Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka

Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka
Menemui Anita


__ADS_3

"Ceraikan aku Mas,.. aku sudah tak pantas untuk kamu"


"Apa?" Abi mengeraskan rahangnya "Apa kamu sadar apa yang kamu katakan Nara!"


Kinara menunduk sedangkan Abi menghela nafasnya kasar, Abi menjatuhkan dirinya di bathtub hingga kini pakaiannya basah sepenuhnya, Abi menatap Kinara yang masih menunduk dengan tangisannya.


"Kamu tahu ini yang si brengsek itu inginkan"


"Dia ingin kita bertengkar lalu bercerai" Abi memejamkan matanya "Aku mencintai kamu, bahkan lebih dari yang kamu bayangkan Nara"


"Bagiku asalkan kamu tidak berkhianat, kamu masih istriku, dan yang terjadi di luar kendali kamu" Kinara mendongak, dia tahu Abi mencintainya, hanya saja dia merasa tak pantas untuk Abi, Abi terlalu baik untuknya.


"Jangan katakan kamu tidak pantas untukku, kamu adalah wanita yang paling berharga untukku.. abaikan penilaian manusia, kita yang menjalaninya, kamu mencintai aku bukan?"


Kinara mengangguk, air matanya terus berderai, Abi menangkup wajah Kinara.


"Itu cukup. kita saling mencintai dan kita akan bahagia" lagi- lagi Kinara hanya mengangguk, namun kali ini tangannya bergerak untuk memeluk Abi.


Abi menghela nafasnya dan membalas pelukan Kinara lebih erat.


"Terimakasih untuk ketulusan kamu..maafkan aku" Kinara semakin menenggelamkan dirinya di pelukan Abi.


"Aku mencintai kamu Nara, dan jangan pernah ragukan itu"


"Aku juga.. aku mencintai kamu.. maaf"


...


"Sudah mas.." Kinara menghentikan tangan Abi saat akan menyuapinya kembali.


"Sedikit lagi sayang.."


"Aku kenyang.." Kinara menggeleng.


"Baiklah.."


"Aku ingin bertemu Arumi.."


"Nanti saja, kamu harus istirahat.."


"Aku gak sakit Mas.." Abi menghela nafasnya.


"Okay, anak itu juga sedari pagi mencari kamu.."


Tak berapa lama Abi datang membawa Arumi yang langsung menghambur memeluk Kinara "Mama kangen Arumi"


"Aku juga.. mama sakit?"


Kinara menggeleng "Tidak, mama baik- baik saja.."

__ADS_1


Abi melihat interaksi Kinara dan Arumi lalu tersenyum, benar..! keputusannya sudah benar untuk mempertahankan Kinara, wanita itu adalah cinta sejatinya dan Abi tak peduli dengan noda di tubuh Kinara meski Yoga benar menyentuhnya Abi akan tetap mencintai Kinara.


...


"Aku gak tahu kamu siap atau tidak, tapi aku merasa kamu perlu tahu.." Kinara mengerutkan keningnya.


"Ada dua berita tentang Anita dan Yoga?" Kinara menegang, namun dengan cepat Abi menggenggam tangannya.


"Yoga sudah mendekam di penjara, dengan kesaksian dari penjaga keamanan hotel, dan juga Riana yang sudah memancing kamu kesana, Yoga bisa mendekam cukup lama.. namun Yoga sepertinya tidak akan menyerah dan menggunakan pengacara yang handal, dan dia bersih keras mengatakan bahwa kalian melakukannya karena cinta.." Kinara menggeleng "Aku tahu, aku lebih percaya kamu.." Abi segera menenangkan Kinara saat rautnya terlihat cemas.


Kinara bernafas lega, karena Abi tidak percaya dengan ucapan Yoga.


"Saat itu aku tahu kalau kamu ada di hotel dari Anita, dia yang memberi tahu tentang rencana Yoga, saat datang Anita sedang sakit, dan aku meminta penjaga untuk membawanya ke rumah sakit..


"Dan ternyata penyakit Anita sangat serius.." Kinara mendongak melihat Abi.


...


Anita menatap keluar jendela kamar rumah sakit, dan akhirnya dia hanya sendiri di akhir kehidupannya.


Surat cerainya telah dikirim melalui pengacara, Anita bahkan tak perlu repot menghadirinya, Anita tersenyum pedih, sebenarnya untuk apa dia mengajukan gugatan cerai sementara hidupnya juga akan segera berakhir.


Brakk..


Anita menoleh melihat pintu yang terbuka kasar, dan menampilkan wajah mertuanya alias Mama Yoga.


"Apa ini?" Anita menatap datar gugatan cerainya yang entah mengapa berada di tangan mertuanya.


Mama Yoga menutup wajahnya frustasi, dia datang ke rumah Yoga untuk mengunjungi anak dan menantunya, namun malah mendapati surat gugatan dari Anita belum lagi informasi dari pelayan bahwa majikan mereka Yoga di tahan polisi.


"Ada apa dengan kalian?"


"Mama dari mana tahu aku ada disini?"


"Pelayan yang memberitahu mama, lagipula kamu sakit apa sebenarnya, kenapa harus di rawat."


Anita tersenyum getir, benar kemarin dia meminta pelayan membawa koper yang sudah dia kemas ke rumah sakit.


