Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka

Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka
Masih Kinara Oh Kinara


__ADS_3

"Ingat jangan nakal di sekolah, dan jadi anak baik!" Kinara membuka pintu lalu mendudukan Arumi di kursi di sebelah kursi kemudi.


Kinara menutup pintu lalu beralih ke Riana dimana dia baru saja akan masuk ke dalam mobil "Riana, bisakah hari ini pulang tepat waktu.." Riana tersenyum lalu mengangguk.


Kinara menghela nafasnya melihat mobil Riana pergi, Riana bahkan tidak bertanya alasan Kinara memintanya pulang lebih cepat.. Abi sudah pergi sebelumnya, dan kini dia tinggal sendiri di rumah, tidak benar-benar sendiri nyatanya banyak pelayan yang sedang bekerja.


Kinara menegakkan punggungnya, baiklah rencananya hari ini dia akan membuat kue untuk kejutan ulang tahun Arumi, dan nanti setelah Arumi dan Abi pulang dia akan merayakannya bersama.


Kinara memasuki dapur dan mulai berkutat dengan peralatan kuenya, Kinara bahkan mengusir pergi pelayan dari dapur yang akan membantu dan dia akan mengerjakan semuanya sendiri.


Saking semangatnya Kinara tidak menyadari jika waktu Arumi pulang akan segera tiba, Kinara menghias meja setelah kuenya selesai. Kinara mengusap dahinya saat pekerjaannya selesai "Akhirnya selesai juga, semoga Arumi suka.." Kinara bertepuk tangan.


Meja sudah tertata dengan kue di atasnya, lalu kado dari Kinara sudah terbungkus rapi, kini waktunya Kinara berdandan agar lebih segar setelah seharian berkutat dengan kue dan hidangan kesukaan Arumi tentunya.


"Oh, Arumi akan segera pulang, aku harus segera bersiap.." Melihat jam di ponselnya Kinara bergegas pergi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai dengan mandinya yang Kinara lakukan secara kilat, karena takut Arumi segera datang, Kinara merias wajahnya dengan tipis tapi terlihat cantik.


Menuruni tangga Kinara akan menunggu Arumi datang dan memberi kejutan, Kinara duduk dengan gelisah di kursi lalu merapikan hidangan yang dia rasa akan segera dingin, seharusnya Arumi sudah pulang dan Abi juga, bukankah dia berpesan jika Abi pulang lebih awal.


Tapi kenapa setelah setengah jam mereka tidak menampakan diri, mungkinkah jalanan macet, baiklah tunggu sebentar lagi.

__ADS_1


Satu jam Kinara menunggu, namun baik Arumi ataupun Abi belum juga pulang.


Kinara memutuskan menghubungi Abi, namun ponsel Abi mati, Kinara mendesah lalu mengetikkan no ponsel Riana, namun Kinara harus menelan kecewa saat Riana tidak mengangkat panggilannya.


Kinara melihat sekelilingnya dia meminta pelayan juga untuk ikut meramaikan, dan mereka sudah siap dengan topi kerucut di kepalanya, bahkan beberapa dari mereka memegang trompet untuk mengejutkan Arumi.


"Tolong tunggu sebentar lagi ya.." Kinara merasa tak enak pada pelayan yang bahkan meninggalkan pekerjaan mereka demi menemaninya memberi kejutan untuk Arumi.


"Gak papa Bu, kita tungguin Nona kecil.."


"Iya Bu, kita juga mau kasih kejutan, pasti nona senang "


Kinara tersenyum "Terimakasih ya.."


Kinara memerah.. "Kita doakan semoga keluarga Ibu dan Pak Abi selalu di limpahi kebahagiaan.."


Kinara terharu ternyata pelayan Abi semuanya sangat baik dan tulus "Aamiin terimakasih untuk doa kalian semua.."


Dua jam Kinara menunggu namun Abi dan Arumi belum juga pulang, Kinara masih berdiri sambil menghela nafasnya lalu menoleh saat mendengar notifikasi di ponselnya dan membukanya, Kinara terduduk lemas di kursi saat membaca pesan dari Riana yang datang ke ponselnya di sertai gambar yang begitu menusuk hati Kinara.


-Kinara maaf aku tidak mendengar suara ponselku tadi, dan maaf aku tidak bisa mengantar Arumi tepat waktu sebenarnya aku menyiapkan kejutan untuk ulang tahun Arumi, dan Arumi juga memintaku untuk merayakannya dengan Abi..-

__ADS_1


Pesan dari Riana memang tidak berarti apapun, wajar jika seorang ibu memberi kejutan untuk anaknya tapi foto yang tercantum di bawahnya membuat Kinara terpaku dengan sedih.


Disana Abi dan Riana berjongkok di sisi Arumi lalu mencium pipi Arumi, di kedua sisi dengan kue ulang tahun besar di depan mereka.


Sepertinya Riana merayakannya di sebuah restoran, karena banyak meja disana.


Kinara melihat itu beberapa menit lalu mengedip karena matanya terasa perih, kenapa dia menangis.. apa yang salah disini? tidak masalah bukankah sudah biasa kedua orang tua hadir di acara ulang tahun anaknya.


Kinara mengusap air matanya lalu melihat kuenya diatas meja, sepertinya semuanya tidak berarti..


Kinara melihat ke arah pelayan yang melihatnya dengan bingung, namun Kinara tersenyum lalu berkata "Maaf sudah menyita waktu kalian.. hee.. sepertinya Arumi belum akan pulang.. bisa tolong simpan kuenya di lemari es.. ah tidak, kalian boleh memakannya, hidangannya juga, kalian makanlah lalu... mmmtolong semuanya dirapikan ya..Aku rasa aku sedikit pusing.. aku akan istirahat.." Kinara pergi dengan terburu-buru meninggalkan para pelayan yang menatapnya dengan bingung.


.


.


.


😭😭😭😭 Jalani prosesnya ya.. sudah di bilang ini khasnya ikan terbang, tapi gak selebay itu juga kali..


Lanjut..???

__ADS_1


ngopi dulu boleh dongπŸ˜…


__ADS_2