
"Papa..
"Mama.."
Bugh..
Entah kekuatan dari mana Kinara mendorong Abi hingga Abi terjatuh ke lantai sedangkan Kinara segera membalik badan dan merapikan kemejanya.
"Kamu!"
Abi menatap nyalang Kinara yang mendorongnya, Abi meringis merasakan pinggangnya.
"Maa.."
"Paa.."
"Ya, Sayang.." Tanpa rasa bersalah Kinara melewati Abi begitu saja.
Beruntung Kinara cepat tersadar saat mendengar Arumi memanggil mereka, jika tidak Arumi mungkin akan melihat adegan dimana Abi men cu mbu nya dengan lahap.
Kinara menepuk pipinya untuk merasakan pipinya yang panas, entah bagaimana dengan bibirnya, Kinara bahkan merasa kebas, apakah bibirnya membengkak?.
Abi mengeram saat mendengar suara Arumi saking terbuai nya, Abi bahkan tak mendengar suara Arumi "Bocah itu.." gerutunya lalu bangun dan menegakkan tubuhnya,bergegas mengikuti Kinara, kenapa dia tidak mendengar suara Arumi yang memanggilnya, nyaris saja jika Kinara tidak tersadar lebih dulu.
Abi mengusak rambutnya "Kenapa harus bangun sekarang?" Abi terus menggerutu, sampai dia melihat Arumi duduk di atas pangkuan Kinara, menenggelamkan wajah bantalnya di dada Kinara, sedangkan Kinara mengelus punggung Arumi.
Abi akan membuka mulut saat Kinara meletakan jarinya di bibir agar dia tidak berisik. Abi menghela nafasnya lalu duduk di sebrang Kinara, kedua tangannya menopang di atas lutut dengan tubuh di condongkan kedepan, matanya tak lepas dari Kinara yang menggumam nyanyian agar Arumi tertidur kembali.
Kinara memang cantik, tidak diragukan lagi, pipi yang tirus, hidung mancung dan kulit putih, jangan lupakan bibir merah muda alami yang tipis dan manis.
Abi rasa Yoga benar- benar buta hingga memilih untuk berkhianat di banding setia pada istri yang baik dan cantik seperti Kinara.
Abi rasa Kinara tak punya celah, Kinara sangat sempurna, dia penyayang, dan bisa mengurus rumah tangga, pekerjaan seperti memasak yang tidak perlu diragukan karena masakan nya selalu nikmat.
Mengenai kebutuhan suami, Abi rasa Kinara bisa di acungi jempol, karena dia yang baru berciuman saja, hampir lupa daratan, apalagi jika ...
Abi menggelengkan kepalanya saat mengingat dirinya hampir melucuti pakaian Kinara tadi..
Astaga...
__ADS_1
Abi akan gila, Abi segera bangun dan pergi ke arah kamar mandi.
Kinara mengerutkan keningnya saat Abi pergi terburu- buru dengan wajah merah.
Setelah beberapa menit menepuk punggung Arumi, Arumi kembali tertidur dan Kinara lekas menidurkan Arumi kembali membawa Arumi kembali ke dalam kamar.
Saat Kinara keluar kamar Abi datang dari arah kamar mandi, rumah Kinara adalah rumah sederhana tidak ada kamar mandi di dalam kamar, hanya satu kamar mandi di dekat dapur saja.
Abi berjalan masih dengan pakaian yang sama, namun rambutnya basah "Mas mandi?"
Abi bergumam lalu duduk di kursi, Kinara menghela nafasnya lalu mengambil handuk dari dalam kamar "Harusnya rambutnya di keringkan.." Kinara berdiri di belakang Abi dan mengusak rambut Abi dengan handuk agar lebih kering.
Abi menikmati setiap gerakan tangan Kinara "Aku mandi gara- gara kamu."
Kinara mengerutkan keningnya "Kenapa aku?"
"Aku tidak bisa menyelesaikan gai rahku karena kamu pergi menemui Arumi.."
"Astaga.. mulut kamu ini Mas, kenapa mesum sekali.." Kinara melempar handuknya pipinya kembali memerah.
Abi mencebik "Kamu juga suka, buktinya membalasku" Kinara di buat salah tingkah dengan perkataan Abi, benar memang dia merasakan sensasi berbeda saat Abi menciumnya pertama kali, seperti ada beban yang terlepas dari hatinya mungkin saja itu perasaan baru dan dia telah melupakan Yoga, maka dari itu Kinara mencoba sekali lagi, saat Abi menjauh Kinara menariknya kembali dan dia yang memulainya.
