Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka

Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka
Terlambat..?


__ADS_3

Kinara memasuki lobi hotel Xx, dan menuju resepsionis untuk menanyakan di mana kamar yang di pesan Riana.


"Anda Nyonya Kinara?"


"Ya, aku.."


"Ada pesan dari nyonya Riana, beliau sedang pergi ke sebuah mini market dan meminta anda menunggu di kamar 1032, di lantai 9"


Kinara mengerutkan keningnya " Aku akan tunggu di sini"


"Tapi Nyonya Riana berpesan kalau, putrinya menunggu anda di dalam kamar.." Kinara makin mengerut kenapa Arumi di tinggalkan di dalam kamar sendiri, apa yang Riana inginkan.


"Baiklah aku akan naik.. tapi bisakah aku minta tolong.."


....


Anita turun dari mobilnya dan melihat gerbang rumah besar di depannya yang tertutup, seorang penjaga menghampiri Anita setelah beberapa saat lalu Anita menekan bel.


"Ada yang bisa ku bantu, nyonya?"


"Apa Kinara ada..?"


"Bu Nara baru saja pergi Nyonya.." Anita meremas rambutnya.


"Ada masalah apa ya Nyonya?" melihat raut khawatir wanita di depannya, penjaga rumah Abi pun bertanya.


Anita menggeleng "Lalu apa suaminya ada?" Penjaga rumah baru akan bicara sebuah mobil menuju ke arah mereka.


"Itu Pak Abi, Nyonya.." tunjuk Penjaga pada mobil Abi yang berhenti tepat di belakang mobil Anita.


"Ada apa ini?" Abi mengerutkan keningnya saat melihat sebuah mobil menghalangi jalannya memasuki rumah, apalagi seorang wanita hamil sedang bicara dengan penjaga rumahnya.


"Abi.." Anita tidak mengenal Abi, hanya saja dia pernah beberapa kali melihat dan bertemu, dan Anita yakin Abi pasti mengenalnya, meski Anita tidak tahu Abi mengenal Anita sebagai saudara Riana atau tidak.


"Anita?" Abi mengangkat alisnya.


Anita menghela nafasnya, tentu saja Abi mengenalnya, terlebih dirinyalah salah satu sumber luka di hati Kinara.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan disini?"


"Aku gak punya waktu untuk basa-basi, Kinara dalam bahaya sekarang, Yoga akan menjebaknya.." Abi mendengus.


"Kamu sedang bermain peran.. aku tahu kamu adalah orang yang akan paling bahagia jika Kinara terluka"


Anita menggeleng "Percayalah padaku Abi..akh.." Anita semakin merasakan bagian bawah tubuhnya terasa sakit, awalnya dia hiraukan saja, namun semakin lama semakin menyakitkan.


"Cepatlah Abi, selamatkan Kinara.. Aku mendengar Yoga memerintahkan Riana untuk memancing Kinara ke hotel Xx.." Anita berjongkok, sebelah tangan Anita berpegangan pada penjaga rumah Abi, yang masih bingung dengan ucapan dari wanita di depannya ini. "Aku bersumpah Abi, demi nyawaku sendiri, aku tidak berbohong.." Anita berbicara semakin lirih, karena menahan sakit.


"Brengsek!" Abi akan memasuki mobil, namun melihat kondisi Anita yang terlihat mengkhawatirkan, Abi pun bicara pada penjaga rumahnya "Bawa dia ke rumah sakit. segera!"


"Baik Pak!" Anita tersenyum, di saat genting pun Abi masih peduli pada orang lain, yang jelas- jelas Anita adalah wanita jahat yang sudah menghancurkan pernikahan Kinara dulu, dan Anita tidak menyesal, setidaknya setelah perceraian nya Kinara menemukan pria baik dan sempurna seperti Abi.


Tuhan memang adil.


Abi memacu mobilnya dengan cepat ke arah dimana hotel Xx berada, Abi tak bisa abaikan kata- kata Anita, meski sebelah hatinya ragu mengingat siapa Anita, namun ini berhubungan dengan Kinara dia tak bisa diam.


Abi menekan ponselnya untuk menghubungi seseorang tanpa menghentikan laju mobilnya.


Sial, jika terjadi sesuatu pada Kinara, Yoga dan Riana akan menyesal seumur hidup, Abi bersumpah.


.


.


.


Saat Abi tiba di hotel, ponselnya berdering dan melihat nomer yang tidak di kenal disana awalnya Abi ingin mengabaikan namun akhirnya Abi mengangkat panggilan tersebut "Halo" Abi menutup pintu mobilnya.


"Maaf dengan Pak Abi?"


"Ya, Aku.."


Abi berjalan cepat memasuki lobi hotel "Saya resepsionis di hotel Xx, saya memiliki pesan dari nyonya Kinara.."


"Ya aku baru saja masuk" Abi mematikan ponselnya begitu melihat resepsionis, juga memegang telepon.

__ADS_1


"Apa yang istriku katakan?" dari caranya menatap Abi mungkin dia juga tahu pria yang tadi di hubunginnya adalah pria di depannya, suami nyonya Kinara.


Resepsionis pun menceritakan apa yang Kinara katakan padanya tadi..


....


"Baiklah aku akan naik.. tapi bisakah aku minta tolong" Kinara menatap resepsionis dengan serius "Bantu jika aku tidak keluar dalam waktu setengah jam bisakah kamu menghubungi nomer ini, dia suamiku.. katakan padanya dimana aku berada!" Kinara menyimpan kartu nama Abi di meja resepsionis, lalu pergi ke kamar hotel Riana.


.


.


"Pak Abi, sebaiknya anda membawa keamanan.."


Abi mengangguk dan resepsionis pun segera menghubungi pihak keamanan.


Abi berlari mencari dimana kamar 1032 yang di sebutkan resepsionis, saat menemukannya Abi menggedor pintu hingga beberapa saat pintu tak juga terbuka. Akhirnya Abi dan dua orang keamanan pun mendobrak pintu hingga pintu terbuka.


Brak!!.


Abi terpaku saat melihat Yoga yang menyeringai ke arahnya dengan hanya mengenakan handuk kimono membalut tubuhnya, yang masih basah.


Lalu melihat ke arah ranjang dimana Kinara terlelap dengan terbalut selimut dan menampakan pundaknya yang terbuka.


"Kau terlambat!"


.


.


.


Like..


Komen..


Vote..

__ADS_1


__ADS_2