pun ada mereka akan menyesalinya seperti yang Riana alami.


Riana tersenyum ke arah Arumi dan melebarkan tangannya "Bolehkah mama memeluk Arumi.."


Arumi melihat Kinara dan Kinara lagi- lagi mengangguk seolah meyakinkan Arumi bahwa Arumi boleh mendatangi Riana.


Riana memeluk Arumi "Maafkan mama Arumi.. maaf.." sekali lagi Riana menangis dengan memeluk Arumi "Maukah Arumi memaafkan mama?" lagi- lagi Arumi melihat Kinara, Kinara tersenyum lalu mengangguk, lalu Arumi pun mengangguk ke arah Riana.


"Terimakasih.." Riana memberikan kecupan di dahi Arumi.


Abi menghela nafasnya "Arumi, pergi ke kamar lalu bersiap tidur.." Abi perlu bicara dengan Riana apa maksud kedatangan Riana sebenarnya.


"Ya, Papa.." Setelah Arumi pergi Abi mulai mengalihkan tatapannya pada Riana.


"Apa maksud kamu melakukan ini?" Tentu saja Abi tidak akan percaya begitu saja jika Riana berubah, apalagi dalam waktu singkat, sedangkan dirinya sudah meyakinkan Riana sejak dulu untuk tidak mengabaikan Arumi, namun Riana tak pernah berubah, lalu sekarang Riana datang untuk minta maaf.


"Mas.." Kinara menyentuh tangan Abi "Mbak Riana duduk dulu, kita bisa bicara dengan tenang.."


Riana mengangguk lalu mengikuti Kinara dan Abi, yang sudah duduk bersisian "Aku tahu ini terlalu tiba- tiba.. tapi Abi, aku menyadari jika aku memang ibu yang buruk, dan aku ingin berubah.."

__ADS_1


Abi masih diam, dan Kinara mendengarkan Riana "Tolong izinkan aku untuk dekat dengan anakku, aku berjanji mulai hari ini aku akan memperlakukan Arumi dengan baik.. Aku benar- benar menyesal Abi.."


"Kamu lupa apa yang dulu kamu katakan Riana.. Kamu tidak akan pernah menyesal saat hak asuh Arumi jatuh di tanganku "Abi tidak akan percaya begitu saja, mengingat Riana yang begitu teganya menelantarkan Arumi bahkan sejak bayi.


Melihat Abi yang tidak mudah di bujuk, Riana beralih pada Kinara "Mbak Kinara, aku percaya kamu bisa menjadi ibu sambung yang baik untuk Arumi, aku bisa tenang karena Arumi mendapatkan ibu seperti kamu, tentu kamu akan merasakan bagaimana perasaan seorang ibu.. aku tidak akan mengambil Arumi dari kalian, aku hanya ingin kalian mengizinkanku untuk dekat dengan Arumi.."


Kinara menghela nafasnya "Mas, Riana masih tetap ibu Arumi, meski kalian sudah bercerai, tidak ada yang bisa memutus hubungan antara ibu dan anak.."


Abi menghela nafasnya dengan berat lalu berkata "Aku akan biarkan kamu bertemu Arumi, dan merubah sikap kamu tapi tidak untuk mengambil Arumi dariku.. dan juga jangan berusaha melakukan apa yang harusnya tidak kamu lakukan Riana!" Riana tersenyum.


"Terimakasih, itu sudah cukup untukku.."


.


.


.


Abi masih terdiam sejak Riana datang Abi tidak banyak bicara.


Kinara membuka pintu dan masuk,menemukan Abi yang memandang ke luar jendela dengan tatapan datar.


Kinara tahu, Abi sedang memikirkan masalah Arumi dan Riana, namun Kinara juga tidak bisa tidak ikut bicara saat melihat seorang ibu yang mengiba, meminta diizinkan bertemu dengan anaknya.


Kinara berhasil membuyarkan lamunan Abi saat memeluk pria jangkung itu dari belakang "Apa aku terlalu ikut campur?"


"Aku meminta kamu mengizinkan Riana menemui Arumi.. jelas- jelas ini masalah kalian.."


"Kenapa bisa berfikir seperti itu, kamu istriku sekarang apapun yang terjadi antara aku dan Riana, tentu kamu juga harus ikut campur.." Abi menggenggam tangan Kinara yang memeluk pinggangnya lalu memberikan kecupan.


"Jadi kamu tidak marah?"


Abi membalik tubuhnya dan berhadapan dengan Kinara "Kenapa aku harus marah?"


"Aku kira kamu marah, sejak tadi kamu tidak banyak bicara.." Abi menyentuh dahi Kinara lalu menekannya pelan.


