
Siapkan paksu disebelahmu.
Jangan memaksa kalau belum punya Paksu, mending di skip aja 🤪
....
"Hati- hati suami yang melihat istrinya selalu marah- marah bisa mencari wanita lain"
Kinara terus mengingat perkataan Anita tentang seorang suami yang lari ke pelukan wanita lain..
Bahkan hingga malam hari Kinara masih merenung dan tak enak hati, takut Abi benar- benar jengah padanya dan berpaling.
Kinara melihat jam di dinding sudah pukul 21: 30 malam, namun Abi belum juga pulang.
Kinara mulai resah, akhir- akhir ini Kinara sering marah dan menangis bahkan hingga dia tak memberi jatah malam untuk Abi, karena kesal pada Abi yang selalu sibuk dan pulang malam.
Kinara sendiri merasa bingung karena mood yang naik turun tersebut, namun entah kenapa seolah dia sendiri tak bisa mencegah hal tersebut.
Kinara mendudukan diri di sofa, Arumi sudah tidur sejak setengah jam lalu, dan kini dia masih menunggu Abi untuk pulang.
Abi mengabarinya akan pulang malam hari ini, karena ada beberapa masalah di kantornya, namun Kinara tak tahu jika hingga semalam ini.
....
Abi menutup pintu mobilnya lalu merenggangkan dasinya, sudah larut dan dia baru pulang, Abi rasa Kinara benar dia terlalu sibuk akhir-akhir ini, tapi ini usahanya untuk mengambil cuti di minggu ini, dan mengambil liburan untuk mereka.
Karena itu Abi berusaha menyelesaikan pekerjaannya di minggu ini..
Abi memasuki rumah yang sudah remang, mungkin semua orang sudah tidur, namun Abi tertegun saat melihat Kinara tertidur di sofa dengan posisi meringkuk disana.
Abi menghela nafasnya lalu berjongkok "Astaga.. sayang kamu menungguku" Abi berkata lirih takut membangunkan Kinara.
Abi meletakan tas kerjanya di atas meja, lalu menyelipkan tangannya di tubuh Kinara, menggendong Kinara ke arah kamar mereka dan membaringkannya disana.
Kinara nampak sedikit terusik namun kembali tertidur setelah Abi mengelus rambutnya.
Abi terkekeh saat melihat Kinara meringkuk dan menenggelamkan tubuhnya dalam selimut "Kamu pasti kedinginan sejak tadi tidur di luar."
Abi pergi ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah beberapa saat Abi keluar dengan tubuh yang lebih segar dan segera bergabung dengan Kinara, memeluk Kinara dan ikut terlelap.
..
Kinara bangun dengan nafas terengah, mimpi buruk baru saja membangunkannya.
Kinara mengusap wajahnya yang berkeringat.
Abi yang merasakan Kinara bangun tiba- tiba membuatnya terusik "Sayang?" Kinara menoleh dan melihat Abi disisinya tangan Abi bahkan masih melingkar di pinggangnya.
Abi bangun dan mendudukan dirinya di sebelah Kinara "Kamu bermimpi?"
Kinara mengangguk lalu menangis "Hei apa yang terjadi?" melihat Kinara menangis Abi menjadi khawatir.
"Aku mimpi kamu berpaling pada wanita lain mas.." Abi mengerutkan keningnya.
"Apa?" Abi syok selama ini dia adalah pria paling setia di muka bumi, bagaimana bisa Kinara memimpikannya berpaling pada wanita lain.
__ADS_1
"Sejak kemarin aku marah sama kamu mas, aku kira kamu mungkin marah dan jengah karena aku yang seperti itu.. lalu kamu berpaling.." Kinara masih tersedu- sedu di pelukan Abi.
Abi menghela nafasnya "Aku tidak akan melakukan itu sayang, ya meskipun sikap kamu akhir- akhir ini sedikit menyebalkan.. auh.." Kinara mencubit perut Abi.
"Mas.." Abi terkekeh melihat Kinara yang memberengut, dengan wajah yang menyedihkan, tapi justru Abi suka dengan tingkah manja istrinya ini.
"Aku bercanda sayang" Abi mencubit hidung Kinara.
"Aku suka sekali istriku akhir- akhir ini manja, asalkan manjanya hanya padaku"
"Memangnya aku akan manja pada siapa lagi.."
"Okay.. jadi itu hanya mimpi, tidak usah diingat, aku sangat sibuk akhir- akhir ini jadi tidak usah fikirkan dan membuang waktu aku akan selingkuh dan berpaling karena dirumah ku ada istri cantik yang menungguku pulang, bahkan hingga tertidur diatas sofa."
"Lain kali jika menunggu tunggu aku dan tidur di kamar, diluar pasti sangat dingin.."
