Cinta Tulus Kania

Cinta Tulus Kania
43


__ADS_3

"Wanita itu ada di depan sana, wanita cantik dengan rambut panjangnya" Farel menunjuk ke ke depan dengan tangannya.


Lampu yang semula menyorot Farel kini bergerak-gerak mencari wanita yang di maksud Farel.


"Apa maksudnya ini Kania??" Geram Alam yang mulai menjadi pusat perhatian karena bermesraan dengan Kania, tapi justru Farel mengatakan Kania adalah wanita yang dicintainya.


"Aku tidak tau kenapa Farel melalukan itu Kak" Ucap Kania dengan bingung.


Bola mata Kania bergerak tak tenang melihat sekitarnya. Dia merasa malu menjadi pusat perhatian. Dia juga mengutuk Farel yang telah berbuat seenaknya seperti itu.


Kania semakin mencengkeram tangan Alam. Dia seakan meminta bantuan jika dia tidak mau berada di situasi seperti itu.


Alam melihat sorot nata Kania yang cemas, dia percaya dengan ucapan Kania jika dia tidak tau dengan apa yang Farel lakukan itu.


Sementara itu, perhatian orang-orang kini beralih pada Farel yang berjalan mendekat ke arah Kania. Semua orang menyingkir memberikan jalan untuknya.


Dengan sebuket bunga mawar merah, Farel terus maju dengan senyuman di bibirnya.


Alam jelas sudah menumpuk kemarahan di dalam dadanya. Tapi dia bisa menahannya karena saat ini terlalu banyak orang untuk meluapkan emosinya.


Di dalam pikirannya juga dia berertanya-tanya. Kenapa Farel bisa melakukan hal seperti ini. Yang jelas-jelas tau kalau Kania sudah bersuami.


"Kania" Panggil Farel setelah tiba di hadapan Kania.


"Sebenarnya apa yang kamu lakukan ini Rel??" Ucap Kania dengan bibir yang tidak bergerak karen menjadi pusat perhatian.


"Kania, malam ini aku akan menunjukkan pada semua orang bahwa kamulah wanita yang selama ini mengisi hatiku" Farel tidak menanggapi pertanyaan Kania. Dia justru terus melanjutkan aksi g*lanya.


"Hentikan Farel!!" Geram Kania.


Alam semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Kania. Jangan tanya lagi bagaimana wajahnya. Dia sudah seperi singa yang akan menerkam mangsanya. Tapi dia masih menunggu apa yang akan di katakan pria ini selanjutnya.


"Sudah lama aku ingin mengungkapkan isi hatiku ini. Tapi aku tidak punya banyak keberanian, hingga malam ini aku memberanikan diri dengan segala keraguan di dalam hatiku"


Farel menyodorkan bunga mawar itu ke hadapan Kania.


"Kania, maukah kamu menerima cintaku ini!!"


Suasana menjadi riuh karen melihat momen romantis itu.


Kania masih diam dan tak melepaskan tangan Alam sedikitpun.


"Ayo terima saja!!" Teriak seseorang yang menunggu Kania tak kunjung memberikan jawaban.


"Terima!!"

__ADS_1


"Terima!!"


"Terima!!"


Kini semua orang mengeluarkan suaranya dengan tepuk tangan yang sangat mengganggu bagi Kania.


"Berhenti!!"


Suara berat milik Alam lah yang menghentikan semua orang itu. Suasana menjadi hening karena Alam yang dingin itu bersuara dengan tegas dan keras.


"Pak Farel, tanpa mengurangi segala hormat saya kepada anda. Sebaiknya anda hentikan semua ini. Anda juga sudah tau apa status Kania, dan kenapa anda berani berbuat seperti ini??" Ucap Alam dengan penekanan di setiap kalimatnya.


"Maksud anda apa Pak Alam. Saya tidak mengerti apa yang anda katakan ini" Farel malah semakin menjadi dengan bersikap pura-pura seperti itu.


"Baiklah kalau anda tidak tau, saya akan memberi tahu anda yang sebenarnya" Geram Alam.


Alam menatap Kania sekilas sebelum kalimat yang sangat di hindari Kania itu keluar dari mulut Alam.


"Saya akan menjawab mewakili Kania. Bahwa dia tidak akan menerima cinta anda karena dia telah menjadi ISTRI saya!!" Alam sengaja menekan kata istri dengan sangat keras sehingga semua yang ada di sana mendengarnya.


Kania sempat terkejut dengan pernyataan Alam itu. Tapi Kania tidak menyangkalnya sama sekali.


