Cinta Tulus Kania

Cinta Tulus Kania
46


__ADS_3

"Halo?" Sapa Kania lebih dulu.


"Hay Kania" Jawab Farel dengan suara yang sangat aneh di telinga Kania.


"Iya, ada apa Rel??"


"Apa kamu sudah melihat keadaan suamimu Kania?? Bagaimana rasanya?? Temui aku di cafe biasanya jika kamu tidak ingin melihat suamimu berada di ruangan pengap itu selamanya"


Kania meremas ponselnya dengan kuat setelah mendengar kalimat panjang dari Farel. Air mata kekesalannya keluar begitu saja meski saat ini Kania berdiri di tepi jalan.


Benar firasat Kania yang mengatakan jika kejadian yang menimpa Alam amatlah janggal. Dia yakin jika ada yang sengaja menjebak suaminya itu.


Tanpa berpikir panjang Kania menghentikan taksi untuk menuju tempat yang Farel tunjukkan. Dia harus segera mendapatkan sebuah jawaban.


***


Kania mendudukkan dirinya tepat di depan seseorang yang sudah menunggunya di sana.


"Cepat sekali kamu datang kesini Kania. Semakin terlihat jelas jika kamu sangat mencintai suamimu itu" Baru datang saja Kania sudah mencium bau-bau tidak mengenakkan perasaannya.


"Apa sebenarnya maksudmu Farel?? Jangan bilang kamu terlibat dalam masalah ini!!" Tanya Kania langsung pada intinya. Tidak ada waktu lagi baginya untuk sekedar basa basi.


"Woow, ternyata kamu pintar sekali menebak" Jawab Farel dengan remeh.


Kania mengepalkan tangannya di bawah meja. Rasanya ingin menimpuk kepala Farel dengan gelas jika saja kania sudah memesan minum.


"Kenapa kamu melakukan semua ini??" Mata Kania sudah memerah. Bukan karena ingin menangis, tapi karen amarah yang membuncah di dalam hatinya.


"Kenapa?? Tentu kamu masib ingat malam pesta itu kan??" Farel malah membalikkan pertanyaannya.


"Kalian sudah membuatku kehilangan muka!! Aku malu karena perbuatan kalian!!" Ucap Farel dengan giginya yang menggertak.


"Farel, kamu malu atas perbuatan mu sendiri. Kamu melakukan hal yang tidak seharusnya, kamu tau sendiri aku sudah bersuami. Kenapa harus nekat seperti itu?? Kamu pikir kalau berbuat seperti Kak Alam akan diam saja dan aku menerima mu begitu??"


"Tidak Farel, itu hal paling konyol yang pernah aku temui. Seharusnya kamu berpikir jernih. Dan sekarang justru kamu menyalahkan orang lain atas perbuatan mu sendiri" Geram Kania. Setelah mendengar alasan Farel itu, justru membuat Kania semakin marah dengan Farel.


"Aku melakukan itu karena aku mencintaimu Kania!!" Farel masih pada pendiriannya. Tidak sadar akan kesalahannya walau Kania sudah berceramah panjang lebar.

__ADS_1


"Itu bukan cinta Rel, itu obsesi. Cinta tidak mungkin menyakiti perasaan orang yang kita cintai. Sedangkan kamu melakukan apa saja yang kamu mau tanpa memikirkan posisiku!!" Entah harus bagaimana lagi Kania menjelaskan pada Farel.


"Aku tidak peduli!! Yang aku nau saat ini hanya memberi suami mu itu pelajaran" Farel tersenyum miring.


"Jangan bertindak kelewat batas Rel. Kak Alam nggak salah, dia hanya melindungi haknya!!"


"Aku juga melindungi hatiku sendiri!!" Balas Farel tak kalah sengit.


"Oke, aku minta maaf atas nama suamiku. Aku harap kamu mau membebaskan Kak Alam dari semua tuduhan tidak benar itu" Ucap Kania dengan lembut. Jika dengan kata kasar juga tidak di dengar oleh Farel. Maka Kania akan memilih untuk mengalah.


"Tidak semudah itu Kania, bukan itu tujuanku!!"


"Maksud kamu Rel??" Hati Kania sudah merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.


"Ada permintaanku yang harus kamu turuti untuk menjamin kebebasan pria yang begitu kamu cintai itu"


Kania menarik nafasnya dalam. Dia tau ini pasti akan terjadi. Farel tidak mungkin melepaskan Alam begitu saja.


"Apa itu??"