"Aku.." Mama Yoga akhirnya memperhatikan raut Anita yang pucat dan terlihat kurus.


Saat Anita baru akan membuka mulutnya terdengar pintu di ketuk dari luar.


Anita mengerutkan keningnya siapa yang datang, seingatnya keluarganya belum tahu dia berada di rumah sakit, Anita tidak mengatakannya pada siapapun sebab dia merasa malu dan tidak berani memberi tahu orang tuanya.


Mama Yoga bergerak membuka pintu dan terpaku melihat Kinara dengan seorang pria jangkung, dia ingat pernah bertemu Abi saat Kinara kecelakaan apa dia juga suami dari Kinara?.


Mengingat tuntutan Yoga yang melecehkan Kinara, mama Yoga mendengus "Mau apa kamu kesini?"


"Belum puas menuduh anakku sembarangan, dan sekarang kamu mau meledek Anita begitu.."

__ADS_1


Kinara menatap datar mantan mertuanya, sedangkan Abi berkata "Kami tidak menuduh tanpa bukti, sebaiknya tanyakan pada putra anda apa yang sudah dia lakukan pada istriku!" Tatapan Abi yang tajam membuat Mama Yoga sedikit menciut.


"Dan kami tidak akan menyerah sebelum putusan hakim memutuskan pria brengsek itu membusuk di penjara.." Abi bahkan tak peduli wanita paruh baya di depannya adalah ibu kandung Yoga.


"Jadi lihatlah akibat dari dia menyentuh istriku!" Mama Yoga menelan ludahnya kasar.


Kinara tak peduli dengan mantan mertuanya itu, dia berjalan ke arah Anita yang menatapnya dengan terpaku, namun matanya berkaca- kaca "Ra.."


Kinara meneteskan air matanya melihat wajah Anita yang pucat dengan tubuh yang sudah kurus, hanya perutnya yang membuncit karena sedang mengandung.


"Tolong jangan kasihani aku.." Anita menangis, sedangkan Kinara memeluknya "Aku.. maafkan aku.. aku pantas mendapatkannya.."


Kinara menggeleng "Kenapa jadi seperti ini?"


"Bukankah seharusnya kamu hidup bahagia, bukankah ini keinginan kamu!"


Anita menunduk "Seperti yang aku katakan sesuatu yang di dapat dengan tidak baik akan berakhir dengan tidak baik pula.." dan itu adalah sindiran yang selalu Anita ucapkan untuk Kinara, seolah Kinara lah yang bersalah, namun nyatanya semua orang tahu bahwa dirinya lah yang bersalah, karena sudah menjadi duri dalam rumah tangga Kinara hingga akhirnya dia mendapatkan suami yang tidak mencintainya.


"Kenapa kamu menangis,, hiks" Anita bertanya pada Kinara yang sejatinya bukan pertanyaan, namun Anita meminta Kinara tidak menangis, sedangkan dirinya malah ikut menangis.


Melihat Anita dan Kinara menangis Abi hanya mampu menghela nafasnya, sedangkan Mama Yoga menatap bingung, apa yang terjadi?.


"Apa kau tidak tahu penyakit apa yang di derita menantumu?" Mama Yoga mendongak seolah bertanya apa sangat serius?.


Abi menggeleng "Sangat serius, bahkan menantumu akan segera mati!" bisikan Abi membuat mama Yoga mematung di tempatnya.


"Tapi untuk apa kau peduli karena sejak dulu, kamu tidak pernah melihat orang lain, menendang Kinara dan mendapatkan Anita, kau fikir kau beruntung.. lihatlah anakmu yang mendekam di penjara" Abi mengedikkan kepalanya seolah mengusir Mama Yoga pergi.


Selepas Mama Yoga pergi Abi mendekat ke arah Kinara, lalu mengusap rambutnya "Aku akan tunggu di luar.." Kinara mengangguk.


Sedangkan Anita tersenyum, hingga Abi keluar dari pintu "Kamu beruntung.. tidak pria itu juga beruntung mendapatkan kamu.."


Kinara tersenyum "Orang baik memang selalu bertemu dengan orang baik, dan aku.. dan Yoga, sama- sama jahat" Anita menunduk.


"Kapan operasinya dilakukan?" Kinara tak ingin membicarakan hal lainnya, keadaan Anita membuatnya terenyuh, dan yang paling penting dia tak ingin mendengar apapun tentang Yoga.


Anita tersenyum "Besok.."


"Aku akan menemani kamu"


"Kamu masih mau datang saat aku sangat jahat dengan kamu"


Kinara mendongak menatap Anita "Aku menyadari aku juga pernah jahat dan berniat membalas kamu, tapi Anita nyatanya tangan manusia tidak akan pernah bisa membalas, ada Tuhan diatas rasa sakit kita dan tahu apa yang akan terjadi kemudian hari." Kinara menunduk nyatanya dia juga sedang merasakan kesakitan lainnya, dan dia lelah dengan semua lukanya, beruntung dia mempunyai Abi yang menemaninya dalam keadaan apapun, namun Anita dia hanya seorang diri.


...


Like..


Komen..

__ADS_1


Vote..


🌹🌹🌹🌹


__ADS_2