
Kinara menatap Anita yang baru saja terlelap di atas ranjang rumah sakit, lalu menghela nafasnya "Ternyata melegakan mengikhlaskan semuanya" Kinara berkata begitu lirih namun tetap terdengar oleh Abi yang ada di sebelahnya.
"Hmm.." Abi mengangguk benar memang menyimpan luka itu sangat menyakitkan, kita manusia hanya bisa menerima sisanya biar Tuhan yang menunjukan arahnya.
Setiap luka yang tercipta akan menemukan obat untuk menyembuhkannya. Begitupun dengan Kinara, setelah luka yang tercipta oleh pernikahannya terdahulu dia menemukan Abi, sosok yang tulus dan benar- benar mencintainya, belum tentu jika itu pria lain akan tetap menerimanya saat dirinya sudah ternoda.
"Mas.."
"Hmm" Abi melihat ke arah Kinara lalu mengeryit.
"Aku juga harus mengikhlaskan satu lagi luka ku.."
Abi semakin menukik alisnya, namun Kinara menggenggam tangan Abi "Maukah kamu temani aku.."
...
Abi menghela nafasnya saat tiba di kantor polisi, Kinara memintanya menemaninya datang menemui Yoga, yang sedang mendekam di penjara.
"Jika kamu tidak yakin, kita bisa kembali.." Abi melihat Kinara bergetar mungkin dia takut bertemu Yoga.
"Kamu akan menemani aku Mas?"
"Tentu saja.."
"Kalau begitu, aku sudah yakin!" Kinara menguatkan tekadnya lalu turun dari mobil diikuti Abi.
"Ra.." Yoga terpaku melihat Kinara, Kinara datang mengunjunginya.. bukankah itu bagus, Yoga baru saja tersenyum namun senyum Yoga langsung hilang saat melihat Abi baru saja masuk dan langsung duduk di sebelah Kinara.
Dia kira rencananya sudah berhasil, setidaknya mereka sedang mengalami keretakan rumah tangga sekarang, namun yang terlihat di depannya adalah Abi yang menyeringai seolah berkata bahwa dia tidak kalah sama sekali.
"Kamu apa kabar Ra?"
"Menurut kamu?"
Yoga terkekeh "Sepertinya jauh dari bayanganku"
"Apa yang kamu bayangkan?" Abi masih diam dan membiarkan Kinara bicara, meski nada bicaranya sedikit bergetar.
__ADS_1
"Ya.. setidaknya ada kabar baik saat kamu datang.."
"Baik untuk kamu belum tentu baik untukku Yoga"
Yoga menggedikkan bahunya "Aku datang kesini untuk mengatakan bahwa ' Yoga aku sudah mengikhlaskan segalanya, segala sesuatu yang terjadi dalam hidupku, setiap rasa sakit yang kamu ciptakan, aku ikhlas akan semuanya.."
Kinara menghela nafasnya lega "Sudah selesai.." Kinara melihat kearah Abi, yang tersenyum.
"Kamu hebat!" perkataan Abi membuat Yoga semakin mengerutkan keningnya.
"Jadi kamu datang untuk ini?" Kinara menganggkat alisnya.
"Kamu tak ingin tahu apa yang terjadi antara kita malam itu?"
Kinara menggeleng dengan senyuman "Karena itu aku mengatakan bahwa aku mengikhlaskan semuanya, aku tak perlu kenyataan apapun dari mulut kamu Yoga, karena aku memiliki Abi yang menerimaku dengan segala kekuranganku" Yoga tertegun dengan apa yang diucapkan Kinara.
"Aku yakin dengan cintaku, Ra, dan aku juga mencintai kamu.. bahkan mungkin lebih besar dari rasa cinta pria lain padamu, kamu adalah jodohku.." Yoga mengepalkan kedua tangannya.
Kinara menggeleng .
"Kamu tidak bisa membedakan antara nafsu dan cinta Yoga.. dulu pun begitu saat kamu masih bersamaku, kamu bilang mencintai Anita hingga kalian tega berselingkuh di belakangku dengan dalih saling mencintai.. lalu setelah aku melepaskan kamu, lagi kamu melakukan hal yang sama, melukai wanita lain yang kamu katakan sebagai cinta kamu itu, dan mengejar ku bahkan melakukan hal kotor"
"Aku tak peduli dengannya!.." Yoga berteriak memotong ucapan Kinara, kenyataan bahwa Kinara dan Abi tidak terpengaruh sama sekali dengan fitnahnya membuatnya terbakar, apalagi Kinara datang dan mengatakan bahwa dia mengikhlaskan semuanya.
Teriakan Yoga membuat petugas polisi yang menunggu mereka menegak waspada.
"Begitulah kamu, egois! brengsek dan bajingan, aku tidak tau apa yang dilihat Anita hingga dia begitu mencintaimu dan rela menjadi selingkuhan!, bahkan sekarang di akhir hidupnya dia harus sendirian, dimana pria yang dia cintai Hah!" Kinara berdiri dan menunjuk Yoga, keluar sudah amarahnya yang sejak dia tahan, berkata mengikhlaskan dan benar- benar mengikhlaskan memang berbeda, tentang Anita, Kinara tidak akan berpendapat, namun Yoga si brengsek ini hanya bertindak semaunya, lalu untuk apa Yoga menikahinya.