"Apa??"


"Istri??"


"Kenapa kita tidak tau??"


"Tapi aku sering melihat Pak Farel bersamanya"


Suara bisik-bisik itu sudah mulai terdengar.


Farel tampak sangat marah. Rencananya gagal sudah. Dia melakukan semua itu karena dia yakin jika Alam tidak berani mengakui Kania sebagai istri di depan umum. Sehingga Farel memanfaatkan kesempatan itu.


Farel tidak menyangka jika tindakannya itu justru membuat pernikahan Kania di ketahui banyak orang. Apalagi Kania tidak menyangkal sama sekali.


"Saya rasa semuanya sudah cukup jelas. Jadi saya minta kepada anda untuk tidak mengganggu istri saya lagi!!"


"Ayo sayang kita pulang" Alam semakin memeluk pinggang Kania dengan posesif kemudian meninggalkan Farel tanpa sepatah katapun dari Kania.


"Awas saja kalian!! Aku tidak terima di permalukan seperti ini!!" Geram Farel dalam hatinya. Tangannya mencengkeram kuat bunga mawar yang ada di tangannya. Duri-duri yang tersisa di sana bahkan menusuk tangannya tanpa di rasa oleh Farel.


Dan di sisi yang lain dari tempat Farel berdiri juga ada seseorang yang sedang kebakaran jenggot.


"S*al!!"

__ADS_1


"Sabar Jes, itu tandanya dia bukan jodoh lo" Ucap temannya mencoba menghibur Jesy.


"Apa sih lebihnya wanita itu kalau dibandingkan sama gue?? Kenapa Alam bisa kepincut sama dia??"


"Mungkin dia tipe wanita Pak Alam kali Jes. Buktinya dia nggak pernah tertarik sama lo, dia suka yang kalem-kalem kaya gitu" Ucap teman Jesy lagi.


Jesy masih tidak terima dengan hal ini. Meski dia menyukai Alam hanya sebatas penasaran saja tapi dia merasa kalah sebelum berperang.


-


-


Sementara itu, Alam memasuki rumahnya dengan api yang masih membara di dalam dadanya. Dia benar-benar kehabisan kesabaran dengan anak bos besarnya itu.


"Kak sudahlah jangan marah-marah seperti ini" Bujuk Kania. Dia sebenarnya juga ketakutan melihat wajah suaminya yang memerah dan rahang yang terus mengeras itu.


"Bagaimana bisa Kakak tidak marah kalau melihat kelakuan Farel itu. Dia sengaja berbuat seperti itu di depan banyak orang, dia kira dia bisa mendapatkan kamu dengan cara seperti itu" Ucap Alam dengan kesal.


"Jika saja dia bukan anak Pak Jonatan, sudah pasti dia akan habis di tanganku!!" Geram Alam lagi.


"Kak, jangan bertidak b*doh!!"


"Apa kamu bilang?? B*doh?? Mana ada suami yang rela melihat istrinya mendapat pernyataan cinta dari laki-laki lain. Apalagi di depan mataku sendiri" Alam benar-benar heran dengan ucapan Kania itu.


"Iya aku tau Kak, kamu jangan salah paham. Aku takut jika perkataan mu tadi bisa saja menghancurkan karir kamu sendiri. Aku yakin Farel tidak akan tinggal diam"


"Jadi maksud kamu aku harus diam saja begitu?? Kamu tidak suka aku membuka rahasia kita??" Ucap Alam dengan kecewa.


"Bukan seperti itu Kak!!" Kania jadi bingung sediri. Memang susah berbicara dengan orang yang sedang tersulut emosi.


Kania bergerak maju ke depan Alam. Mendekati suaminya yang sedang merajuk.


Kania menyusupkan tangannya ke sela tangga Alam yang berkacak pinggang itu. Memeluk suaminya dengan lembut.


"Sudah Kak jangan marah, aku tidak keberatan kamu memberitahu pernikahan kita. Aku hanya khawatir dengan pekerjaan kamu. Pasti setelah ini kamu akan mengalami hal yang berat" Suara lembut dan juga usapan tangan Kania di punggung Alam, membuat suaminya itu menjadi luluh. Amarah di dalam dirinya menguap begitu saja.


"Asal kamu selalu di sampingku. Hal seberat apapun pasti akan Kakak lalui sayang"


Alam membalas pelukan istrinya itu dengan erat.


Menyalurkan rasa cintanya pada Kania dengan sebuah kecupan pada keningnya.


-


-

__ADS_1


-


Happy reading, jangan kupa likenya ya readers😊


__ADS_2