Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Kedelapan


__ADS_3

Pagi ini sudah di janji kan mereka akan melaku kan razia ketertiban untuk semua siswa, yang akan di laku kan oleh semua anggota osis. Razia yang sempat tertunda karna ada pertemuan osis itu pun akhir nya di langsung kan hari ini.


Arin dan kakak nya baru aja datang, dan langsung menuju kelas nya untuk meletak kan tas nya di bangku dan kemudian langsung menemui ketua osis.


Sampai nya di kelas arin melihat Satria sudah duduk manis di kursi nya. Dalam hati arin berkata, pagi banget ni anak datang nya. Lebih cepat dari gue.


"Sat, lho pagi banget datng ke sekolah, jam berapa sih lho brangkat nya". Kata arin pada satria.


Satria pun menulis kan sesuatu di kertas, lalu menyerah kan pada arin. Arin pun mengambil dan membaca nya.


*gue baru datang kok, gak pagian lah. Bukan nya lho bilang ada razia kan, masa gue telat terus kena razia ama lho sih, kan kesan nya gak enak*. Kata tulisan satria yang buat arin tersenyum.


Arin selalu berpikir bahwa satria anak nya ramah. jika saja ia bisa bicara layak nya orang normal kan, sudah bisa Di pasti kan ia akan menjadi rebutan siswi sekolah ini.


Arin di kejut kan oleh tangan satria yang menyentuh nya karna ia melamun. Ia pun kaget karna tiba tiba saja ada yang mencubit nya.

__ADS_1


"Eh,,, maaf. Gue jadi melamun. Ia sih lho bener kalo... " kata kata arin terputus karna mendengar teriakan dari teman nya Mira.


"Arin,,, lho di cariin Danu tuh, tu anak udah kangen berat ama lho". Kata mira pada arin.


"Ya elah mir, lho bisa gak pagi pagi gak usah ngegas. Gue juga pasti pergi ketemu ketua osis itu kok". Kata nya gak ingin Satria salah mengarti kan apa yang mira kata kan barusan.


"Ya udah ya sat, gue ama mira pamit ke ruang osis dulu yang, tuh ketua osis udah manggil gue tuh." kata arin pamit pada Satri, satria pun mengangguk untuk menjawab iya pada arin.


Arin dan Mira pun pergi menuju ruang osis, sampai di sana mereka udah di sambut oleh beberapa anggota osis lain nya, dan yang paling berisik adalah ketua osis mereka yang paling suka marah dan ngomel ngomel jika arin telat, itu sudah menjadi makanan untuk arin dan yang lain nya, mendengar Danu ketua osis mereka ngomel kayak emak emak.


Razia pun selesai, Arin dan Danu pun berjalan bersama, sedang mira sudah duluan pergi masuk kelas nya, lumayan capek untuk nya, karna melakukan razia itu sebagian besar ia yang melakukan sedang osis dan wakil nya hanya lah memerintah saja.


Arin dan Danu masih sibuk dengan anak anak yang mendapat hukuman, sekilas kalau di lihat lagi, banyak yang akan mengira bahwa Arin dan Danu orang yang sedang pacaran. Karna mereka sangat dekat.


Mir melihat Satria yang sedari ia masuk kelas bahkan mungkin dari tadi, satria memperhati kan arin dan danu.

__ADS_1


"Itu ketua osis kita Satria, nama nya Danu. Mereka memang tak ubah nya orang yang lagi pacaran kan, anak anak di sini sudah terbiasa melihat tingkah mereka. Yang kayak orang lagi pacaran padahal gak". Kata Mira. Ntah apa sebab nya ia malah menjelas kan tentang hubungan arin dan danu. Mungkin karna Satria hanya memperhatikan Arin.


Satria pun kaget mendengar yang di kata kan Mira, bagai mana tidak, ia ketahuan kalau ia sedang mengawasi tingkah laku Arin dari tadi.


Satria pun merasa malu, kalau ia ketahuan sedang melihat arin dari tadi. Ia pun hanya tersenyum dan memperliahat kan lesung pipi yang cetar membahana jika ia tersenyum.


"Arin banyak pengemar nya Sat, itu sebab nya. Lho harus hati hati jika ingin dekat dengan dia, karna di kelas ini aja banyak yang gak suka, denagn lho duduk di samping nya". Kata mira lagi.


Tiba tiba arin masuk kelas, dan sukses membuat mira kaget karna ia sedang membucara kan nya.


"Lho bicara apa dengan satria, lho ngomongin gue yah"... Tebak nya. Dan membuat mira jadi salah tingkah. Tapi di hati nya, walau bagai mana pun yang ia kata kan pada satria adalah kenyataan.


"Ngak kok, apaan sih lho. Gue cuman ngomong tentang satria aja. Gue mau pindah dulu." kata nya lagi.


Arin tersenyum, melihat tingkah teman nya yang merasa bersalah pada nya, ia sebenar nya telah mendengar kan apa yang teman nya kata kan pada satria, sebelum ia membuat teman nya terkejut tadi.

__ADS_1


"Udah sat, jangan di dengarin tuj apa yang mira kata kan, tuh anak memang gitu sifat nya." kata nya pada satria. Satria pun hanya tersenyum. Ia berusaha menunjuk kan bahwa tidak ada masalah bagi nya, walau pun hati nya berkata lain sih. Ia sebenar nya sangat merasa tidak nyaman dengan yang di kata kan mira pada nya. Karna jauh di hati nya, arin membuat ia nyaman untuk terus berada di samping nya.


__ADS_2