Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Kedelapanbelas


__ADS_3

Malam ini agus melaju kan mobil nya menuju alamat yang satria kirim lewat wa nya tadi. Alamat yang di tuju nya adalah rumah satria.


Ia pun melaju kan mobil nya, melewati jalan raya, sesekali berhenti di lampu merah dan kemudian berjalan lagi di lampu hijau. (Ampun deh author, itu pun pakai di jelas kan sih thor thor. Kalo lho jalan nya di lampu merah mah nama nya mau nyari kecelakan tau gak. Biasa author kurang bahan)


Sampai pada sebuah kompleks yang lumayan lah untuk di kata kan sederhana. Agus ingat ini kan gak jauh lagi dari kompleks nya Arin kata agus dalam hati. Eh bukan sih, rumah nya arin aja yang dekat dengan kompleks.


Agus melihat seseorang yang ia kenal di sana. Sedang menunggu seseorang. Dia satria yang sedang menunggu kedatangan Agus. Karna ia takut agus nyasar kalo ia tidak menjemput nya.


Satria melambai kan tangan nya, ketika agus keluar dari dalam mobil. Ia mengisyarat kan untuk agus datang pada nya. Agus pun melangkah mendekati satria.


"Yang mana rumah lho sat". Kata agus bertanya pada satria. Satria menunjuk kan tangan nya pada rumah tak jauh dari mereka berdiri sekarang.


Satria pun berjalan di depan agus, menyuruh agus mengikuti nya agus hanya menurut saja.


Setelah sampai di rumaj, seorang wanita duduk di kursi di dalam rumah sambil merangkai bunga.


Agus pun masuk setelah memberi salam. Wanita paruh baya itu menghenti kan pekerjaan nya. Ia terlihat sangat ramah menyambut agus.


Satria memberi mama nya isyarat kalau ini adalah teman nya satu sekolah. Mama pun menganguk bahwa mengerti apa yang anak nya sampai kan.

__ADS_1


Jangan di tanya agus mengerti atau tidak. Jawab nya jelas lah tidak. Agus mana paham jika satria menguna kan bahasa tubuh untuk komunikasi. Alhasil agus hanya lah melongho melihat nya..


"Duduk nak, tante mama nya satria, ayo silakan duduk" kata mama nya satria ramah. Agus pun hanya anguk anguk kepala.


"Kata satria tadi itu, kamu teman nya satu sekolah". Kata mama satria seakan mengerti agus penasaran dengan apa yang satria sampai kan barusan.


"Iya tante. Saya teman nya satria". Jawab agus.


"Apa kamu sudah makan nak, oh ya siapa nama kamu". Kata mama satria pada agus. Sangat ramah mama nya satri, kata agus dalam hati.


"Nama saya agus tante, udah kok tante. Sebelum kesini tadi udah makan." kata agus menjawab.


Tidak lama satria datang dari arah belakang, yang bisa di pasti kan itu adalah arah dapur. Ia membawa dua gelas minuman, ia meletak kan di meja. Mama pun mempersilakan agus minum.


"Satria gak akan membiar kan tante melakukan apa yang bisa ia laku kan Gus. Alhasil ia akan membuat tante duduk saja". Kata mama nya satria menjelas kan.


Agus mengeri sekarang, kenapa mama nya duduk saja sedang yang membuat minuman untuk nya adalah satria.


Beberapa saat kemudian, mama nya satria minta izin untuk meninggal kan mereka berdua. Ia inhin melanjut kan pekerjaan nya tadi.

__ADS_1


"Nak agus tante tinggal dulu ya, tante masih ada kerjaan lagi. Air nya di habis kan ya". Kata mama nya satria sambil beranjak pergi.


"Iya tante," kata agus menjawab.


Setelah mama nya pergi, satria mengambil pena dan kertas. Ia menulis sesuatu di atas kertas kemudian memberi kan pada Agus. Agus pun meneri kaertas yang di beri kan satria dan membaca nya.


*oh ya gus, apakah kamu tahu tentang kebun yang arin kata kan pada ku. Tadi siang ia mengata kan ingin mengajak ku kekebun* kata tulisan itu.


"Oh,,, iya. Aku, arin dan mira. Kami punya usaha sendiri sat. Kami punya kebun yang kami kelola bersama". Kata agus.


"Asal kamu tahu saja Sat, arin iti sangat senang berkebun, maka nya kami memutus kan untuk berkebun bersama. Kami memiliki usaha dari hasi kami sendiri. Sedang kan arin juga punya toko bunga milik nya sendiri. Tapi yang mengelola nya mira." kata agus mencerita kan tentang mereka. Sedang satria hanya menganguk saja. Dalam hati ia sangat kagum pada sahabat baru nya itu. Mereka bertiga memang anak yang luar biasa, masih sekolah saja sudah bisa menghasil kan bagai mana jika sudah dewasa. Yang paling membuat ia kagum tentu saja arin. Anak orang kaya tapi masih mau memiliki usaha sendiri.


Tiba tiba, suara agus menganget kan nya. Karna ia melamun tadi.


"Lho kok malah bengong sat, kagum lho ya pada arin". Kata agus.


Kata kata itu sukses buat satria tersenyum malu. Karna apa yang agus kata kan itu fakta yang tersimpan di hati nya.


Arin memang istimewa, puji satria dalam hati. Itu membuat ia semakin ingin tahu lebih dekat dan tambah dekat lagi dengan arin.

__ADS_1


"Lho akan tahu bagai mana arin sat, ketika lho lebih dekat dengan nya. Ia anak yang sangat asik dan sangat bisa lah dalam segala hal". Kata agus lagi.


Satria memang kagum dan bahkan mungkin juga ada rasa pada arin. Tapi gak mungkin untuk nya dan arin bersama. Sedang ia dan arin sangat jauh berbeda. Bak bumi dan langin, api dan air. Tak kan bisa menyatu. Iyu yang membuat ia berpikir berulang kali untul mempertahan kan apa yang ia rasa kan.


__ADS_2