Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka

Cinta Setelah Perceraian: Hati Yang Terluka
Kinara Oh Kinara


__ADS_3

Meski menggerutu akhirnya Abi mengizinkan Arumi pergi dengan Riana, Kinara dapat meyakinkan Abi, bahwa Arumi akan baik- baik saja pergi dengan Riana.


Hari ini selepas sekolah Riana membawa Arumi untuk pergi jalan- jalan dengannya.


Tadi setelah Arumi masuk ke kelas, Riana berkata untuk memberinya kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua dengan Arumi, dan akhirnya setelah meyakinkan Abi, Kinara pulang lebih dulu, dan menunggu Arumi di rumah namun hari telah sore tapi Riana belum memulangkan Arumi.


Kinara mulai cemas saat Riana tidak menepati janjinya untuk membawa Arumi pulang sebelum malam.


Kemana Riana membawa Arumi, Kinara khawatir terjadi sesuatu, sedangkan dirinya yang menjaminnya pada Abi bahwa Arumi akan baik- baik saja.


Kinara tak berhenti mondar-mandir di depan rumah menunggu dengan gelisah, namun Kinara menghela nafas lega saat melihat mobil Riana memasuki gerbang.


Kinara melihat Arumi tersenyum lalu berlari ke arahnya "Mama!" Arumi memeluk Kinara erat.


"Hey.. ada apa?"


Arumi menggeleng, lalu menoleh ke arah Riana yang baru turun dari mobil "Maaf tadi di jalan macet.."


Kinara mengangguk "Gak papa, tapi lain kali kamu bisa hubungi aku jika terlambat, aku hanya khawatir.."


"Iya maaf, aku cuma fokus buat cepet pulang aja, gak inget buat kasih kabar.."


"Oh, ini mainan Arumi.." Arumi mengambil kotak mainan yang di berikan Riana.


"Bilang apa sama Mama Riana?" Kinara mengelus rambut Arumi.


"Terimakasih Ma.."


"Sama- sama sayang, kalau gitu Mama pulang dulu ya.." Arumi tersenyum lalu mengangguk.


Kinara dan Arumi melambaikan tangan saat Riana masuk ke mobil dan membuka jendela untuk melambaikan tangan.


Setelah Riana pergi Kinara mengajak Arumi segera masuk ke dalam rumah "Arumi suka pergi dengan mama?"


Arumi tersenyum lalu mengangguk "Bagus, pergi kemana saja hari ini.."


"Ke mall beli mainan, makan di *PC.."


"Senang sekali sepertinya.." Kinara mengusap rambut Arumi.


Dan Arumi tersenyum cerah melihat mainan yang di belikan Arumi.


Melihat Arumi senang Kinara juga senang, anak ini telah sejak lama mendambakan kasih sayang sang ibu, dan sekarang dia mendapatkannya meski sedikit terlambat tapi Kinara harap semua akan baik- baik saja.


Dimalam hari, Kinara menerima panggilan video dari Abi, dia yang baru saja menidurkan Arumi pun beranjak sedikit menjauh "Kamu di kamar Arumi.."

__ADS_1


"Arumi sudah tidur?"


"Ya, mungkin kelelahan karena pergi dengan Riana seharian.."


"Kamu akan tidur disana?"


Kinara mengangguk "Ya, karena gak ada Mas, aku tidur dengan Arumi.."


Abi terkekeh "Baru dua hari tapi kamu mulai terbiasa tidur denganku.."


"Iya, karena Mas gak ada akhirnya aku kesepian dan memilih tidur dengan Arumi saja.."


"Astaga, aku ingin cepat pulang.." Kinara tergelak mendengar Abi merengek.


"Nara..?"


"Ya?"


"Aku rindu kamu.." Kinara terpaku, jantungnya berdebar, dengan pipi yang terasa panas.


"Aku.. juga rindu kamu Mas" Kinara menunduk menyembunyikan wajahnya, astaga dia seperti anak ABG yang sedang pacaran.


Abi menenggelamkan dirinya di bantal salah tingkah, dia baru saja selesai dengan pekerjaannya dan memutuskan untuk menghubungi Kinara, namun tak di sangka ternyata menyenangkan menghubungi istri dari jauh.


Mereka bahkan belum dua puluh empat jam terpisah tapi rasanya Abi sangat rindu istrinya yang cantik ini "Kamu cantik sekali, andai aku ada di sana.. aku pasti makan kamu.."


"Apa..?"


"Kita melakukan panggilan vidio, bagaimana jika Arumi dengar"


"Dia tidak akan mengerti istilah makan memakan." ucapnya tanpa rasa bersalah yang lagi- lagi membuat kinara mencebik dengan pipi memerah "Lagi pula Rumi sudah tidur.."


..


Sudah dua hari Abi pergi, dan Riana masih terus datang untuk menjemput Arumi, dan di hari ke tiga Arumi bersedia berangkat sekolah tanpa Kinara, lalu pulang sore hari setelah Riana mengajaknya pergi jalan-jalan, penampilan Riana juga tidak se wah saat pertama datang, mungkin dia mulai membiasakan diri demi Arumi.


