Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Keduabelas


__ADS_3

Mobil pun melaju, menunggal kan rumah mewah milik keluarga dwipangga yang terkenal. Mobil melaju menuju sebuah mall terbesar di kota itu.


Beberapa waktu kemudian, setelah melalui jalan yang berkelok kelok, mobil berhenti di sebuah mall megah. Mereka pun turun dari mobil nya. Dan berjalan memasuki mall untuk berkeliling.


Sedang kakak nya mengajak mas davis supir arin untuk ikut, karna ia gak mahu jadi tumbal para cewek yang sedang berbelanja itu. Arin dan asisten nya berkeliling di tempat yang menjual kan berbagai pakaian wanita, sedang kan sang kakak gak mau ikut arin karna ia tahu apa bila wanita berbelanja akan memerlu kan waktu yang sangat lama untuk sekedar memilih apa yang ingin mereka beli. ( ini fakta kan teman teman, he.. He... )


Raka dan supir Arin menuju tempat yang menjual kan jam tangan. Mereka melihat lihat jam edisi terbaru disana.


"Ayo mas, pilih salah satu dari jam itu, aku juga akan memilih satu untuk mas dewo supir ku". Kata nya menawar kan pada supir adik nya itu.


"Gak usah mas, saya masih punya jam tangan nih. Masih bagus juga, masih bisa di pakai". Supir itu menolak.


Memang supir adik nya ini lebih pemalu dari supir nya yang humoris dan suka blak blakan, apa lagi dengan diri nya. Papa nya memang pintar memberi supir untuk anak nya. Yang pendiam dan pemalu di jadi kan supir anak nya yang suka ngomong dan gak bisa diam. Dan yang suka ngimong blak blakan di jadi kan supir untuk anak nya yang dingin.


"Gak papa mas, ini sebagai tanda terim kasih aja dari aku mas." kata nya lagi.


Supir itu tetap menolak secara halus, pada akhir nya. Raka punya ide untuk memberi kan nya jam.

__ADS_1


"Kalo menurut mas, yang mana ya yang cocok untuk mas dewo ya mas". Kata nya bertanya.


Supir itu pun melihat lihat jam yang di angap nya bagus, untuk teman nya yang sama kerja dengan dia.


"Yang ini mungkin cocok mas". Kata nya sambil nunjuk jam yang ada dalam lemari kaca.


"Wah,,,, bagus juga nih mas." kata raka sambil meminta pelayan mengambil kan dua buah jam tangan yang sama.


Setelah selesai membayar jam tangan tersebut Raka menyerah kan satu jam pada supir adik nya dan yang satu lagi di pegang nya.


Supir itu pun terlihat sangat senang dengan jam yang ada di tangan nya. Ternyata Raka membeli kan dua jam bukan untuk nya, melain kan untuk dua supir itu.


Sedang Arin dan kedua asisten pribadi nya itu sibuk melihat baju yang ada di jejeran mall itu. Sampai akhir nya gak satu pun yang jadi di beli oleh Arin. Ia hanya membeli kan untuk kedua asisten ny itu.


Itulah keluarga dwipangga, mereka orang yang kaya, tapi gak pernah pelit pada orang yang kerja dengan mereka. Pantas saja yang kerja dengan mereka merasa sangat betah untuk tetap bekerja. Karna perlakuan keluarga Arin bukan lah sebagai asisten atau majikan dengan bos, melain kan perlakuan dengan teman atau bahkan seperti saudara sendiri.


Mereka sangat menghargai yang bekerja di rumah mereka, tak hanya Arin dan Raka, begitu pun mama dan papa nya juga sama.

__ADS_1


Seleasai berkeliling di jualan baju, arin dan dua asisten itu menuju temapat sepatu dan sendal. Lagi lagi kejadian yang sama terulang arin bosan milih milih malah gak jadi beli. Ini membuat sang kakak yang bertemu di sana memutus kan untuk makan saja, dari pada mutar mutar gak jelas kan.


Arin pun setuju, dengan usulan kakak nya mereka masuk restoran untuk makan. Kakak nya sangat paham kalau adik nya sangat suka masakan sea food. Jadi mereka masuk kesana untuk makan. ( ya elah, yang pasti nya untuk makan lah kalo masuk restoran kan, masa ia untuk tidur, dasar author.)


Sambil menunggu pesanan datang mereka ngobrol tentang bagai mana arin belanja, asisten nya bercerita pada Raka bagai mana nona nya itu hanya memilih baju dan gak jadi beli. Cerita mereka di sambut tawa oleh Raka, dia sudah tahu sifat adik nya itu. Maka nya ia gak mau ikut jika arin berbelanja, karna jika gak di pilih kan arin gak akan jadi membeli apa yang ia pilih sendiri.


"Mbak mbak... Kalian berdua kan juga udah tahu gimana ratu kita ini kan, gak kan jadi jika gak di pilih kan". Kata Raka sambil ketawa terbahak bahak.


Melihat kakak nya mengejek nya, arin pun memasang wajah yang cemberut, kecut minta ampun. Itu bukan nya bikin kakak nya berhenti ketawa malah tambah ketawa lagi.


Dan gak lama kemudian makan yang mereka pesan pun datang. Mereka berhenti bercanda dan beralih menikmati makanan masing masing.


Selesai makan mereka akhir nya memutus kan untuk langsung pulang kerumah saja, dan membatal kan untuk berjalan ketaman. Karna hari sudah lumayan sore, dan mereka pun sudah lumayan merasa capek, karna berkeliling mall.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Terima kasih untuk waktu yang kalian luang kan pada novel aku yah teman teman. Kasih koment nya, dan jangan lupa ikuti terus novel ku di setiap episode nya yah. Maaf jika banyam kata yang gak ingin kalian lihat.

__ADS_1


__ADS_2