Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka

Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka
Anita Dan Bayinya


__ADS_3

"Aku tidak menerima siapa pun.. jika sampai dia masuk, hari ini juga kamu, Aku pecat"


Sekertaris Yoga menelan ludahnya, belum reda rasa terkejutnya pintu terbuka dengan paksa, Anita masuk dan berhadapan dengan Yoga.


Yoga menatap Anita datar, dan melihat sekertarisnya yang masih mematung "Pergi dan kemasi semua barangmu, kamu di pecat!"


"Ta..pi Pak.." dia tidak menyangka, ancaman yang di berikan benar- benar Yoga lakukan "Saya mohon Pak, saya membutuhkan pekerjaan ini.."


"Saya tidak membutuhkan orang yang tidak bisa menuruti perintah saya!"


"Tapi Nyonya masuk begitu saja.." Anita mengerutkan keningnya, apa Yoga memecat sekertarisnya gara- gara dirinya.


Yoga brengsek, di begitu tidak mau bertemu dengannya hingga melakukan segala cara.


Anita mengumpat dalam hati wanita berbadan dua itu mengepalkan kedua tangannya.


"Hanya karena tidak mau bertemu aku, kamu memecat sekertaris kamu Mas, apa aku begitu hina sampai kamu tidak mau bertemu.."


Yoga menundukan wajahnya mencoba menghiraukan Anita dengan melakukan pekerjaannya. "Mas! sudah lebih dari dua minggu kamu tidak pulang.. Aku bahkan tak bisa menghubungi kamu"


Yoga mendongak "Aku tidak ada urusan sama kamu, dan dengar ini setelah kamu melahirkan Kita akan bercerai" Yoga berkata dengan tanpa perasaan, Anita bahkan tercengang.


"Apa maksud kamu Mas?"


"Kamu kira aku sudi mempunyai istri pembunuh, seperti kamu!"


Anita menjadi pucat, dia teringat dengan apa yang dia lakukan pada Kinara "Kamu tenang saja, aku akan mengurus anakku dengan baik tanpa kamu yang tidak pantas di sebut seorang ibu"


"Kamu keterlaluan Mas!"


"Kenapa? bahkan jika kamu punya jiwa seorang ibu, kamu tidak akan tega membunuh seorang bayi.." Yoga benar-benar kehilangan kelembutannya, jika dulu Yoga masih selalu memperlakukan Anita dengan lembut saat masih menjadi suami Kinara, kini semua hilang.


Yoga bahkan terlihat menyeramkan di mata Anita, apa yang harus Anita lakukan untuk mengembalikan Yoga padanya.


"Pergi, dan aku akan menemui kamu saat kamu melahirkan, dan saat itu pula kita akan bercerai.."


"Mas.. aku mohon maafkan Aku, kasih aku kesempatan Mas, aku menyesal.." Anita bahkan berlutut di kaki Yoga. "Aku tahu aku salah tapi itu semua karena aku takut kehilangan kamu Mas!"


Yoga tak bicara di sudah jengah dengan apa yang Anita katakan dia hanya perlu menunggu kurang lebih dua bulan lagi hingga Anita melahirkan.

__ADS_1


"Pergi Anita, aku tidak akan luluh bahkan meski kamu mencium kakiku.." Anita makin menunduk dengan tangan bergetar dia sulit untuk bangun usia kandungannya yang menginjak delapan bulan, dan dia rela berlutut di depan Yoga.


"Apa kamu tidak berfikir tentang perasaanku Mas, bagaimana kamu akan menceraikan aku dan mengambil anakku.."


"Lalu bagaimana dengan aku, kamu juga sudah mengambil anakku, aku hanya mengambil anakku, anggap saja kamu sedang mengganti dengan anakku dan Kinara yang sudah kamu renggut dengan kejam.." Anita tercengang apa Yoga berniat kembali bersama Kinara dengan anaknya kelak.


"Kamu.. kamu tidak berniat akan kembali dengan Kinara kan Mas?!" Anita menggelengkan kepalanya, jangan.. tidak mungkin.


"Kenapa tidak, aku yakin Kinara akan menjadi ibu yang baik untuk anakku nanti.." Anita tertunduk makin dalam, dia menelan ludahnya kasar, beginikah akhirnya.. dia yang hancur sendirian..


.


.


.


Anita melangkahkan kaki nya keluar dari kantor Yoga dengan mengepalkan tangannya, masuk kedalam mobil dan mengusap air matanya, rumah tangga impiannya berada di ujung tanduk, rumah tangganya dengan Yoga yang tidak seharusnya berakhir seperti ini, dan ini semua karena Kinara, bahkan jika Kinara sudah kehilangan bayinya Anita tetap tidak merasa ini impas untuk Kinara, karena Kinara yang sudah merenggut Yoga lebih dulu darinya, lalu sekarang dia harus hancur seperti ini.