Kinara menghela nafasnya "Dengarkan ini Yoga jangan sampai kamu menyesal karena sudah melakukan hal sia- sia dan mengabaikan kewajiban kamu!." dia tidak akan mengatakan pada Yoga tentang keadaan Anita, biarlah Anita yang lebih berhak untuk mengutuk Yoga.
Kinara beralih ke arah Abi yang masih duduk dengan tenang "Ayo pulang mas"
Abi mengangguk "Pergilah dulu!" Kinara mengangguk lalu pergi dari ruang jenguk, setelah Kinara pergi Abi menatap Yoga tajam, sejak tadi di biarkan Kinara bicara dan sekarang gilirannya "Meski istriku melepaskan semuanya, tapi aku akan pastikan proses hukum terus berjalan.. dengar Yoga sejatinya cinta tidak akan melihat dengan mata, karena ada kalanya cinta membuat buta mata kita dengan mengabaikan kebenaran sesungguhnya, karena meskipun kamu sudah memberi noda pada Kinara, hatiku tetap melihat Kinara bersih tanpa cacat!, dan aku beruntung memilikinya, maka aku tidak akan menyiakan waktu untuk melepaskannya!" Abi bangkit berdiri, meninggalkan Yoga yang termenung.
Sedangkan diluar pintu Kinara mematung mendengar ucapan Abi, Kinara tersenyum di tengah air matanya yang mengalir, beruntungnya dia memiliki Abi.
Abi adalah pria yang paling bertanggung jawab yang pernah Kinara tahu, selain sang ayah, Abi punya ketulusan dalam mencintainya, Abi tulus mencintainya diatas noda yang sudah di torehkan pria lain.
__ADS_1
Kinara melangkah cepat ke arah luar sebelum Abi datang, lalu menghapus air matanya, saat Abi menghampiri Kinara tersenyum manis lalu memeluk tangan Abi, begitu erat dengan kepala yang bersandar di tangannya.
"Ayo mas!" Abi mengerut melihat Kinara tersenyum begitu lebar.
"Hey.. ada apa dengan istriku ini? kenapa menjadi kucing manis"
Kinara mengerucutkan bibirnya "Kenapa memangnya tidak suka istri yang manis!"
Abi tergelak, lalu mencubit pipi Kinara "Tentu saja, aku suka kamu seperti apapun, kamu yang manis, kamu yang ceria, apalagi jika kamu sedang marah, terlihat menggemaskan hingga aku ingin mencubit wajah kamu ini..ah dan satu lagi.."
Abi terlihat berfikir lalu menyeringai, sedangkan Kinara memicingkan matanya curiga "Aku suka kamu saat WOT terlihat liar dan menggairahkan" Kinara membelalakan matanya, apa yang Abi katakan, ayolah mereka masih di kantor polisi.
"Astaga mas!" Kinara berjalan menjauh sedangkan Abi mengejar Kinara dengan langkah lebarnya dan memasuki mobil mereka yang terparkir.
Abi masih terus tertawa saat memasuki kursi kemudi hingga membuat Kinara mencebik "Itu baru satu gaya, dan kamu sudah tergila-gila, bagaimana dengan gaya yang lainnya.." cetusnya.
"Ah.. benarkah, apakah masih ada, seperti apa..? aku tidak sabar untuk mencobanya"
Kinara melotot tak percaya, apa Abi benar- benar tidak tahu, ah tidak.. Kinara yakin Abi tahu dan hanya pura- pura tak tahu, sepolos- polosnya pria dia tidak akan membiarkan dirinya bodoh di depan wanita, dan kenyataan yang Kinara sadari adalah Abi sengaja membiarkan dia bekerja sendiri untuk gaya yang akan mereka lakukan nanti.. seperti saat Kinara melakukannya dengan gaya WOT.
Kinara melihat ke arah kantor polisi lalu menyeringai nakal.
"Tentu saja, ada banyak gaya, dan aku akan membuat kamu terkejut nanti" Kinara menggigit bibir bawahnya seolah menggoda, membuat Abi gemas seketika meraih Kinara agar duduk di pangkuannya.
"Begitu.. apakah salah satunya bisa kita lakukan disini!" bisiknya dengan serak, Kinara bahkan langsung merasakan seluruh tubuhnya panas saat merasakan hembusan nafas Abi belum lagi benda panjang di bawahnya yang sudah memadat dan semakin keras.
Benar bukan.. Abi tidak bodoh, apalagi polos, bagaimana bisa dia berfikir mereka akan melakukannya di parkiran kantor polisi, Abi mesum sialan!.
Tapi Kinara mencintainya.
...
Like..
Komen..
Vote..
__ADS_1
Mari kasih bunga🌹, atau kopi juga boleh☕ untuk happy ending🤭