
"Kania, kamu datang Nak. Bunda kangen sama kamu" Bunda langsung menyambut kedatangan putrinya itu dengan pelukan hangat.
"Kania juga kangen Bunda. Bunda sehat kan?? Maaf ya Kania baru bisa datang kesini" Bunda mengajak Kania masuk ke dalam rumah.
"Bunda sehat Nak, lihatlah Bunda segar bugar begini. Bunda tau kamu sibuk jadi nggak harus setiap minggu kamu kesini. Cukup tau kalau kamu dan Alam sehat dan bahagia saja Bunda sudah bahagia" Ucap Bunda dengan wajahnya hang berbinar karena bertemu dengan putrinya.
"Oh ya, kamu kesini sendiri?? Alam mana??" Bunda melihat ke belakang Kania, mencari keberadaan Alam.
"Kak Alam ada kerjaan Bunda. Jadi Kania datang sendiri" Bohong Kania, dia tidak mau Bundanya sampai tau masalah rumah tangganya.
"Ya sudah tidak papa, Bunda juga minta maaf belum sempat lihat rumah baru kamu"
"Kapan-kapan Kania jemput Bunda datang ke rumah Kania ya??" Sebenarnya Kania ragu masih bisa bertahan di rumah itu atau tidak.
"Iya, bunda juga pingin lihat rumah kalian" Balas Bunda antusias.
"Kak Dania di mana Bun?? Kok sepi??"
"Ada di kamarnya, kamu ke atas saja. Bunda mau masak dulu buat kalian" Bunda langsung meninggalkan Kania, ia sudah lama tidak memasak makanan kesukaan Kania.
Tok.. Tok.. Tok..
Kania mengetuk kamar Dania.
"Aku masuk ya Kak??" Karena tidak ada jawaban, Kania membuka pintu kayu itu.
"Dek, kamu disini??" Dania tampak senang melihat kedatangan Dania.
"Iya" Jawab Kania dengan senyum yang terlihat sekali jika di paksakan. Tapi Dania mencoba untuk tetap diam, menunggu adiknya sendiri yang menceritakan keadaannya.
"Kamu sendirian??" Kania mengangguk pelan.
"Memangnya suami kamu kemana??" Tanya Dania.
"Ada kerjaan Kak. Oh iya, aku benar-benar berterimakasih sama Kakak, karena sudah membantu Kak Alam keluar dari penjara" Dania menyadari Kania berusaha mengalihkan pembicaraannya.
"Iya sama-sama. Kamu nggak usah khawatir. Kakak akan selalu ada buat kamu" Dania menepuk pelan bahu Kania.
"Terus, apa Kakak sudah memutuskan untuk bicara sama Bunda??"
"Kakak belum berani Dek, Kakak nggak siap melihat Bunda dengan wajah sedihnya"
Kania mengangguk mengerti.
"Sudah itu saja yang ingin kamu tanyakan??" Pertanyaan Dania membuat Kania mengangkat kepalanya untuk menatap Kakaknya itu.
"Maksud Kakak??" Tanya Kania gugup.
"Kakak tau kamu sedang ada masalah kan?? Sama Alam ya?? Nggak mau cerita sama Kakak??" Tanya Dania dengan lembut.
__ADS_1
Hanya mendengar pertanyaan itu saja Kania sudah menangis.
Kania tiba-tiba memeluk Dania, menangis di pelukan Kakaknya.
"Aku harus gimana Kak hiks.. hiks.."
"Kak Alam salah paham padaku. Dia menuduhku ada hubungan dengan Farel"
"Kenapa bisa begitu??" Dania yang terkejut langsung menjauhkan Kania dari pelukannya.
Kania mengangguk dengan air matanya yang terus tak mengalir. Dia memang membutuhkan teman untuk bercerita agar hatinya sedikit lebih ringan.
Kania menjelaskan semua yang terjadi antara dirinya dan Alam.
"Aku bahkan sedang bersiap untuk menjelaskan semua itu padanya. Aku juga ingin memberitahukan perasaanku yang sebenarnya. Tapi semua ini sudah terlanjur terjadi"
"Bahkan dia sudah resign dari kantor Kak. Dia akan menceraikan ku"
Dania akhirnya menarik Kania ke dalam pelukannya lagi. Dia tidak tega melihat adiknya menangis seperti itu.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan Kak?? Aku tidak ingin berpisah. Aku mencintainya Kak hiks..hiks.."Suara Kania sudah hampir hilang karena terus-terusan menangis.
"Mungkin dia sedang emosi Dek. Kakak yakin dia tidak akan melakukan itu. Kakak tau betul dia sangat mencintaimu" Ucap Dania tidak percaya dnegan apa yang Kania ceritakan itu.
"Tapi kenapa dia terus mengucapkan kata perpisahan Kak. Kalau dia mencintaiku, dia pasti akan mendengarkan aku dulu" Sepertinya Kani juga mulai putus asa dengan rumah tangganya.
Jujur saja, mendengar kalimat Dania itu tak lantas membuat hati Kania lega. Tetap saja dia takut Alam sudah bulat dengan keputusannya.
