Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka

Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka
Masuk Jebakan


__ADS_3

Kinara menatap tajam Abi, lalu rautnya berubah sedih saat Riana tersenyum ke arahnya "Eh, Nara?" Riana masih tersenyum seolah tidak merasa bersalah.


Abi memalingkan wajahnya saat melihat Kinara masuk diikuti Yoga, dia ingin marah dan mengumpat saat melihat Yoga, rasa cemburu itu tiba-tiba datang lagi.


Kinara beberapa kali menghela nafasnya lalu berkata "Sedang apa kamu disini Mas?" tatapan Kinara nanar ke arah Abi "Bukannya kamu harusnya bekerja di kantor.."


"Ah, kami hanya minum kopi bersama" Bukan Abi, melainkan Riana yang menjawab.


Kinara mengerutkan keningnya "Riana bukankah harusnya kamu menunggu Arumi di sekolah?"


Bagaimana bisa Riana lalai dan meninggalkan Arumi di sekolah sendiri "Tadinya aku menunggu, tapi tiba- tiba Abi menghubungiku meminta bertemu"


Kinara tertawa sumbang " Kamu melarangku bahkan sekedar tersenyum pada pria lain, lalu sedang apa kamu sekarang, Mas!"


"Kamu bahkan memilih percaya pada beberapa foto di banding aku istri kamu"


"Lalu sekarang?" Abi menatap tajam, namun Kinara mengerutkan keningnya seolah berkata 'Apa?'..


"Apa yang aku lihat sekarang Nara, kamu pergi dengan mantan suami kamu itu!" Abi menunjuk Yoga yang sejak tadi menyeringai..


Kinara menggeleng "Aku gak sengaja ketemu dia baru..."


"Bohong!, kamu memang berbohong, dan aku melihatnya sekarang, sejak awal jika kamu memang belum bisa melupakan masa lalu kamu, kenapa kamu mau menikah denganku, atau kamu memang hanya mau memanfaatkan aku! aku kira kamu berbeda, nyatanya kamu sama saja!"


Kinara meneteskan air matanya, untuk sesaat Abi tercenung, namun dia berusaha menahan diri untuk tidak memeluk Kinara, apa dia terlalu berlebihan.


"Kamu jahat Mas.. aku bahkan sudah berusaha menjadi istri yang baik, dan aku mencintai kamu.. aku tidak pernah memanfaatkan kamu sama sekali " Kinara berkata lirih lalu pergi, jujur saja dia malu membuat orang lain memperhatikan mereka, jadi Kinara memilih menghentikannya.


Kinara berjalan keluar Cafe dengan masih menyusut air matanya, dia berjalan menyusuri trotoar, tak dia pedulikan mobilnya yang masih berada di parkiran Cafe.


Di belakangnya Yoga mengikuti, dengan hati yang ikut terluka, melihat Kinara menangis seperti itu, kenapa dia merasa bersalah. Apa karena dia menunjukan pada Kinara dimana Abi?.


Yoga menggeleng mengenyahkan semua prasangkanya. saat otaknya berkata 'Kinara begitu terluka karena benar- benar mencintai pria itu'


'Tidak Kinara masih mencintaiku'


'Jika dia mencintaimu dia tidak akan terluka melihat suaminya dengan wanita lain'


'Itu hanya bentuk kekecewaan, dan itu tidak akan bertahan lama'


Yoga terus menggeleng, saat ini hatinya tengah berperang hingga tak menyadari Kinara berbalik menatap nya.


"Kenapa kamu mengikutiku!"


Yoga tergagap "Aku.. hanya khawatir dengan kamu Ra.."


"Aku bukan anak kecil" Kinara berjalan kembali, menjauh dari Yoga, namun Yoga mengejar hingga berhasil menggenggam tangan Kinara "Lepas!"


"Dengar Ra, aku cuma khawatir, aku akan menemani kamu sampai hati kamu tenang"


.


.


.


