
"Tidak seperti itu, Kinara tidak mandul.. hanya saja Mas Yoga tidak menginginkan seorang anak dari Kinara, dia hanya ingin aku yang melahirkan anaknya.." Kinara bahkan mendengar dengan jelas suara Anita, yang begitu menusuk hatinya.. berkata dengan bangga bahwa Yoga hanya mencintainya dan hanya menginginkan anak darinya.
"Benarkah? lalu kenapa Yoga menikahi Kinara jika tidak menginginkan keturunan?"
"Itu, karena Kinara yang memaksa Yoga menikahinya.. lalu kami terpaksa terpisah. Aku kira dengan berkorban aku akan melihat Mas Yoga bahagia.. tapi nyatanya cintanya dan bahagia Mas Yoga hanya dengan ku.." Anita berkata dengan lirih seolah itu semua adalah lukanya.
Kinara mendengus. Berkorban? jika benar- benar dia berkorban harusnya mereka tidak perlu berselingkuh dan menjalin hubungan setelah dia menikah dengan Yoga.
"Benarkah begitu?, pantas saja mereka jarang terlihat bersama, rupanya itu karena Yoga tidak mencintainya.."
"Jika begitu bukankah ini salah Kinara sendiri, sampai Yoga akhirnya meninggalkannya.."
"Tapi jangan salahkan Kinara, karena semuanya sudah selesai, nyatanya sesuatu yang di dapat dengan cara yang salah akan berakhir dengan buruk.." Bagus Anita bahkan sekarang memutar balikkan fakta.
"Eh, Kinara.. apakah itu benar?" saat Kinara lewat salah seorang dari mereka bertanya.
Kinara mengeryitkan dahinya, sedangkan Anita tersenyum di sudut bibirnya.
"Tentang?"
"Kamu, memaksa Yoga untuk menikah, dan sekarang kalian bercerai, dan yang sebenarnya Yoga tidak mencintai kamu?" Kinara tersenyum dengan geli.
__ADS_1
"Ya, dan aku menyerah, karena ternyata aku juga menemukan kebahagiaan lain yang tanpa aku sadari sudah tertunda karena aku menyianyiakan hidupku selama ini.." semua teman-teman Anita mengeryit bingung, namun salah satu dari mereka mengeluarkan suaranya..
"Jadi kamu sudah move on, apa kebahagiaan yang kamu maksud kamu mempunyai kekasih baru..?" Kinara meringis dalam hati, benar bukan, dia punya Abi sekarang, meski hatinya belum yakin, tapi Abi selalu berusaha menunjukan keseriusannya.
"Bisa di bilang seperti itu.." berbanding terbalik dengan hatinya, raut wajah Kinara nampak tenang.
"Kamu yakin?, maksudku apa kamu lupa bahkan kamu masih datang ke rumah kami dan pura- pura lupa ingatan.. untuk menggoda suamiku." Anita menaikan alisnya, seolah Kinara hanya membual, lagipula siapa pria itu, setahunya Kinara tak pernah dekat dengan pria mana pun.
Mendengar ucapan Anita, semua yang ada di sekitarnya mulai kembali saling berbisik.
Kinara tersenyum "Dan apa kamu lupa Anita, tujuanku melakukan itu tentu saja bukan untuk merebut Yoga, ya.. meskipun Yoga juga mungkin tergoda denganku.."
Semua orang di sekitar Anita terus saling berbisik dan membicarakan apa yang sebenarnya terjadi, dan apa maksud Kinara bicara seperti itu, tidak dapat dipungkiri mereka sedikit tersentil dengan ucapan Kinara, tapi siap suruh mereka harus menjadi perbincangan hangat, hingga muncul simpang siur yang semakin membuat penasaran, bahkan Yoga dan Anita yang tiga tahun terakhir tidak datang ke acara reuni mereka tiba- tiba datang.
Anita melipat bibirnya dengan tangan yang mengepal kuat, bagaimana dia bisa lupa jika Kinara punya kartu as di tangannya.
