
Kinara baru saja selesai dengan mandinya, dia hendak keluar dari kamar mandi, saat akan membuka pintu tangannya terhenti di udara, rasanya dia melupakan sesuatu.. tapi apa?.
Kinara menyentuh dahinya dan berfikir apa yang dia lupakan, lalu tatapan Kinara jatuh pada gaun pengantinnya..
Kinara menepuk keningnya, Astaga.. bagaimana dia bisa lupa.
Bergegas keluar dari kamar mandi dan pergi dengan segera, Kinara berjalan cepat hingga tak peduli pelayan yang berdehem entah karena apa.
Pertama- tama Kinara pergi ke kamar Arumi dan memastikan anak itu sudah tertidur, lalu pergi ke kamar di sebelahnya dimana kamar Abi berada, Kinara menarik nafas demi meredakan detak jantungnya yang terus memacu kuat.
Kinara melongokkan wajahnya namun tak mendapati Abi di dalamnya, dengan memberanikan diri Kinara akhirnya masuk dan memutuskan akan menunggu di dalam saja.
Kinara berdiri dengan cemas saat mendengar suara air bergemericik di kamar mandi.
Saat pintu terbuka Kinara mendongak namun saat menyadari Abi hanya memakai handuk Kinara membalikkan tubuhnya "Kamu lupa kalau sudah punya suami?" Abi berdecak kesal dia menunggu Kinara selama dua jam tapi Kinara tak juga datang, Abi bahkan memprotes saat Kinara bilang dia akan mandi di kamarnya, tapi Kinara bilang pakaiannya masih berada di kamarnya.
Maka Abi tak bisa berkata apapun lagi, Abi menunggu di kamarnya, namun sudah dua jam Kinara pergi tapi belum juga kembali.
Kinara sebenarnya memang hanya berniat untuk mandi, namun saat mandi bisa-bisanya dia menikmati berendam di bathtub, dengan aroma terapi yang di berikan WO nya, katanya aroma yang khas akan membuat lebih rileks, benar saja saat Kinara mandi dia bahkan sempat tertidur, karena merasa nyaman.
Kinara menelan ludahnya saat merasa hawa panas di belakangnya, Abi semakin mendekat.
"Kamu baru selesai mandi?" Abi menyerukan kepalanya di bahu Kinara.
"Itu, aku lupa.. tidak, aku bukan lupa tapi aku tertidur.."
__ADS_1
"Tertidur di kamar mandi?" Kinara mengangguk. "Kamu tidak lupa, jika sudah menikah" Kinara menggeleng.
"Bagus, setidaknya kamu ingat.." Abi menelusupkan tangannya di pinggang Kinara "Apa kamu berlari sampai lupa dan hanya memakai handuk?" Abi memeluk dan mengeratkan tautan tangannya.
Kinara tertegun lalu melihat dirinya yang memang menggunakan kimono mandi "Astaga.. aku, aku akan pakai baju dulu.." Kinara sangat panik dan takut Abi menunggunya lalu marah, hingga saat keluar dari kamar mandi Kinara langsung berlari ke arah kamar Abi.
"Aku tidak keberatan, tentu saja itu akan lebih memudahkan aku, tapi Nara.. kamu melewati ruangan lain apakah disana tidak ada orang..?"
Kinara meringis pipinya tiba-tiba terasa panas "Bagaimana ini, aku malu.. tadi aku mendengar para pelayan berdehem, mungkin mereka canggung melihatku.."
Abi mencubit pipi merah Kinara "Lain kali jangan seperti itu lagi.. aku tidak mau orang lain melihat apa yang hanya aku yang boleh melihatnya!"
"Maafkan aku.."
"Lalu kenapa kamu membelakangiku?" lagi-lagi ucapan Abi membuatnya merona.
"Untuk apa pakai baju? bukankah kamu juga tidak?"
"Mas.."
"Hum?"
Abi masih terus memeluk Kinara dari belakang menikmati aroma tubuh Kinara yang wanginya berbeda, mungkin karena ini Kinara sangat nyaman saat mandi, baru kali ini Abi merasa sangat nyaman, dan sepertinya dia mulai mengantuk "Ayo tidur" ajaknya.
Kinara menelan ludahnya saat kata-kata itu meluncur dari mulut Abi, jantungnya berdebar mengingat ini adalah malam pertama mereka.
__ADS_1
"Kenapa pipimu semakin merah saja..?" Abi melihat wajah Kinara, dan menggoda karena Abi tahu apa yang Kinara fikirkan saat ini.
"Mas... ih" Kinara memukul lembut wajah Abi yang sengaja di miringkan agar bisa melihatnya.
Abi tertawa "Aku tahu apa yang kamu fikirkan, tapi kali ini kita hanya akan tidur.." Abi menggenggam tangan Kinara dan membawanya ke arah ranjang.
"Aku belum pakai baju Mas" Kinara mencoba menepis ketukan hatinya yang semakin berdebar, ini bukan pertama kalinya dia tidur dengan seorang pria, tapi kenapa rasanya begitu gugup.
"Untuk apa?" Kinara mengerutkan keningnya "Kita tak perlu pakaian karena, saat aku menginginkannya aku tak perlu repot melepasnya.."
"Mas!!"
Abi tertawa, lalu menarik selimut untuk menutupi mereka berdua, Abi memeluk Kinara lalu mengecup dahi Kinara "Tidurlah, kamu pasti lelah" Kinara tersenyum, lalu menenggelamkan dirinya di pelukan Abi, pipinya bahkan menyentuh kulit dada Abi yang terasa nyaman dan hangat hingga tanpa sadar Kinara terlelap, mereka benar-benar hanya tidur dengan handuk yang menutupi mereka.
.
.
.
Mohon maaf lama, dari siang signalnya lemot, bahkan gak ada sampe gak bisa buka apl.. nasib di pedalamanš¤§
Like..
Komen..
__ADS_1
Vote..