Tidak, Anita menggeleng tak rela, Anita menekan layar ponselnya dan meletakkannya di telinga "Ma.." Anita berbicara saat mendengar suara di seberang sana.


"Ma, Mas Yoga akan menceraikan Aku dan kembali pada Kinara.." Anita terisak pelan, dan membuat seseorang di seberang sana makin marah dengan berita yang di dapat dari menantu kesayangannya.


"Apa kamu bilang, tentu saja Mama tidak akan mengizinkan itu.."


"Apa yang terjadi dengan aku Ma, kalau sampai Mas Yoga meninggalkan aku, bahkan dia berniat mengambil anakku dan mengurusnya dengan Kinara.. aku tidak mau Ma.."


"Tenanglah Anita, Mama tidak akan membiarkan Ja lang itu merebut Yoga dari kamu kedua kalinya.."


Anita tersenyum senang, setelah ini dia hanya perlu melihat Mama Yoga yang bertindak, dan memastikan Yoga tidak akan membantah Mamanya.


Anita melajukan mobilnya setelah merasakan dirinya tenang, dia akan pergi ke dokter kandungan untuk pemeriksaan rutin, bulan lalu Anita juga melewatkannya, dan niatnya kini datang untuk mengajak Yoga pergi bersama tapi Yoga tidak mendengarkannya dan dengan egois mengusirnya pergi.


Di tengah perjalanan ponsel Anita berbunyi menandakan pesan masuk..


Anita mencebik saat melihat isi pesan tersebut "Apa mereka tidak punya pekerjaan lain, baru beberapa bulan kemarin mereka mengadakan reuni dan sekarang reuni lagi.." tapi tunggu reuni sebelumnya di tidak bisa menghadirinya bukan, dan statusnya saat itu masih selingkuhan Yoga, namun sekarang berbeda, dia sudah menjadi istri Prayoga Dinata Akbar, dan itu suatu kebanggaan.


Setidaknya dia tidak datang sendiri dan mendapat ledekan dari teman- temannya karena berstatus jomblo.


Tapi bagaimana dia bisa membujuk Yoga agar datang bersamanya, Anita terus berfikir bagaimana dia bisa membawa Yoga pergi dengannya, hingga tiba di parkiran rumah sakit, saat akan keluar dari mobil, Anita memiliki ide cemerlang, dan menghentikan sejenak langkah kakinya lalu mengangguk dengan senyum tersungging di ujung bibirnya, dia tahu apa yang harus dia lakukan agar Yoga menurutinya.

__ADS_1


Anita memasuki ruangan dokter obgyn untuk memeriksakan diri, setelah mengatakan sedikit keluhannya Anita berbaring untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh melalui mesin USG.


Anita menatap layar komputer meski tak mengerti namun Anita mulai khawatir saat melihat raut dokter yang mengeryitkan dahinya lalu wajahnya menjadi pucat dan sedih, ada apa?


"Dokter ada apa?, apa bayiku baik-baik saja..?"


Dokter itu tersenyum, namun terlambat.. senyumnya malah membuat Anita semakin khawatir "Tidak masalah, apa suamimu ikut.. aku akan menjelaskannya secara langsung kepada kalian berdua.."


"Apa maksud dokter, anakku baik-baik saja bukan, dokter?"


Dokter kembali tersenyum "Untuk itu kita perlu bicara bersama dengan suamimu untuk langkah selanjutnya.."


"Suamiku,.. tidak ikut dokter, dia sedang bekerja. Anda bisa menjelaskannya pada saya saja.."


Dokter menghela nafasnya lalu mendudukan dirinya, setelah mempersilahkan Anita untuk duduk.


"Aku lihat kamu juga tidak datang bulan lalu?" Dokter bicara dengan membuka berkas di depannya.


"Ya Dokter aku sedang sangat sibuk akhir-akhir ini.." Anita meringis.. sibuk memikirkan nasib pernikahannya dengan Yoga yang penuh pertengkaran.


"Sebelumnya aku menyarankan kamu untuk tidak stres bukan, dan aku menyarankan untuk lebih banyak mengobrol dengan bayi agar mempengaruhi kinerja otak bayi?" Anita mengangguk.


Dokter menghela nafasnya "Ada masalah dengan bayimu.."


.


.


.


Like..


Komen..


Vote..


🌹🌹🌹🌹


☕☕☕☕

__ADS_1


__ADS_2