Kinara mendesah lelah, tadinya dia ingin mengambil makanan yang tersedia tapi pembicaraan mereka mengusiknya, Kinara ingin acuh, tapi saat seseorang bertanya mana mungkin dia diam begitu saja, Kinara memutuskan untuk pergi mencari tempat sepi dan menenangkan hatinya yang bergejolak, Anita yang berkata bahkan tanpa rasa bersalah menjelekkannya di depan semua orang, berkata bahwa dia memaksa Yoga menikah dan memisahkan mereka, apa Anita lupa kejahatannya yang sesungguhnya, Kinara bahkan masih ingat bagaimana dia saat tahu telah kehilangan bayinya, harapannya untuk bertahan hidup dan meyakinkan diri bahwa dia tidak sendirian, namun begitu saja Anita merenggutnya dengan kejam, hanya karena takut Yoga membagi perhatiannya.
Kinara mendengus saat melihat Yoga berjalan ke arahnya, dengan cepat Kinara memalingkan wajahnya dan melanjutkan langkahnya, jika tahu pasangan itu akan datang Kinara akan memilih absen, karena lebih baik menghindar dari Yoga dan Anita, kedatangannya hanya ingin membuktikan, bahwa dengan statusnya yang kini telah berubah dari seorang istri menjadi seorang janda tidak merubah menjadi Kinara yang menutup diri, meski awalnya Kinara sempat meyakinkan diri untuk mengubur semua masa lalunya, tapi bukankah tidak semua masa lalunya juga buruk, contohnya masa SMA yang di masa itu Kinara masih merasa dunia miliknya karena limpahan kebahagiaan yang dia dapatkan, orang tua lengkap dan masa remaja yang menyenangkan.
Kinara terus berusaha menghindar Yoga tapi siapa sangka Yoga justru menahannya dan menggenggam tangannya.
__ADS_1
"Ra.."
"Lepas.." Kinara menatap ke arah tangannya lalu mendongak melihat Yoga.
"Apa itu benar?" Kinara mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan Yoga "Kamu punya kekasih?" Yoga masih menggenggam pergelangan tangan Kinara, sebenarnya tadi Yoga mendengar semuanya, namun Yoga tak peduli, toh apa yang di katakan Anita semuanya tidak benar, dan ternyata Kinara memang punya cara tersendiri untuk menghentikan ucapan Anita, namun saat mendengar bahwa Kinara memiliki kekasih baru Yoga menahan amarahnya agar tidak keluar dari persembunyiannya, melihat Kinara pergi Yoga pun mengikuti kemana Kinara pergi.
"Apa urusannya dengan kamu?"
"Jelas itu ada, bukannya kamu meminta aku menceraikan Anita lalu kita kembali.. itu yang kamu ucapkan terakhir kali" Kinara mengerutkan keningnya sesaat terlihat berfikir kemudian dia terkekeh, dia ingat pernah mengatakan itu tapi bukan agar Yoga kembali padanya, hanya agar Anita merasakan apa yang dia rasakan yaitu di tinggal seseorang yang dia cintai.
"Aku memang mengatakan untuk kamu meninggalkan Anita, tapi tidak untuk kembali, lagipula Yoga aku melakukan itu bukan karena aku ingin kembali, dan bukannya kamu tahu aku memang sudah punya kekasih..bahkan kamu sudah bertemu dengannya, dan jangan lupakan tujuanku sebenarnya saat itu.." saat itu Kinara mengatakan jika Abi adalah calon suaminya dan itu hanya kebohongan namun kini Abi benar-benar boleh dia akui sebagai calon suaminya bukan, bukankah mereka juga sudah pacaran?.
Yoga menggeleng keras "Tidak, kamu hanya berbohong agar Anita tidak mengganggu kamu lagi bukan?, Ra kamu hanya mencintai aku, dan tidak akan ada pria lain, kamu hanya milikku!" tangan Kinara terasa sakit saat Yoga mengencangkan genggamannya.
"Kamu gila Yoga, lepaskan aku!" Kinara melihat mata itu lagi, mata asing dari Yoga, terlihat gelap dan mengerikan, ada apa dengan Yoga?.
"Kamu hanya milikku Kinara!" ucapnya penuh penekanan, Kinara meremang dengan seluruh tubuhnya menggigil karena takut.
Pada saat yang sama Abi berjalan cepat ke arah Kinara dan Yoga, lalu dengan sekali sentakan Abi melepas tangan Yoga dari Kinara..
"Brengsek, sudah kubilang jangan dekati calon istriku lagi!"
__ADS_1