
Judulnya gaje yaðŸ¤
happy reading 🤗
......
"Apa dramanya sudah selesai..?"
Abi dan Kinara saling melirik, melihat Arumi, anak itu memang selalu berkata apa adanya, dan karena itu Kinara melibatkannya, karena jika Arumi mengatakan di depan Riana bahwa Kinara dan Abi tidak bertengkar, Riana bisa curiga.
"Jadi sekarang apa yang harus Aku lakukan?"
Abi menipiskan bibirnya melihat Kinara "Tanya mamamu saja!" Kinara tertawa melihat Abi pergi dengan cemberut ke arah kamar mandi, bagaimana tidak, kegiatannya tertunda karena Arumi.
Kinara mengusap rambut Arumi "Untuk sekarang sudah cukup, Arumi boleh istirahat karena besok kita akan bermain lagi.."
"Masih di depan Mama Riana?" Kinara mengangguk.
"Karena Mama Riana belum mengaku?"
Kinara mengangguk, anak ini tidak bisa di bohongi, dia kadang berfikir dewasa sama seperti saat pertama kali Kinara bertemu dengannya.
Dan Arumi tahu bahwa selama ini Riana tidak tulus padanya "Kenapa Arumi tidak suka mama Riana?" Kinara memangku Arumi, mereka duduk di atas ranjang.
"Aku tidak suka, karena mama selalu membawaku ke cafe lalu ada pria yang datang dan menggoda Mama, apalagi kemarin pria itu juga menggodaku.. katanya 'Anakmu cantik.. boleh untukku jika sudah dewasa.."
Kinara tercenung, lalu melihat ke arah Abi yang sudah berdiri di depan pintu toilet, dari rautnya Kinara tahu jika Abi mendengar ucapan Arumi "Mas.."
"Brengsek!!" Abi mengumpat lalu pergi dari kamar, tak ingin Arumi menyadari kemarahannya.
Kinara menghela nafasnya "Kenapa Arumi tidak memberitahu mama, atau Papa.." Arumi menggeleng "Kenapa, sayang?"
"Kata mama, kalau aku banyak bicara, tidak akan di belikan mainan lagi, dan membawaku pergi dari Papa dan Mama."
__ADS_1
Kinara memejamkan matanya, lalu membawa Arumi keluar kamar "Okay, jangan fikirkan apapun, sekarang waktunya Arumi tidur, karena besok kita akan pergi sekolah.." Arumi mengangguk, dan turun dari pangkuan Kinara.
"Selamat malam sayang" Kinara mengecup dahi Arumi.
"Malam mama" Arumi pergi menuju kamarnya dan menutup pintu.
Kinara melihat punggung bocah yang baru genap enam tahun itu, berlari kearah kamarnya dan menutup pintu, lalu menghela nafasnya.
Kinara berjalan ke arah ruang kerja Abi dan benar saja dia menemukan Abi di sana lalu terdengar teriakan Abi "Aku tidak mau tahu, cari tahu siapa dia beri pelajaran pria itu!!" Abi mematikan ponselnya, giginya gemelutuk dengan kedua tangan yang mengepal.
"Sudah selesai tidak ada drama lagi, aku akan membuat Riana menjauh dari kita!"
Kinara menghela nafasnya, lalu mendekat dan memeluk Abi dari belakang, dia tahu Abi menyadari kedatangannya, dan untuk yang terakhir Abi bicara padanya, meski Abi tidak menoleh sama sekali.
"Baiklah, terserah kamu saja.." Kinara mengelus dada Abi, berharap bisa menenangkan Amarah Abi.
"Bagaimana bisa Riana bahkan tidak punya jiwa seorang ibu, dia membawa Arumi saat dirinya menjadi wanita murahan.. sialan!" Abi yang bahkan bukan ayah kandungnya, menyayangi dan memperlakukan Arumi bak seorang putri, namun Riana malah mengabaikan dan sekarang mencemari fikiran bersih anak itu.
Kinara tidak bicara dia terus memeluk Abi dan mengusap dada Abi yang masih naik turun penuh amarah.
Abi tidak menjawab namun dia membalik tubuhnya dan menghela nafasnya "Sudah selesai marahnya?, lakukan. apapun untuk Arumi, tapi biarkan aku yang menghadapi Yoga.."
"Nara" Abi berkata dengan mata memicing.
"Mas, tolong aku.. ini ada karena masa laluku, yang entah mengapa masih mengejarku, dan aku berharap aku bisa menyelesaikannya.." Kinara memelas "Aku tahu Mas khawatir padaku, tapi aku yakin Mas tidak akan membiarkan aku sendiri kan?" Kinara menggenggam tangan Abi "Aku ingin menjalani hidup dengan tenang sama kamu dan Arumi juga."
Abi menghela nafasnya lalu mengangguk "Ayo tidur.." Kinara tersenyum lalu menarik Abi untuk segera istirahat, namun Abi bergeming di tempatnya "Kenapa?" tanyanya bingung, kenapa Abi tidak mau bergerak.
"Aku akan pergi istirahat, tapi.."
"Tapi..?" Kinara mengerut bingung.
Menaikan alisnya Abi berkata "Woman on top..ya..?" pintanya.
__ADS_1
Kinara hampir tersedak melihat raut Abi yang berubah menjadi mesum.
"Astaga..." Kinara terkekeh lalu tersenyum geli. "Mau tahu gaya yang lebih menantang..?"
"Apa itu..?" Abi mengikuti Kinara dengan tangan saling menggenggam.
Kinara semakin tertawa, apa Abi benar- benar tak tahu, atau pura- pura tidak tahu "Kamu yakin tidak tahu..?"
"Apa aku harus mempelajarinya dari situs vidio?" Kinara semakin terbahak, sedangkan Abi terkekeh melihat Kinara tertawa.
...
Setelah melakukan pekerjaan di pagi hari, juga drama di depan Riana, Kinara bersiap untuk bertemu Anita.
Setelah semalam Kinara mengirim pesan pada Anita dan berkata akan menemuinya di suatu tempat.
Kinara melajukan mobilnya ke salah. satu restoran di tengah kota. saat tiba di sana Kinara sudah melihat Anita duduk dengan gelisah.
Tanpa menyapa Kinara berdiri di depan Anita yang masih tidak menyadari kedatangannya, barulah setelah Kinara duduk Anita berjengit "Eh, Ra.. kamu sudah datang"
Kinara mengerutkan keningnya melihat Anita yang tidak fokus.
"Ma.. u minum apa Ra?" Anita membuka buku menu. "Biar aku pesankan.."
Sepanjang pergerakan Anita, Kinara tak pernah lepas memperhatikannya. Ada apa dengan Anita?, ada yang berbeda dengan wanita di depannya ini, Kinara tahu Anita senang dan pintar bersolek, dia pandai merias diri mungkin itu pula yang membuat Yoga jatuh cinta dulu, ya dulu. Karena sejak bercerai darinya justru Yoga mengejarnya.
Namun kini wajah cantik Anita terlihat pucat dengan sesekali alisnya mengeryit seperti menahan rasa sakit.
"Gak perlu basa- basi, katakan apa yang ingin kamu katakan sekarang!"
...
Like..
__ADS_1
Komen..
Vote..