"Aku hanya ingin selalu punya waktu denganmu Kania, seperti dulu. Setelah kalian menikah, kamu seolah melupakan aku. Bisakah hubungan kita seperti dulu lagi?? Dekat lagi??" Ucap Farel dengan kepala tertunduk. Farel yang sejak tadi sangat menyebalkan sekarang berganti dengan Farel yang terlihat sendu.


"Rel, maafkan aku. Bukannya aku lupa, tapi sekarang aku seorang istri. Jadi aku harus menjaga martabat ku sendiri"


"Jadi kamu menolak keinginanku ini??"


Kania hanya diam, dia tidak ingin berdosa pada suaminya. Tapi pria di depannya ini pasti sudah menyiapkan rencana di balik ini semua.


"Kalau kamu ingin tetap pada pendirian mu ya sudah. Berati kamu tetap ingin melihat suami mu berada di balik jeruji besi. Atau bahkan lebih menyeramkan dari pada itu"


"Farel!!" Geram Kania. Kini Farel kembali lagi ke mode awal.


"Dan satu lagi, kamu juga akan melihat usaha milik suamimu hancur tak tersisa. Tentu tidak mau itu terjadi kan?? Jadi berkorbanlah sedikit untuk pria yang kamu cintai itu" Ancam Farel dengan seringaian di bibirnya.


"Aku nggak nyangka ternyata kamu sekejam ini Rel!!"


"Aku tidak peduli kamu mau menganggap ku apa. Yang jelas aku hanya ingin selalu di dekatmu walau tidak menjadi suamimu"

__ADS_1


"Kamu nggak waras Rel!!" Kini air mata Kania tumpah juga. Sahabatnya yang baik dan pengertian sekarang tidak ada lagi. Yang Kania lihat hanya sosok menyeramkan dan serakah.


"Aku tau pasti kamu tidak ada pilihan lain selain menuruti permintaan ku kan?? Atau kamu mau melihat Alam hancur hanya karena mempertahankan kamu"


"Bagaimana, kamu mau terima tawaranku?? Hanya kembali menjadi Kania yang dulu. Tidak lebih dari itu" Tambah Farel.


Kania tampak berpikir. Di saat ini juga dia harus mengambil keputusan. Tapi terasa berat yang dirasakannya.


Jika dia menuruti keinginan Farel maka dia akan membohongi suaminya. Tapi jika tidak, Kania tidak akan sanggup melihat Alam hancur seperti yang di katalan Farel.


"Aku rasa aku memang masih mencintainya. Mana mungkin aku berpikir sampai seperti ini jika aku tidak mencintainya lagi. Ternyata begitu sulit untuk membuang rasa cinta itu meski aku sudah berusaha sekuat mungkin. Kak Alam memang sudah menguasai hatiku sejak dulu" Batin Kania sebelum mengambil keputusan.


"Baiklah aku setuju.Tapi bebaskan Kak Alam sekarang juga dan bersihkan namanya!!" Kania tau dia mengambil keputusan yang salah. Karena Alam pasti akan menentangnya jika dia tau.


"Kamu mengambil keputusan yang tepat Kania" Farel tersenyum dengan lebar.


"Tapi untuk kasus yang sudah terlanjur masuk, setidaknya butuh waktu hampir satu bulan untuk proses pembatalannya" Ucap Farel dengan penuh drama.


"Apa Rel?? Selama itu kah, apa tidak bisa lebih cepat??" Kania semakin lemas mendengarnya.


"Itu juga yang paling cepat" Bohong Farel.


"Maaf Kania, aku hanya ingin memberi pria sombong itu sedikit pelajaran. Dan kamu tenang saja, aku tidak akan meminta kamu untuk berpisah dengan suamimu itu. Tapi aku akan membuat dia yang akan melepaskan mu" Suara licik Farel di dalam hati.


Kania tertunduk lesu. Dia terlalu lelah dengan apa yang dilaluinya hari ini, rasanya seperti memikul batuan kali dengan sebuah karung.


"Maaf aku mengambil keputusan ini Kak. Semoga keg ilaan Farel tidak berlarut-larut. Aku janji akan menjelaskan semuanya setelah kamu benar-benar di bebaskan oleh Farel" Kania bermonolog dalam hatinya. Berharap Alam mendengar suara bisikan hati Kania.


-


-


-


-


Kania hadir lagi.. Tapi jangan lupa berikan jempol kalian yaa.. Terimakasih😊

__ADS_1


__ADS_2