
Mereka pun berjalan mendekati Mira, yang heboh sendiri karna mereka berdua datang nya telat. Karna biasa nya yang selalu menerima omelan mira yah siapa lagi jika bukan mas agus kita ini.
"Arin, lho kok telat sih datang nya. Pacaran dulu lho ama satria hah". Kata nya blak blakan
"Apaan sih lho, berisik banget. Kayak petasan tau gak." kata arin pada nya.
"Terus, ngapain lho sampai telat hah". Kata mira lagi.
"Gue bangun kesiangan tadi. Udah ah gak nyuruh gue masuk lho nih". Kata nya.
"Gak perli gue suruh nanti lho juga masuk tuh". Kata nya lagi.
__ADS_1
"Ah,,, lho mah tuan rumah gak tahu diri nih. Oh ya mana bunda" tanya arin pada mira. Bunda itu, ibu nya mira. Tapi karna arin sangat dekat dengan mira begitu pun mira dengan arin, jadi nya mereka jika bertemu orang tua masing masing mereka manggil nya sama. Apa lagi bunda nya mira ia sangat sayang pada arin, ia menagangap arin anak nya sendiri.
"Bunda udah pergi duluan noh sama ayah, lagian nunggu lho lama amat sih" kata mira pad arin.
Tanpa banyak bicara lagi, arin masuk kerumah, ia melihat agus sedang asik makan cemilan di sana.
"Yah,,, lho makan semua nya ya gus" kata arin, setelah melihat toples nya hampir kosong.
"Ngak juga, ini kan memang jatah gue dari bunda." kata nya berbohong.
"Udah,,, jangan bertengkar lagi. Pergi sekarang aja yok. Masalah cemilan bunda udah bawa semua kekebun, kata nya lho gak akan sempat jika makam di sini. Karna bunda tahu lho kan lama amat makan nya". Kata mira pada arin.
__ADS_1
Mereka pun tak banyak komentar lagi. Sepeda nya telah tersedia dan tinggal berangkat aja.
Agus yang masih duduk manis, terpaksa harus meninggal kan cemilan nya, karna tangan nya di tarik mira dan arin untuk segera pergi. Sedang satria hanya tersenyum melihat tingkah mereka.
Disini lah satria tahu mereka tidak lebih mementing kan kedudukan. Mereka sangat menjunjung tinggi persahabatan yang tak ubah seperti saudara itu.
Mereka pun mengayuh sepeda bersama, menyusuri jalan raya, dan kemudian masuk gang gang kecil. Dan tiba lah mereka di subuah hamparan tanah yang luas dan subur. Disana terdapat petakan petakan tanaman yang tertata rapi. Ada juga kebun bunga bermacam macam bunga tumbuh disana. Ada juga kebun buah buahan yang masih belum mengeluar kan buah nya.
Satria sangat kagum ketika melihat kebun yang mereka datangi. Sebelum nya ia tidak pernah berpikir jika yang di maksud kan mereka lebih mirip dengan taman yang tertata rapi.
Di sana juga ada rumah kecil, dan beberapa kursi di depan nya. Kursi itu lengkap dengan meja dan di kelilingi oleh beberapa pohon yang tumbuh subur. Sangat indah untuk di lihat mata samapai membuat satia yang baru pertama kali melihat nya menjadi betah di sana.
__ADS_1
Suasana nya sangat alami untuk di rasa kan. Membuat siapa pun yang datang akan ingin berlama lama di sana.
"Ayo sat, kamu tunggu apa lagi sih, masih diam di sini". Kata arin