Kinara menghela nafasnya lalu melangkahkan kakinya memasuki rumah, disana ada Riana dan Arumi juga Abi yang tiba- tiba berdiri saat Kinara masuk.


Kinara masuk tanpa menghiraukan Abi yang memanggilnya, bahkan dia tak melihat Arumi sama sekali "Dari mana saja kamu?"


"Kamu pergi dan tidak ingat dengan anak dan suami kamu..!"


Abi melangkah dengan cepat mengikuti Kinara, meninggalkan Riana yang tersenyum miring, masih terdengar suara pertengkaran mereka meski samar- samar. Riana melihat Arumi yang tertunduk sedih "Mama, sama Papa bertengkar lagi.." Riana tersenyum lalu berkata..

__ADS_1


"Arumi jangan khawatir, semua baik- baik saja.."


"Aku mau tidur, mama pulang saja!" Riana tersenyum kecut, sial dia di usir anaknya sendiri.


Arumi bahkan pergi ke arah kamarnya yang berada di lantai dua tanpa menoleh ke arah Riana.


Riana tak mendengar lagi pertengkaran Abi dan Kinara mungkin karena mereka sudah memasuki kamar, dan letaknya cukup jauh..


Riana pulang dengan hati riang tujuannya membuat rumah tangga Abi dan Kinara goyah sudah berhasil, dan itu berkat foto Kinara dan Yoga saja, Riana tersenyum itu berarti cinta Abi tak sekuat Kinara, dan bisa tergoyahkan lewat foto yang tidak benar adanya.


Memasuki mobil Riana menghubungi seseorang yang mengajaknya kerja sama "Berhasil, mereka bahkan masih bertengkar.."


"Itu bagus, pertahankan. sekarang kamu harus lebih agresif agar Abi bisa luluh, memasuki rumah tangga yang sedang goyah akan lebih mudah."


Riana tersenyum lalu melajukan mobilnya keluar dari rumah Abi.


.


.


.


Abi dan Kinara melihat mobil Riana keluar dari gerbang lalu mereka menghela nafasnya.


"Haruskah kita melakukan ini?"


Kinara mengangguk "Kamu tahu aku ingin menghajar Yoga saat berada di belakang kamu.. apalagi membayangkan kamu bicara dengan Yoga"


Kinara mencebik "Memangnya aku ingin apa, kamu juga berdua dengan Riana tadi"


"Jadi kesimpulan yang di ambil apa?"


"Aku harus bertemu Anita, dan bertanya sesuatu.." Abi mengerutkan keningnya


"Dia tadi ingin mengatakan sesuatu, karena aku mengira Anita yang bersalah, jadi aku tidak mau mendengarkan, tapi saat Yoga berkata 'tidak ingin mengadu domba kita' aku fikir orang itu bukan Anita, dan juga.. Yoga berkata dia akan bercerai setelah Anita melahirkan"


Kinara mengangguk "Sebentar ya.." Kinara membalik tubuhnya lalu memeluk Abi.


Mereka sengaja membuat drama di depan Riana, Kinara bahkan menceritakan masalahnya di depan Riana, karena mereka baru ketahui Riana adalah saudara jauh dari Anita, dan motif yang paling memungkinkan Riana melakukan itu karena Anita.


Namun saat melihat Yoga berada di sana Kinara menyadari sesuatu.. ini bukan pertemuan yang tidak di sengaja.


Karena itu mereka melakukan sandiwara ini.


..


Flashback


"Mas, aku mohon jangan melakukannya dalam kemarahan" Kinara memelas air matanya hampir menetes, dengan linangan di ujung matanya.


"Aku bahkan sedang meredakan amarahku!"


Namun yang terdengar selanjutnya adalah suara tawa dari Kinara yang ternyata Abi menggeletikinya.


"Ah.. mas geli..!" teriak Kinara sambil tertawa, tubuhnya yang hanya terbalut dalamaan saja menggelinjang geli.