Kinara tak yakin, tapi untuk beberapa hal Abi selalu ada dalam benaknya dan sedikit demi sedikit mengikis kenangannya bersama Yoga, bukankah itu bagus..
Ya bagus sekali!
Karena Kinara ingin segera membuat kenangan baru dalam hidupnya, karena bagaimanapun semua kenangannya bersama Yoga adalah kepalsuan semata.
"Mas..?"
"Hum?"
"Maaf, tadi aku.. memanfaatkan kamu" lirihnya.
"Apa?" Abi mengerut bingung.
"Saat kamu menciumku, aku lupa segalanya, segala tentang sakitku, kenanganku dengan orang itu.. makanya aku menarik kamu kembali dan berharap kalau aku tidak hanya berilusi bahwa aku bisa melupakan kenanganku dulu.."
"Aku tidak melakukannya karena, menjadikan kamu pelampiasan sungguh, aku hanya ingin lupa semuanya.." Abi tertegun saat Kinara meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Kalau begitu, jika itu bisa membuat kamu lupa, lakukan saja, sampai kamu benar- benar melupakannya.. dan hanya ingat aku" Abi memangkas jarak lalu kembali mencium Kinara, ciuman kedua mereka.
Kinara berjinjit dan melingkarkan tangannya di tengkuk Abi hingga, hingga bisa setara dengan tinggi Abi, menikmati setiap gerakan Abi dan menerima setiap sentuhan Abi "Aku tidak akan melakukannya sebelum kita menikah.." Abi mengecup dahi Kinara "Tapi kita harus lebih sering melakukannya, agar saat kita menikah, kamu hanya mengingatku"
Kinara merasa haru, Abi berniat menjaganya hingga benar- benar boleh disentuh olehnya "Terimakasih.." Kinara menenggelamkan dirinya di dada Abi, perlahan Abi sudah merasuk ke hatinya, dan semoga saja kali ini bukan perasaan sebelah tangan yang Kinara rasakan sendiri, seperti cintanya pada Yoga dulu, dan semoga Abi juga merasakan apa yang dia rasakan, hingga tidak akan ada perpisahan kedua kalinya.
.
.
Jika Kinara sedang dalam proses membuat kenangan baru, Yoga semakin tenggelam dalam penyesalannya.
Sejak Kinara pergi, Yoga belum pulang sama sekali, dan menghiraukan Anita yang terus mencoba menghubunginya.
Yoga menenggelamkan diri dalam pekerjaannya di tak tahu siang atau malam, bahkan Yoga selalu melupakan makan, jika saja sang sekertaris tidak mengingatkannya.
Jika lelah dengan pekerjaanya Yoga beralih memandang sebuah foto pernikahan, tampak sepasang pengantin yang tersenyum cerah ke arah kamera, Yoga mengusap wajah cantik bergaun putih itu dengan raut penyesalan "Maafkan aku Ra.." gumamnya, hingga tanpa sadar Yoga tertidur dengan memeluk fotonya, foto pernikahannya dengan Kinara, yang kini telah berakhir dan harusnya Yoga tak menyimpannya jika saja pernikahan keduanya menjadi pernikahan impian, namun lagi-lagi Yoga menyesal dengan keputusannya.
Anita yang selama ini menjadi selingkuhannya ternyata tak sebaik yang dia kira.
Sekertaris Yoga mengetuk pintu, dan masuk saat Yoga mempersilahkan dia masuk "Maaf Pak, Nyonya Anita datang lagi.." ini sudah kesekian kalinya dan bosnya selalu melarang istrinya masuk, entah apa yang terjadi, bahkan bosnya tidak pernah pulang dan hanya menyiapkan semuanya di kantor.
Sekertaris baru Yoga meringis saat melihat penampilan Yoga, direkturnya seperti tidak terurus dan sepertinya dia baru saja bangun tidur, dia baru bekerja beberapa bulan lalu saat Yoga memutuskan menikah dengan Anita, dan dia juga mendengar beberapa desas desus tentang dahulu saat Yoga masih beristri, Anita lah yang menjadi selingkuhannya hingga kini berhasil menggeser istri pertama.
Lalu ada apa sekarang?
Namun itu bukanlah wewenangnya dia hanya bekerja disana dan tidak boleh ikut campur dalan urusan majikannya.
"Aku tidak menerima siapa pun.. jika sampai dia masuk, hari ini juga kamu, Aku pecat"
..
Mau tahu banget ya kabar YogağŸ¤
Like..
Komen..
Vote..
__ADS_1