
Satria masih merasa bingung dengan yang terjadi, mengapa anak anak itu takut pada seorang cewek.
Arin yang mengerti dengan wajah satria yang kebingungan, berusaha menjelas kan siapa dia dan kenapa baru muncul sekarang bukan nya dari jam pertama pelajaran di mulai.
"Lho gak usah bingung gitu dong Sat, mereka segan sama gue karna gue wakil osis di sekokah ini. Dan gue baru datsng karna ada pertemuan osis". Kata nya menjelas kan.
Sebenar nya, apa yang di jelas kan Arin itu hanya lah poin kedua kenapa anak anak itu takut pada nya. Poin pertama nya adalah karna arin anak orang terkenal di situ, berurusan dengan Arin lebih baik berurusan dengan guru di sekolah dari pada berurusan dengan arin. Karna jika berurusan dengan Arin akan menimbul kan urusan dengan guru juga keluarga terkenal.
Lagian Arin adalah mekar berduri di sekolah, yang di jaga oleh berbagai kaktus untuk melindungi nya. Karna ia adalah gadis tercantik di sekolah itu, meski banyak yang kagum juga banyak yang iri sih.
Satria bisa menerim alasan Arin untuk dia yang di segani teman sekelas nya. Dalam hati ia agak merasa minder untuk duduk di bangku itu. Pantas anak anak tadi bilang berani duduk di bangku ini, ternyata bangku cewek cantik ini rupa nya, kata ia dalam hati.
"Lho duduk bareng gue yah, biar mira duduk bareng agus aja". Kata nya.
Satria tidak menjawab dia memikir kan sesuatu yang akan menjawab permintaan arin pada nya. Dia pun menulis di kertas dan menyerah kan pada arin.
*aku bukan nya gak mau duduk sebangku sama kamu, nanti teman sebangku mu gimana* kata tulisan Satria.
__ADS_1
"Udah gak usah khawatir sama Mira, ia juga duduk sama agus, gak kan jadi masalah kan, udah duduk bareng gue aja yah". Kata nya yang di sambut Satria dengan angukan, dalam hati ia merasa senang bisa duduk sama gadis cantik yang telah ia temui di jalan pertama kali nya.
Bel masuk pun berbunyi, anak anak masuk kekelas masing masing, begitu juga mira dan Agus.
"Eh,, lho kapan pulang nya Rin". Tanya Mira ketika melihat Arin sudah ada di bangku nya, setelah ia masuk kekelas.
"Udah dari tadi tauk,,,"jawab Arin pada sahabat nya yang baru datang itu.
"Gimana pertrmuan nya, lho ada ketemu bambang gak, osis nya sma samudra itu lho". Kata Mira heboh sendiri ketik menyebut nama bambang.
"Ya elah,,,, emang gak ada nama lain ya yang lho harus tanya kan sama gue, ketika gue pulang dari pertemuan hah,,, bambang melulu yang lho ingat". Kata arin ngomel pada mira. Yang di omelin bukan nya cemberut malah terbahak bahak tertawa.
"Ibuk,,, ibuk,,,, bisa gak ngegosip gak sih. Sakit nih kuping gue denger nya". Jawab agus yang gak tahan mendegar celoteh nya mira dan arin,
Plak,,, tepukan kecil dua tangam mendarar di kedua bahu nya agus.
"Aduuuh,,, kesal gue keluarin suara jika jadi korban gini". Kata nya sambil mengusap kedua bahu nya bekat pepukan mira dan Arin.
__ADS_1
"Siapa suruh lho berisik pas kita lagi ngomong". Kata Arin. Yang di sambut angukan kepala dari mira yang membenar kan apa yang di kata kan oleh arin sahabat nya.
Satria hanya tersenyum melihat tingkat teman baru nya itu. Apa lagi saat melihat arin yang tertawa lepas itu sukses membuat ia hilang kendali untuk hati nya.
"Eh ya Rin, jadi nya gue duduk bareng mbak agus nih". Kata Mira sambil menunjuk pada agus.
"Eh,,, lho pikir gue cewek buk, pangil mbak mbak". Giliran agus yang ngomel mendengar mira memangil nya dengan sebutan mbak.
"Santai aja kale,,,,, gue kan suka manggil nya mbak". Kata mira membenar kan diri nya, yang di sambut cemberut dari agus.
"Udah deh, gus,,, terima aja napa, calon istri tuh." kata Arin. Yang di sambut mata melotot dari mira dan agus. Arin pun tertawa bahagia.
Sudah lama mereka ngobrol guru yang masuk untuk jam pelajaran. Belum juga datang. Mereka pun masih sibuk dengan candaan masing masing, begitu pun siswa yang lain nya.
Dalam hati Satria merasa sedih, andai saja ia bisa bicara layak nya orang normal, ia tak kan merasa tersisih kan seperti saat ini. Arin menyadari hal itu, ia mebuat candaan nya dengan teman nya berhenti dan berbalik untuk ngomong dengan Satria.
"Lho,,, kok terlihat sedih gitu sih Sat,,, lho merasa gak nyaman yah disini". Kata nya oada satri. Satria pun mencoba menyembunyi kan kesedihan nya, ia mengeleng kan kepala nya, dan tersenyum pada Arin, dalam hati ia berkata kalau arin adalah cewek yang sangat peka untuk perasaan yang ia rasa kan. Sedang kan teman baik nya di sekolah lama belum tentu sepeka arin yang baru ia kenal. Dan arin juga sangat perduli pada apa yang ia rasa kan.
__ADS_1
"Lho gak usah merasa minder gitu Sat, kita semua sama. Gak ada yang berbeda, hanya saja setiap manusia di cipta kan denagan kelebihan dan kekurangan kita masing masing". Kata arin pada Satria, yang membuat ia bersemangat.
Mira yang mendegar itu, merasa memiliki seorang teman yang sempurna untuk di jadi kan teman. Bukan hanya sempurna dari luar, ia juga sempurna dari dalam hati nya. Itu yang lebih pentik lagi yang harus manusia miliki. Yaitu hati yang bersih dan tidak memandang rendah sesama manusi.