"Maaf karena merepotkan, pasti berat menggendongku sampai kamar"
Abi mengusap pipi Kinara yang basah "Sudah tidur lagi, ini masih malam.. atau mau melakukan sesuatu yang membuat kita berkeringat?" Abi menyeringai mesum dan membuat Kinara mencebik, sejak Abi tahu berbagai cara untuk menuntaskan gair ahnya Abi selalu meminta lebih dari yang biasa pria itu lakukan dia terus ketagihan hingga Kinara mengira apa suaminya itu tidak pernah lelah.
Abi mulai menelusupkan tangannya di balik gaun tidur Kinara, dan membuat Kinara mengerang, namun saat tangan Abi akan mencapai gunung kembarnya Kinara menahan tangan Abi.
Abi mengerutkan keningnya saat Kinara menahan tangannya "Ayolah.. sayang" pintanya memelas.
"Mas, mau melakukan sesuatu yang baru?" Kinara mengangkat alisnya dan menyeringai ke arah Abi.
"Baiklah mau gaya apa sekarang, gaya jongkok atau gaya kura- kura" Abi membaringkan tubuhnya dengan lesu, Kinara menahannya jadi dia berusaha menahan dirinya, sedangkan Kinara terkekeh dan bangkit ke arah lemari.
"Kamu ingat saat itu kamu bertanya saat kita di kantor polisi, saat itu karena kita sibuk dengan Anita jadi aku baru sempat membelinya." Kinara pergi ke arah kamar mandi dan menutup pintu.
"Lalu apa yang akan kita lakukan..?" tak ada jawaban dari Kinara, namun beberapa menit kemudian Kinara keluar dari kamar mandi.
Abi membelalakan matanya saat melihat Kinara membawa borgol dan tongkat yang biasa di bawa keamanan, namun yang paling membuat Abi tertegun adalah seragam polisi yang Kinara kenakan, kemeja yang ketat dengan kancing yang sengaja di bukan separuh kancingnya dan menampakan dada Kinara yang hampir tumpah juga celana yang hanya mampu menutupi bok ongnya saja, dengan paha mulus yang terpampang.
"Astaga.." desah Abi melihat istrinya begitu seksii "Kamu nakal sekali sayang.." Abi menopang tubuhnya dengan kedua tangannya dan menatap Kinara yang menakjubkan.
Kinara naik keatas ranjang dengan senyum menggoda "Aku hanya nakal di depan kamu, apa kamu keberatan?" Kinara menggunakan tongkat untuk menelusuri pipi hingga rahang Abi dan membuatnya mendongak, sementara tubuhnya menduduki perut Abi.
"Oh.. aku tidak keberatan sayang.." belum apa- apa darah Abi sudah berdesir, apalagi dua bukit yang mengintip dan kini berada di depan wajahnya, dua benda kenyal itu yang Abi rasa semakin besar dan kencang dari hari ke hari, Abi bahkan merasa itu semakin padat..
Saat Abi akan meraih dengan wajahnya dada Kinara menjauh setelah mendengar bunyi..
Ceklek..
Abi menoleh dan melihat tangannya yang sudah terborgol.. "Oh.. My.." desahnya saat kini tangannya tak berdaya.
Abi terkekeh, tentu saja dia tahu adegan ini, baiklah dia akan diam membiarkan Kinara melakukannya meski tangannya gatal ingin ikut bermain.
Kinara masih mempermainkan Abi yang terus menggeram bahkan dengan tak berdaya saat Kinara mendekatkan dadanya ke wajah Abi namun Abi tak bisa meraihnya.
Abi berusaha menji lat dengan menjulurkan lidahnya, namun Kinara kembali menjauh "Ah.. sayang!" gai rah sudah membumbung namun Kinara masih menggodanya "Ayolah kalau ini terlepas kamu akan habis.." Abi mengangkat tangannya yang tak berdaya di atas kepalannya.
Kinara terkekeh lalu menggesekkan miliknya ke tubuh Abi dan mend esah menggoda membuat Abi yang semakin menggeram karenanya.
"Oh sayang.." Raut Kinara yang merah dan seksii dengan kedua tangan meremas gunung kembar miliknya sendiri, membuat Abi menggila, sedangkan tanpa sadar Abi menggerakkan tubuhnya naik turun menggesek milik Kinara yang ada di atasnya.
__ADS_1
Mereka masih berpakaian namun rasanya begitu luar biasa, oh.. jika begini terus Abi bisa keluar tanpa memasukan tubuhnya ke dalam Kinara.
Kinara mende sah saat Abi bergerak, matanya terpejam dengan bibir yang tergigit menggoda membuat Abi semakin menggeram tertahan "Oh.. hentikan ini sayang aku tak sanggup lagi menahannya biarkan aku masuk."