Kinara mulai bosan dengan kesehariannya meski Arumi juga menemaninya di malam hari tetap saja Kinara rasa waktunya dan Arumi semakin berkurang, besok adalah ulang tahun Arumi dan Kinara berencana memberikan kejutan dengan membuat kue untuk Arumi, dan rencananya hari ini Kinara akan membeli kado ulang tahun untuk Arumi.


Setelah Arumi pergi ke sekolah bersama Riana, Kinara pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli sendiri bahan kue, serta kado kejutan untuk Arumi.


Kinara memilih sendiri bahan kue serta hiasan kue tokoh kartun kesukaan Arumi, memastikan tidak ada yang terlewat agar semuanya berhasil sempurna, Kinara membayangkan bagaimana reaksi Arumi saat mendapat kejutan darinya, anak itu pasti senang.


Sambil mendorong troli ke arah kasir Kinara terus tersenyum bahkan tak menyadari seseorang memperhatikannya "Ra..?" Kinara menoleh saat mendengar namanya di panggil "Apa kabar?"


Kinara mengerutkan keningnya saat mendapati Yoga di depannya "Yoga.."

__ADS_1


"Aku kira kamu sudah lupa.." Yoga terkekeh.


Kinara tersenyum miring "Aku tidak akan lupa sama kamu Yoga, bahkan jika pun aku ingin.." Yoga tersenyum lebar merasa menang, Kinara memang tidak akan pernah lupa padanya, namun sedetik kemudian senyum Yoga surut saat Kinara berkata "Meskipun aku ingin melupakan kamu, nyatanya rasa sakit yang kamu torehkan terlalu dalam untuk aku lupakan."


"Ra, aku sudah minta maaf soal itu.."


"Aku mungkin memaafkan perselingkuhan kamu Yoga, tapi tidak dengan memaafkan pembunuh anakku! tidak akan pernah.."


"Aku bukan tidak memaafkan Anita, tapi Kinara, Anita sedang hamil.. dan aku sudah berjanji akan menceraikannya setelah dia melahirkan.."


Kinara menggeleng "Aku sungguh tidak peduli lagi dengan rumah tangga kalian, ah ya.. aku lupa memberitahu, tapi aku yakin kamu juga sudah tahu, aku sudah menikah.." dengan bangga Kinara mengangkat tangannya yang menunjukan jari manisnya tersemat cincin indah.


Yoga tersenyum sendu "Kamu terlalu bangga Kinara, kamu belum bisa melihat dengan mata kamu bahwa hanya aku yang mencintai kamu.. tidak akan ada pria lain yang tulus Kinara.. dan ya, aku memang sudah tahu kamu menikah, bahkan dengan duda anak satu, tapi Kinara tidakkah terlalu picik jika dia menikahi kamu demi anaknya? bukan tidak mungkin dia juga akan meninggalkan kamu demi anaknya"


"Kamu terlalu banyak bicara Yoga, bahkan jika itu benar, semua bukan urusan kamu!" Kinara akan pergi namun tiba-tiba tubuhnya terhunyung saat seseorang mendorongnya dari belakang, nyaris saja Kinara terjatuh jika Yoga tidak memegangnya.


"Hati-hati Ra!"


Dengan cepat Kinara bangun dan menepis tangan Yoga yang memegang pinggangnya.


Kinara mendengus lalu pergi dari hadapan Yoga, yang menatapnya nanar.


Kinara terus berjalan, hingga tak menyadari seseorang di sudut sana tersenyum saat tangkapan kamera mengarah begitu strategis menangkap gambar Kinara dan Yoga.


Mood Kinara down setelah bertemu Yoga, Kinara hanya bisa menghela nafasnya saat tiba di gerbang rumahnya, Kinara malas pulang karena Arumi pasti belum pulang,dan dia pasti kesepian, namun begitu memasuki pelataran rumah Kinara tersenyum saat melihat mobil Riana sudah terparkir, tapi kening Kinara mengkerut saat melihat mobil Abi juga berada di garasi.


Abi sudah pulang?.


Kinara tersenyum dan melangkah dengan cepat memasuki rumah, sudah tiga hari Kinara tidak bertemu Abi, meski setiap malam Abi menghubunginya, tapi tetap saja Kinara ingin memeluk Abi secara nyata.


Kinara terus berjalan mencari keberadaan Abi masih dengan senyum yang nampak cantik di wajahnya, namun saat melihat pemandangan di depannya senyum Kinara perlahan surut.


Di depannya Abi dan Riana duduk di sisi Arumi yang sedang bercerita dengan gembira.


Terdengar Arumi menceritakan pengalaman bermainnya dengan Riana, dan di tanggapi Abi dengan usapan di rambut Arumi sambil tersenyum, lalu Riana yang tertawa kecil, melihat tingkah lucu Arumi.


Pemandangan macam apa ini?..


Lulu tiba- tiba perkataan Yoga terngiang di telinga Kinara "...Tapi Kinara tidakkah terlalu picik jika dia menikahi kamu demi anaknya? bukan tidak mungkin dia juga akan meninggalkan kamu demi anaknya"


....


Astogeeeee😱😱😱


Like..

__ADS_1


Komen..


Vote..


__ADS_2