Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka

Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka
Kinara Oh Kinara (3)


__ADS_3

Kinara mencoba mengingat apa yang sudah terjadi padanya, setelah tiba- tiba rasa pusing menderanya,lalu gelap.


Kinara meremas rambutnya, lalu memukul kepalanya, kenapa dia tidak ingat sama sekali, ya Tuhan, tolong Aku..! batin Kinara berteriak.


Kinara memohon dalam hati, dia terus berdoa semoga tidak ada yang terjadi padanya saat jatuh tak sadarkan diri.


Saat itu Kinara menekan bel kamar yang resepsionis sebutkan, namun dia hanya mendapati pintu terbuka dari dalam "Arumi.. sayang, ini mama ayo pulang" Kinara masuk lebih dalam saat tak mendengar suara Arumi sama sekali, mungkin Arumi sedang di kamar mandi.


Kinara masuk semakin dalam dan memeriksa kamar mandi namun tak mendapati Arumi.


Kinara tersentak saat mendengar pintu tertutup lalu terkunci, Kinara berjalan ke arah pintu dan mengerutkan keningnya saat melihat Yoga ada disana, bagaimana mungkin Kinara tidak berfikir kearah situ, dimana Yoga menjebaknya lewat Riana.


Kinara berjalan ke arah pintu dan berusaha membukanya namun Yoga menahan tubuhnya hingga Kinara terdorong ke belakang "Apa yang kau lakukan Yoga!" teriak Kinara.


"Tentu saja aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kamu lagi Ra.." Yoga tersenyum, melihat betapa cantiknya Kinara, Yoga merindukan Kinara.. Yoga rindu menjamah Kinara dan membuat Kinara mendesa hkan namanya.


"Brengsek kamu Yoga.." Kinara mundur saat Yoga berjalan mendekat "Jangan macam- macam Yoga, aku akan teriak!"


Yoga terkekeh "Kamu fikir aku akan menyewa kamar biasa.." Kinara melihat sekelilingnya, astaga.. kamar itu kedap suara.


Kinara menelan ludahnya kasar "Aku mohon Yoga, jangan merusak hati nuranimu dengan melakukan itu.."


Yoga tersenyum sendu "Kenapa kamu berfikir aku akan melakukan hal buruk Kinara.. aku begitu tulus merindukan kamu.."


"Aku hanya ingin bicara dengan kamu, duduklah.." Kinara menghela nafasnya lega saat Yoga menjauh.


Yoga pergi kearah lemari es dan membawa botol air mineral dan sekaleng soda menyimpannya di atas meja "Duduklah, Maaf sudah menjebakmu, aku tidak akan melakukan hal buruk.." Yoga menyodorkan botol air mineral ke depan Kinara yang enggan mendekat "Aku hanya ingin bicara Ra, ini yang terakhir aku janji.."


Kinara berjalan mendekat mendengar Yoga berkata ini yang terakhir, mungkin setelah ini Yoga tidak akan mengganggunya.


Dengan ragu Kinara duduk di depan Yoga, dan menatap minuman yang Yoga sodorkan "Ini masih tersegel Ra.." Yoga membuka segel minuman tersebut, dan Kinara tak curiga sama sekali.


"Aku tidak ingin minum.. cepat selesaikan dan jangan ganggu aku lagi..."


Yoga tersenyum "Kamu benar- benar mencintai Abi?"

__ADS_1


"Bahkan lebih dari yang kau bayangkan.."


Yoga tersenyum pedih "Apa sekarang aku harus menyerah.." Kinara diam jelas Yoga tahu apa yang harusnya dia lakukan, bahkan setelah mereka resmi bercerai.


Yoga meraih minumannya dan meneguknya kasar "Jika begitu, maafkan aku untuk semuanya Ra.." Yoga mengangkat kaleng sodanya, dan Kinara dengan ragu mengangkat air mineralnya lalu menyentuhkannya ke kaleng soda Yoga, Kinara menyimpannya kembali tanpa meminumnya, dan itu membuat Yoga terkekeh.


"Bahkan kamu masih belum percaya padaku.." Kinara yang merasa tidak enak pun memilih menyesapnya sedikit saja.


Yoga menyeringai saat Kinara meminumnya walau hanya sedikit.


"Apakah sudah selesai.." Yoga diam "Aku harap setelah ini jangan ganggu kehidupanku lagi" Kinara bangkit dari duduknya namun saat dia berdiri Kinara merasakan tubuhnya terasa lemas, hingga kembali terduduk di kursi.


Kinara melihat ke arah Yoga yang tersenyum, harusnya Kinara tak percaya Yoga, kenapa bisa dia menurunkan kewaspadaannya Kinara mengangkat tangannya, napasnya memburu "Kamu brengsek Yoga!" Lirihnya.