-
-
Dua hari berlalu setelah Kania berkunjung ke rumah Bunda. Dan setelah mendapat semangat dari Dania untuk memperjuangkan cintanya lagi.
Walaupun sudah berbagai cara Kania lakukan untuk membujuk Alam, tapi laki-laki itu masih saja diam membisu.
Padahal Kania selalu mengajak Alam bicara walau tidak mendapatkan jawaban apapun. Menyiapkan makanan walau tidak disentuh sama sekali.
Sikap Alam yang berbanding terbalik dari saat awal pernikahan hingga 5 bulan pernikahan mereka, sungguh membuat Kania ingin menyerah jika saja cintanya tak teramat besar pada Alam.
Alam memang setiap malam akan pulang dan tidur di tempat yang sama seperti biasanya. Tapi akan kembali menghilang setelah pagi datang.
Kania tidak tau Alam pergi ke bengkel atau ke tempat lainnya karena dia tidak memberi tahu Kania kemana perginya. Alam di rumah hanya seperti patung yang bisa berjalan, diam tanpa suara.
Hari ini Kania memang sengaja tidak berangkat ke kantor. Dia ingin memberikan kejutan kepada suaminya nanti malam.
Setelah Alam meninggalkan rumah tadi pagi, Kania mulai bekerja keras menghias rumahnya. Seperti kejutan yang Alam berikan beberapa hari yang lalu, Kania juga memberikan banyak bunga dan lilin di ruang tamunya yang sudah di tata sedemikian rupa.
Kania juga sudah memasak makanan kesukaan Alam seperti biasanya. Walau beberapa hari terakhir selalu berakhir mengenaskan.
__ADS_1
Tidak terasa hari semakin sore, karena terlalu sibuk, Kania tidak merasakan waktu yang berjalan begitu cepat. Kania bergegas membersihkan dirinya. Rencananya setelah ini dia akan pergi ke toko kue untuk mengambil pesanan kuenya. Kue favorit Alam juga yang Kania pesan.
Setelah rapi dengan baju kasualnya, Kania berlari kecil keluar dadi rumahnya karena taksi yang dia pesan telah tiba di depan gerbang rumahnya.
"Semoga aja nggak keburu pulang" Gumam Kania sambil melirik jam tangannya.
Jika biasanya Kania berharap Alam cepat pulang, berbeda dengan hari ini. Karena Kania tidak ingin kejutannya untuk Alam malam ini gagal karena Alam terlanjur pulang sementara Kania masih mengambil kuenya.
Dengan senyuman yang menghiasi bibir manisnya Kania menapakkan Kakinya memasuki bakery cafe yang cukup terkenal itu.
Kania dulu pernah beberapa kali membelikan Alam kue di sana. Dan selalu Alam habiskan tanpa tersisa.
Kania mendorong pintu masuk hingga bunyi suara lonceng terdengar menggema di dalam cafe itu. Jika ada seseorang yang masuk sudah pasti menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di dalam sana. Termasuk Kania saat ini, tapi berbeda dengan dua orang yang tampak sedang berbicara serius itu. Mereka sama sekali tidak melihat ke arah pintu masuk sama sekali.
Kania bisa mengenali dengan jelas siapa ke dua orang itu meski hanya melihat wajah mereka dari samping.
Kania tidak mendengar sama sekali apa yang mereka bicarakan. Tapi Kania bisa menangkap dengan jelas mereka tampak saling memandang dengan tatapan seperti sepasang kekasih yang tidak bertemu dengan lama.
Tidak ingin menjadi pengganggu bangi mereka berdua, Kania memilih pergi dari sana. Tidak peduli kejutannya gagal hari ini, nyatanya dirinya sendiri lah yang justru terkejut.
Kania berbalik dengan cepat sebelum kedua orang itu menyadari keberadaannya. Tapi nahas, tanpa sengaja Kania menyenggol seorang karyawan yang membawa nampan berisi gelas kosong.
PRAAANGGG....
Bunyi pecahan gelas berhasil menarik perhatian kedua orang itu kali ini.
"Maaf aku nggak sengaja" Ucap Kania pada karyawan itu.
"Tidak papa kok Kak, biar saya bersihkan" Jawaban ramah dari karyawan itu Kania syukuri hari ini. Mungkin dia besok akan kembali ke sini lagi untuk mengganti pecahan gelas itu tapi untuk saat ini tidak mungkin.
Dengan ragu Kania kembali melihat ke belakang, memastikan orang itu menyadari adanya Kania di sana atau tidak. Tapi...
Deg....
Tatapan Kania bertemu dengan salah satunya.
"Dek??" Gumam pria itu yang ternyata adalah Alam.
Kania justru berlari menjauh keluar, menjauh dari cafe itu.
"Tunggu Dek!!" Kania jelas bisa mendengar suara siapa itu.
Tentu saja milik Alam, dan sepertinya Alam berlari untuk mengejarnya. Dan bukannya berhenti, Kania justru berlari semakin kenang kemudian menyeberang jalan untuk mendapatkan taksi yang akan membawa dirinya pulang.
Kania berlari dengan cepat hingga lupa jika dirinya di tanah jalan yang ramai.
BRAAKKK....
"KANIAAAA!!!"
__ADS_1