Abi tersenyum puas melihat Kinara meminta ampun "Mas, sudah aku menyerah" Kinara memelas karena kulit perutnya terasa sakit karena tertawa.


Abi mengecup dahi dan mata Kinara yang berkaca- kaca "Mau melakukannya lagi?" Kinara menggeleng, tidak akan..


"Aku membuatmu takut?" Kinara mengangguk, dia fikir Abi tak percaya padanya, Kinara bahkan takut Abi memaksa dan memperlakukannya dengan kasar.


"Aku fikir kamu tidak percaya padaku,.."

__ADS_1


"Kenapa berfikir begitu?"


"Kamu menyeramkan mas, apalagi saat menciumku dengan kasar" Kinara mencebik.


"Kamu fikir aku percaya pada foto murahan seperti itu.."


"Aku jadi ingin tahu, siapa dibalik semua ini?" Kinara tersenyum namun tangannya melepas kancing jas Abi.


Abi menurut saja saat Kinara melepasnya lalu mendorong Abi hingga kini Abi berada di bawahnya.


Tubuh Kinara yang hampir polos nampak seksii dan menggairahkan, hingga Abi hanya bisa menahan nafas saat Kinara melepas satu persatu kancing kemejanya, dua tonjolan di dada yang hampir tumpah itu terlihat indah di mata Abi "Mau mencari tahu?" Kinara menunduk lalu menjilati p uting Abi, hingga membuat Abi mendesah..


"Bagaimana kalau kita cari tahu sendiri" kata Kinara lagi, tangannya melepas kemeja Abi dan melepasnya kasar lalu melemparnya.


Abi terkekeh "Jadi.. siapa sekarang yang berubah kasar.. ah.." Abi mend esah lalu melihat Kinara sudah melepas kait celananya, namun bibirnya berada di perut Abi, mengecup dan men jilat disana "Sayang..?"


"Jadi bagaimana?" Abi mengerut saat Kinara menghentikan kegiatannya.


"Apanya yang bagaimana?"


"Ayo masuk jebakan mereka"


"Astaga.. untuk apa, aku akan minta Rudi mencari tahu siapa yang mengirim foto itu" Kinara menggeleng


"Itu tidak seru.."


Abi menghela nafasnya "Jika aku setuju kamu akan melanjutkan ini.." Kinara tersenyum "Ayolah sayang ini sudah sangat tegang.." Abi menunjuk tubuhnya yang sudah bergairah namun Kinara berhenti saat resleting celananya baru terbuka.


"Mau aku lanjutkan?" Kinara meremas tubuh Abi lembut, hingga Abi mendongak merasa geli dan nikmat bersamaan.


"Baiklah.." Abi berkata dengan parau.


"Okay.." Abi memejam saat Kinara melakukan tugasnya, dan Abi baru merasakannya.. begitu menakjubkan, dia biarkan Kinara bergerak dan melakukannya sendiri, Abi menikmati dengan tangan sesekali meremas dan membelai punggung Kinara.


Flashback off


...


"Jadi lakukan lagi!"


"Apa?"


"Seperti kemarin.. kamu bermain di atas" bisik Abi tepat di telinga Kinara.


Kinara memukul bahu Abi, dia kan jadi malu.


"Ayolah sayang, itu sangat luar biasa"


Kinara tertawa saat Abi menjatuhkannya di ranjang "Sebaiknya jangan sekarang mas!"


Abi mengerutkan keningnya "Kenapa?"


"Kamu melupakan sesuatu, mas!"


Abi akan membuka mulut, tapi dari luar terdengar suara Arumi yang menggedor pintu.. "Kamu dengar..?"


Abi mendengus lalu beranjak dari atas Kinara, yang lagi- lagi tertawa..


Abi membuka pintu dan Arumi langsung menerobos masuk.


"Apa dramanya sudah selesai..?"


Like..

__ADS_1


Komen..


Vote...


__ADS_2