"Sudah aku bilang aku akan melakukan apapun untuk memiliki kamu kembali sayang" Yoga berdiri dan berjalan mendekat ke arah Kinara lalu berjongkok "Aku akan melakukannya dengan lembut, hingga kamu tidak terluka, dan akan aku pastikan kali ini kamu mengandung benihku" Kinara mecoba menepis tangan Yoga yang bergerak mengelus pipinya, namun tubuhnya yang terasa lemas tak mampu berbuat banyak.


Yoga mengangkat tubuh setengah sadar Kinara dan membaringakan tubuh Kinara di atas ranjang "Aku bersumpah Yoga, aku akan membenci kamu seumur hidup jika kamu.. melakukan itu.." Kinara mencoba berontak dengan tubuh lemasnya, namun Yoga tak bergeming sama sekali tangan Yoga beralih kearah kancing baju Kinara, Kinara mencoba menahan tangan Yoga "Ku..mohon..jangan Yoga!"


Kinara meneteskan air matanya saat Yoga menunduk untuk mengecup lehernya "Aku.. bersumpah dengan.. seluruh nyawaku... aku mmenyesal pernah men..cintai kamu" lalu mata Kinara terpejam karena kantuk yang sudah tertahankan.


...


"Aku mengagetkan kamu.. maaf, kamu melamun?" Abi menatap tangannya yang di tepis Kinara saat hendak menyentuhnya.


Kinara tertegun dengan tingkah nya sendiri, lalu menatap Abi dengan perasaan bersalah, dia tak sadar kenapa dia melakukan itu, Kinara menunduk melihat tangannya yang menepis tangan Abi lalu tiba-tiba dia meneteskan air matanya.


"Hey.. its okay.. kenapa menangis" Abi berjongkok di tepi ranjang "Aku tidak apa- apa.." Abi sempat tertegun saat Kinara menatapnya dengan tatapan rasa bersalah seolah mengatakan 'maaf'.


Abi ingin mengusap air mata Kinara, namun dia ragu takut Kinara merasa takut dan menepisnya kembali.


"Ka.. kamu belum makan, ayo sarapan" Kinara menatap Abi lalu berkata dengan lirih..


"Aku ingin mandi.." Abi tersenyum lalu mengangguk "Okey akan aku siapkan" Abi berdiri lalu berjalan ke arah kamar mandi, namun sebelum membuka pintu Abi menoleh ke arah Kinara.. lalu menghela nafasnya saat melihat tatapan Kinara begitu kosong ke arah depan.


Beberapa menit kemudian Abi sudah kembali, dan melihat Kinara masih di posisi yang sama, melamun.

__ADS_1


"Ayo, airnya sudah siap.."


"Sayang" karena Kinara tak juga menyahut hingga Abi kembali menyentuh tangan Kinara.


Kinara menoleh, tatapan Kinara begitu sayu dan nampak lelah "Ayo airnya sudah siap.." Abi tersenyum.


Kinara bangun saat Abi akan membantu memegang tangannya Kinara mendongak "Aku bisa.. mas"


Abi hanya menghela nafasnya lalu mengangguk, Kinara masuk ke kamar mandi tanpa menghiraukan Abi yang menatapnya khawatir.


Sudah setengah jam Kinara di kamar mandi, namun dia belum selesai juga, Abi mengetuk pintu dengan khawatir "Sayang.. kamu sudah selesai.." tak ada jawaban dari Kinara dan membuat Abi semakin cemas.


Abi mendorong pintu dengan kasar dan melihat Kinara masih di dalam bathub dan menggosok tubuhnya dengan keras, Abi mendekat dan melihat tangan putih Kinara sudah merah bahkan sebagian terlihat lecet karena terus di gosok "Apa yang kamu lakukan!" Abi menahan tangan Kinara yang terus menggosok bagian tubuhnya.


"Aku.. kotor.."


"Aku.. buruk.."


Kinara terus meracau di sala tangannya yang berontak "Sayang.. ku mohon.." Abu memegang kedua tanan Kinara.


"Lepas.. aku.. aku harus membersihkan nya hingga bersih... aku gak suka.. mas, tubuhku sudah kotor.."


Abi semakin tersayat melihat Kinara begitu hancur "Sayang, sadarlah, semua akan baik- baik saja.. tidak ada yang terjadi dengan kamu!"


"Apa yang harus aku lakukan Mas.. hiks... hiks.."


"Tidak ada, kamu tidak harus melakukan apapun.." Abi memeluk Kinara erat sebelah tangannya membelai rambut basah Kinara, Abi bahkan tak pedulikan pakaiannya yang basah kerena memeluk Kinara yang berontak di dalam bathub.


"Ada.." Kinara berkata lirih, Abi menjauhkan dirinya lalu melihat Kinara yang menunduk.


"Ceraikan aku Mas,.. aku sudah tak pantas untuk kamu"


...


Like..

__ADS_1


Komen..


Vote..


__ADS_2