Kinara menyeringai dan mulai melepas seragam seksiinya dengan gerakan menggoda, membuat Abi menelan ludahnya kasar.
Setelah Abi melihat penutup gunung kembar Kinara ludahnya terasa semakin kering, berangsur saat Kinara melepasnya dan menampakan bukit itu.. benar saja perkiraan Abi itu semakin besar, dan kencang.
"Aku ingin menyentuhnya" Kinara terkekeh lalu meremasnya sendiri " Oh.. lepaskan ini sayang biar aku yang melakukannya.." tenggorokan Abi serasa tercekat, mata Abi menatap penuh permohonan, ayolah dia semakin tersiksa.
Kinara mulai melepas piyama Abi dan mengelusnya, perut Abi yang penuh dengan kotak itu membuat Kinara menggigit bibirnya, bayangan bagaimana Abi begitu kuat saat menerjangnya membuat Kinara menahan desahannya, Kinara bukan tidak merasa bahwa Abi sudah tak sabar, karena dirinya pun sudah merasakan basah di tubuhnya, namun dia masih ingin melihat Abi memohon.
Tongkat yang di pegang Kinara bertumpu di perut Abi dan Kinara menekannya pelan, sedangkan Kinara mencondongkan tubuhnya ke arah Abi membuat gunung kembarnya bergelantungan sungguh menggoda "Aku tidak mendengarnya, katakan sekali lagi mas.." Kinara benar- benar menjadi nakal, bahkan Kinara pun tak menyadarinya, dulu saat pernikahan nya yang pertama dia merasa tidak seliar ini.
Namun bersama Abi Kinara berusaha membuat pria itu benar- benar takluk padanya.
"Aku mohon sayang, jika ini tidak segera masuk dia akan mengeluarkan cairannya sebelum memulai."
Kinara tertawa dengan apa yang di katakan Abi lalu tangannya mulai melucuti semua pakaian Abi, kecuali piyamanya yang menggantung di tangan yang terborgol.
"Oh.. punyamu sudah basah sayang" Abi merasakan gesekan Kinara tepat di inti mereka yang saling beradu.
Kinara bergumam saat merasakan dirinya serasa melayang, Abi mencoba bergerak agar tubuhnya segera masuk, namun tangan Kinara menangkap tubuhnya yang sudah sangat tegang, dan tubuh Kinara berbalik memunggunginya berikutnya Abi ingin berteriak saat Kinara memasukannya ke dalam mulut, meng ulumnya dan men jilatnya lembut.
"Ah.. astaga.. ini luar biasa.."
Abi mengangkat kepalanya hingga tepat berada di depan milik Kinara yang masih berjongkok memberikan kepuasan padanya.
Abi mendengar Kinara menjerit tertahan saat Abi menggerakkan lidahnya menyapu permukaan tubuh Kinara, lalu memasukannya lembut kedalamnya, Kinara menggelinjang dan Abi merasa di atas awan setelah dirinya merasa tak berdaya, dan kini Kinara yang menggeram karenanya.
Kinara mendongak merasa miliknya semakin basah dengan rasa nikmat yang menaunginya, "Mas..!!" Kinara melihat Abi yang mempermainkannya di belakang sana.
Kinara bahkan menggerakan tubuhnya naik turun agar dia bisa menikmati lidah Abi yang menusuk semakin dalam, hingga lenguhan panjang datang saat dirinya melepas seluruh gai rahnya.
Kinara jatuh bertumpu dengan posisinya yang membelakangi Abi.
Abi menyeringai merasa menang, meski Kinara yang mempermainkannya sejak tadi, tapi nyatanya Kinara yang lebih dulu ambruk tak berdaya.
"Masih mau bermain..?" Kinara menggeleng lemas "Baiklah.. sekarang lepaskan aku" Kinara bergerak tanpa bicara dan mengambil kunci borgol yang berada di saku kemejanya lalu melepaskan Abi, Kinara menjatuhkan dirinya saat borgol sudah terlepas dia lemas setelah or*asmenya.
Matanya memejam dan merasakan kantuk, namun Kinara harus melenyapkan rasa kantuknya saat Abi tiba- tiba berada di atasnya "Kamu akan tidur saat aku belum mencapai puncakku"
Kinara meringis lalu dengan pasrah membiarkan Abi menjelajah tubuhnya, baiklah Abi sedang membalasnya bahkan dengan cepat Kinara merasa gair ahnya telah kembali, dan selanjutnya Kinara menjerit kecil karena rasa nik mat yang Abi ciptakan untuknya.
"Haruskah aku juga membelikan pakaian suster untukmu" Abi menyeringai saat Kinara sudah tak berdaya..
...
😱😱😱😱
Like..
Komen..
Vote..
__ADS_1