
"Aku hanya bisa peringatkan kamu Ra, hati- hati dengan Yoga.. aku merasa dia mulai gila karena cintanya ke kamu.. dan dia mungkin punya rencana lebih jahat dari apa yang dia lakukan sekarang"
Kata- kata Anita terus terngiang di telinganya, hingga membuat Kinara merasa kepalanya akan pecah, setengah hati Kinara tak percaya dengan apa yang di katakan Anita, bagaimana bisa Yoga yang lembut bisa melakukan hal gila, apakah ambisinya begitu besar untuk mendapatkannya kembali, lalu apa yang akan dia lakukan.
"Ra..?" Yoga tersenyum melihat Kinara, sedangkan Kinara menatapnya dengan datar "Kamu menghubungiku, dan aku segera datang.." setelah bertemu Anita Kinara menghubungi Yoga.
"Apa sebenarnya mau kamu Yoga?" Yoga mengerutkan keningnya. "Kenapa kamu mengganggu rumah tanggaku?"
"Belum cukupkah kamu membuat aku menderita selama ini.."
"Apa maksudmu Ra.."
"Berhentilah Yoga, jalani hidupmu, hidup kita masing- masing, jalan kita sudah berbeda sejak kamu sendiri yang berkhianat.."
Yoga tercenung "Aku tahu kamu sengaja meminta Riana untuk memasuki rumah tanggaku, entah apa yang kamu fikirkan Yoga, tapi tolong berhentilah.." Kinara bangkit dari duduknya, dia muak dengan semua kenyataan ini.
"Bagaimana bisa aku berhenti Ra, sedangkan aku mencintai kamu, dan aku yakin kamu pun masih mencintai aku.. cinta kamu hanya untuk aku Ra.. kita di takdirkan bersama!"
"Sedangkan Abi, kamu melakukan itu hanya untuk membuatku cemburu saja, maka itu aku suruh Riana untuk menyadarkan kamu bahwa kamu tidak berharga untuk Abi.."
Kinara menggeleng pelan, bagaimana bisa Yoga berkata seperti itu "Kamu gila Yoga"
Kinara pergi tak peduli Yoga berteriak memanggilnya.
"Aku akan buktikan Ra, bahwa kamu hanya milikku!"
Anita benar Yoga sudah gila, dia benar- benar tidak waras, dari mana dia menyimpulkan bahwa Kinara masih mencintainya.
...
Anita memasukan pakaian terakhirnya ke dalam koper, dia memutuskan untuk pergi dan menunggu saatnya melahirkan di rumah sakit, Anita sudah memikirkan secara matang untuk membiarkan bayinya lahir secara sesar, masih ada waktu, dan semoga bayinya bisa selamat.
__ADS_1
Entah apa yang akan terjadi pada dirinya, namun, Anita berdoa semoga bayinya bisa hidup dengan baik.. Anita menggenggam sepucuk surat yang sudah dia tulis beberapa hari lalu, rasa bersalahnya begitu dalam, apalagi niat awalnya dia ingin lenyap bersama dengan bayinya, namun beberapa hari ini seorang bayi selalu muncul dalam mimpinya, sesekali dia tertawa lalu menangis.
Anita menangis "Maafkan mama Nak, jika mama tidak bisa berjuang untukmu, dan jangan pernah bersedih jika papamu tidak menginginkan kamu, hiduplah menjadi pribadi yang kuat dan jangan biarkan keburukan menguasaimu, jangan sampai kamu seperti mama.."
Anita menghapus air matanya saat mendengar derap langkah, Anita yakin Yoga sudah pulang, Anita menyembunyikan kopernya lalu bersembunyi di balik pintu, kamar mandi.
"Aku tidak mau tahu, bagaimana pun juga kamu harus bawa Kinara, setelah di sana kamu bisa serahkan semuanya padaku.."
"Apa yang akan kau lakukan?"