"Kenapa berfikir seperti itu, aku hanya sedang berfikir, apa yang Riana inginkan sebenarnya" Abi punya firasat buruk tentang ini, tapi entah apa? dan apa mau Riana sebenarnya.


Kinara mencebik dan mengusap keningnya, "Sakit tahu.."


"Apakah sakit? aku menekannya dengan pelan.."


"Tetap saja, tangan Mas besar!" Kinara cemberut sambil menunjuk tangan Abi.


"Astaga, maafkan aku.. biar aku lihat.." Kinara menepis tangan Abi lalu berbalik membelakanginya. "Sayang, maaf.. mas tidak tahu kalau kamu akan kesakitan.." Abi berusaha melihat Kinara tapi Kinara terus menghindar. "Nara.." Abi berkata dengan lembut "Aku tidak akan melakukannya lagi, biarkan aku lihat keningmu"


Kinara terus menghindar, namun dengan cepat Abi meraih tangannya dan mengunci Kinara "Mas!" hampir saja Kinara kira dia akan terjatuh, saat Abi menariknya hingga memutar tubuhnya menghadap Abi.

__ADS_1


"Biar aku lihat, apakah memar?" Abi meneliti dahi Kinara, namun tidak menemukan apapun, Kinara menahan tawa karena berhasil membuat Abi tertipu.


Menyadari Kinara tertawa Abi menyadari jika Kinara sedang mengerjainya. "Kamu mengerjaiku"


"Bagaimana mungkin sakit, mas menekannya dengan pelan.."Kinara menyemburkan tawanya.


"Aku sudah bilang aku menekannya dengan pelan.. kamu..!" Abi meraih pinggang Kinara lalu menggelitiknya.


"Ahhahaaha, geli mas!"


"Rasakan, kamu membuatku panik!"


"Baiklah.. maafkan aku, tapi setidaknya kamu sudah tidak memikirkan mantan istri kamu itu kan?"


Abi terkekeh "Apakah istriku sedang cemburu?" Kinara mengerucutkan bibirnya. "Apa Arumi sudah tidur?" Kinara mengangguk, nyaris saja Kinara tidak bisa lepas dari Arumi yang memeluknya saat tertidur, namun lambat laun Arumi juga melepaskan tangannya saat sudah benar- benar lelap.


"Jadi, kita bisa memulainya sekarang?" Kinara mengerutkan keningnya "Membuat adik untuk Arumi.." Abi menaik turunkan alisnya, hingga Kinara merasa lucu dengan tingkah konyol Abi.


"Jangan memakai mimik seperti itu, kamu sudah tua untuk berkata mesum.."


Abi mendengus lalu sedikit menundukan tubuhnya dan memanggul Kinara seperti karung beras, hingga Kinara memekik kaget "Astaga.. mas, apa yang kamu lakukan!"


Abi tidak hiraukan Kinara hanya berjalan ke arah ranjang dan membanting Kinara hingga terpental.


Tidak membiarkan Kinara beranjak Abi langsung mengungkung Kinara dengan tubuhnya "Aku beruntung memiliki kamu" lama Abi menatap Kinara lalu Abi memberikan kecupan di dahi Kinara, Abi sudah memimpikan pernikahan yang hangat sejak dulu, dan kini Kinara menjadi istrinya lalu Abi bisa merasakan pernikahan yang sesungguhnya, hangat dan penuh kasih sayang.


Kinara bisa menghibur dan mengalihkan perhatian padanya saat Abi memikirkan kerumitan fikirannya.


Kinara tersenyum lalu mengusap rahang Abi "Jadikan aku tempat pulang kamu, tidak hanya saat senang tapi saat kamu memiliki masalah, cari aku untuk mencurahkan semuanya, aku istri kamu Mas"


Abi kembali mengecup dahi Kinara kali ini lebih dalam seolah menyalurkan perasaannya hingga membuat Kinara merasakan kehangatan dalam hatinya.


.


.


Biarpun belum waktunya tapi aku mau mengucapkan..


Happy new year 2023, semoga di tahun 2023 ini kita bisa lebih baik lagi, dan menjadikan apa yang terjadi di tahun sebelumnya pelajaran agar kita tidak melakukan kesalahan di kemudian hari.


Doa untukku dan orang cianjur yang terkena musibah gempa lainnya...


Semoga kita selalu kuat, dan semoga di tahun yang baru ini kita juga bisa segera menata hidup kita yang baru, tenda biru jadi saksi bahwa kita adalah orang-orang yang sabar, ikhlas dan semoga kita bisa terus tawakal dijalan Allah🤲.


Like..


Komen..

__ADS_1


Vote..


__ADS_2