
"Gak perlu basa- basi, katakan apa yang ingin kamu katakan sekarang!" Kinara tak ingin terlalu lama duduk dengan Anita seperti dulu saat mereka bersahabat, Kinara mendengus dalam hati bahkan mungkin sejak dulu Anita tidak pernah menganggapnya sahabat.
Anita menghela nafasnya, butuh keberanian lebih bagi Anita untuk bicara dengan Kinara, kemarin akhirnya Anita mengunjungi makam kedua orang tua Kinara untuk meminta maaf karena sudah membuat pernikahan Kinara hancur, dan sekarang dia harus mengumpulkan keberaniannya untuk bicara dengan Kinara secara langsung.
"Kamu pasti tau Riana.." Kinara menegakkan punggungnya. "Dia adalah saudara jauhku, karena jarang bertemu aku bahkan hampir lupa kapan terakhir kali kami bertemu.."
"Saat aku melihat Abi, aku mengingat dimana pernah bertemu dengannya, namun sekeras apapun aku mengingat aku tetap saja tak bisa ingat..
Tapi hari itu aku bertemu Riana dan ternyata aku mengingat ternyata Abi adalah suami Riana, yang sekarang sudah menjadi mantan..
Saat bertemu aku sedikit berbincang dengan Riana, yang ternyata dia di usir orang tuannya karena bercerai dengan Abi, terlebih karena Riana bahkan meninggalkan hak asuh anaknya di tangan Abi, dan yang paling membuat keluarganya kecewa Abi menarik semua investasinya di perusahaan keluarga Riana..
Aku tak tahu dari mana Yoga tahu semua tentang Riana, namun hari itu aku melihat Yoga bertemu Riana di sebuah cafe, mungkin dia mencari tahu semua tentang kehidupan Abi, entahlah.
__ADS_1
Tapi sejak saat itu Yoga sering menerima telpon dari Riana, dan mereka bicara tentang kalian, awalnya aku tidak yakin namun Abi mana lagi jika bukan mantan suaminya Riana yang di bicarakan, dan bahkan dia sekarang adalah suami kamu..
Aku gak tahu rencana Yoga, tapi mungkin saja dia ingin menghancurkan rumah tangga kamu agar dia bisa kembali sama kamu.."
Kinara tercenung, benar dugaannya bukan Anita yang ada di balik ini semua tapi Yoga.
"Aku hanya bisa beritahu ini, karena hanya ini yang aku tahu."
Kinara menatap Anita yang menunduk "Kenapa kamu memberitahu aku, bukankah kamu salah satu orang yang akan bahagia jika aku terluka.." Tatapan Anita yang nanar pada Kinara membuat Kinara sedikit tercenung, lalu Kinara tersadar dia terlalu banyak bersimpati pada orang lain dan berakhir buruk bagi hidupnya, maka tidak kali ini.
"Kamu mengaku menyerah bahkan setelah menghabisi nyawa anakku.." Anita bisa merasakan tatapan Kinara begitu sinis padanya, bagaimana tidak karena keserakahannya Anita sudah mengorbankannya banyak hal, termasuk sebuah nyawa.
"Untuk itu aku minta maaf" Kinara masih menatap Anita yang bahkan masih menunduk, bahkan dia bisa lihat satu tetes air matanya menetes di pipinya, apakah Anita tulus.
__ADS_1
Lagi- lagi Kinara mengumpat dalam hati, mengapa hatinya selalu luluh hanya karena melihat raut sedih orang lain.
Bukankah Kinara sejak kemarin menunggu ucapan maaf dari Anita, mengapa saat mendengarnya sekarang malah dia yang merasa bersalah.
"Kamu tak perlu memaafkan aku, aku tahu aku tak pantas di maafkan.." Anita sudah mendapatkan balasan, balasan yang setimpal bahkan balasan ini datang dari Tuhan, bukan dari Kinara.
"Aku hanya bisa peringatkan kamu Ra, hati- hati dengan Yoga.. aku merasa dia mulai gila karena cintanya ke kamu.. dan dia mungkin punya rencana lebih jahat dari apa yang dia lakukan sekarang"
.
.
Like..
__ADS_1
Komen..
Vote..