"Dengar Riana, sejak awal aku mengandalkanmu nyatanya kamu tidak berguna, jika kamu bisa membawa Kinara ke hotel Xx aku akan berikan uang yang aku janjikan." Anita mengintip lewat celah pintu, untuk mendengar pembicaraan Yoga, terlihat Yoga menarik sebuah kemeja dari dalam lemari.
"Baiklah!"
"Lakukan dengan benar!"
Yoga berhenti bicara, saat ponselnya sudah di matikan lalu seringaian muncul di bibirnya.
Anita menutup mulutnya, saat melihat Yoga menggenggam bubuk putih yang dia keluarkan dari kemeja kotornya. Apa yang akan Yoga lakukan pada Kinara?.. mendengar Yoga kembali pergi setelah mengganti kemejanya, Anita keluar dari persembunyiannya.
Anita memastikan mobil Yoga keluar gerbang, lalu dia mencari ponselnya untuk menghubungi Kinara, namun berapa kali Anita menghubungi Kinara, Kinara tak mengangkat panggilannya. "Astaga, bagaimana ini.." Anita bergumam pada diri sendiri.
Lalu Anita berjalan cepat keluar rumah, jika dia tidak bisa menghubungi Kinara semoga saja Kinara masih ada dirumahnya dan dia belum bertemu Riana.
Anita tau rumah Kinara dan Abi, tentu saja. Beberapa hari lalu Anita mencari tahu dengan niat untuk meminta maaf, namun keberanian itu tak pernah muncul, hingga Anita bertemu Kinara di makam orang tua Kinara.
Sepanjang jalan Anita tak berhenti menghubungi Kinara, namun kini no ponsel Kinara tak bisa di hubungi sama sekali.
Anita meremas setirnya, karena rasa khawatirnya Anita bahkan lupa bahwa bayinya dan dirinya sendiri dalam bahaya, dia bahkan mengabaikan rasa sakit di bagian bawah perutnya
.
__ADS_1
.
.
Kinara baru saja tiba di rumah, dan belum menemukan Arumi, Kinara mengerut saat melihat jam di ponselnya, ini sudah lebih dari waktunya Arumi pulang, bahkan hari sudah sore, bukankah mereka sudah sepakat jika Arumi harus pulang tepat waktu, pada saat yang sama ponsel Kinara berbunyi, saat melihat nama yang tertera Kinara langsung mengangkat panggilan tersebut "Riana..?"
"Kinara, aku tak bisa mengantar Arumi, bisakah kamu menjemputnya kemari.."
"Dimana kamu?" nada suara Kinara berubah dingin, mengingat kelakuan Riana, bagaimana mungkin dia bisa menyerahkan Arumi, setelah ini Kinara akan biarkan Abi mengurus Riana.
"Aku sedang menemui temanku di hotel Xx, bisakah kamu jemput dia disini, sepertinya Arumi juga mulai kesal.."
"Aku kesana!" Kinara membalik langkahnya, dan kembali memasuki mobilnya untuk pergi ke hotel Xx dimana Arumi berada, bagaimana bisa Riana membawa Arumi ke hotel dan bertemu temannya di sana, bagaimana jika teman Riana adalah pria brengsek seperti tempo hari.
Kinara melajukan mobilnya dengan fokus dan menghiraukan ponselnya yang berbunyi, di pertengahan jalan Kinara teringat Abi, dia menepikan mobilnya untuk menghubungi Abi.
Kinara mengerutkan keningnya saat melihat Anita menghubunginya hingga lima kali, Kinara memilih mengabaikan dan menghubungi Abi lebih dulu saat ini masalahnya lebih penting.
Namun Kinara mengerutkan kening saat ponselnya tak tersambung, Kinara menjauhkan ponsel di telinganya dan melihat ponselnya mati "Astaga.. kehabisan daya" Kinara menghela nafasnya lalu melanjutkan perjalanannya ke hotel Xx.
.
.
.
Like..
Komen..
Vote..
__ADS_1