
Waktu pun terus berjalan, hingga akhir nya bel pulang berbunyi. Anak anak berhamburan keluar kelas, bergegas menuju gerbang sekolah untuk pulang.
Sedang Arin pun menuju parkiran di mana sang kakak dan sepupu nya sudah ada di dalam mobil. Sebelum itu dia menghampiri Satria dan bertanya.
" Satria,,, kamu pulang nya naik apa sih," tanya arin pada sahabat baru nya itu.
*aku naik bus sekolah Rin* kata tulisan yang di serah kan nya pada Arin.
"Bareng aku aja gimana Sat," tanya nya.
Satria menolak dengan halus, karna dia merasa gak enak hati. Dari dalam kelas tadi sampai akhir nya mereka keluar dari kelas, banyak mata yang melihat nya dengan tatapan yang benci, terutama di kalangan para anak cowok, mereka merasa iri melihat arin sangat dekat dengan satria. Sedang para cewek bisik bisik gak jelas di kelas tadi.
Arin pun tidak ingin memaksa kan diri untuk mengajak Satria pulang bersama nya. Ia pun berpisah ketika arah parkir dan gerbang sekolah. Ia masuk mobil dan satria menuju gerbang umdan duduk di tempat pemberhentian bus sekolah.
Di dalam mobil terlihat sang kakak lagi memasang wajah cemberut nya.
"Lho,,,, muka nya kok kayak baju lecek yang belum di setrika yah". Kata arin melihat muka kakak nya.
" apa lho,,,, enak aja ganteng gini juga." kata kakak nya, yang di sambut tawa dari Arin, sedang kan julia hanya senyum melihat mereka berdua.
"Ya abis nya, muka kak raka manyun gitu sih". Kata arin lagi...
"Lho tuh,,, lama amat. Kan udah pulang dari tadi juga. Gue kan harus kekantor lagi hari ini". Kata nya
"Iya,,, Rin. Ngapain sih kamu lama amat". Kata julia angkat bicara.
__ADS_1
"Iya,,,, maaf deh. Aku yang salah. Aku ada hal yang perlu di kerja kan dulu tadi". Kata arin pada kedua orang itu.
"Tapi kalian jangan main kroyok juga donk, aku kan sendiri kalian berdua". Kata arin lagi.
"Eh,,, bunny. Di mana mana main keroyok itu gak satu lawan satu yah,". Kata kakak nya.
"Oh,,, gitu yah, baru tahu aku kak cantik". Kata nya pada kakak yang sukses buat sang kakak makin ngambek.
"Buuuuunnnyyyyy". Kata kakak nya melotot.
"Ampun,,, ampun. Gak ganggu lagi ok. Jangan marah gitu donk". Kata arin lagi.
Kedekatan mereka selalu membuat julia merasa cemburu pada sepupu nya ini. Karna walau pun bersama dalam satu mobil, tapi kadang ia selalu gak di angap ada oleh kedua nya itu. Apa lagi raka hanya bersikap hangat pada adik tersayang nya, dan akan berubah dingin kalau lagi dengan teman di kelas bahkan dengan diri nya juga begitu tak ada yang berbeda.
Di tambah lagi ia diam diam ada sedikit rasa berbeda yang ia simpan untuk sepupu nya ini. Ia mengagumi sepupu nya bahkan rasa kagum itu pun mulai berubah jadi suka.
"Kak julia, kak julia.... " kata arin ketika melihat julia melamun. Sedang kan mobil sudah berhenti di depan rumah nya.
" kak julia, udah sampai nih, kok melamun terus sih". Kata arin lagi.
" eh,,, udah sampai bunny. Maaf kakak gak sadar". Kata nya.
" yah kak julia, gimana kak mau sadar kak. Orang kakak nya melamun dari tadi juga tuh". Kata arin lagi. Sedang kakak nya raka hanya diam.
"Maaf bunny, kakak jadi repotin bunny deh" kata nya.
__ADS_1
"Gak kok kak, udah ya kak. Kami jalan pulang dulu". Kata arin lagi.
"Iya,,, hati hati ya. Oh ya raka nanti kamu kekantor kan. Boleh aku numpang mobil kamu aja nanti". Kata nya pada raka yang hanya diam dari tadi.
"Rumah kita kan gak searah kalo mau kekantor". Kata raka.
" gak papa lah kak. Lagian kalian kan kekantor nya satu kantor juga". Kata arin.
"Iya udah, terserah kalo gitu." kata raka lagi.
"Iya udah kak julia, nanti kak raka jemput, kami pulang dulu yah". Kata arin yang dapat angukan dari juia.
Mobil pun melaju melewati rumah julia, meninggal kan julia yang merasa jadi tidak nyaman, gara gara ia mau nebeng raka kekantor. Raka memang susah di ajak bareng mau kemana pun kecuali dengan adik manja nya itu. Mungkin sekolah gak akan satu mobil jika bukan karna arin yang minta pada kakak nya itu.
Julia anak nya memang lembut dan cantik, tapi itu semua gak akan ada efek ny jika untuk raka. Lebih sulit untuk dekat dengan raka dari cowok lain, walau ia dan raka sepupU seayah.
Julia saja banyak yang ngincar jika di sekolah, tapi yang nama nya hati. Tidak biasa untuk memilih pada siapa ia akan berlabuh kan. Wajah bukan lah hal pertama yang hati pilih sebagai jaminan agar ia bisa berlabuh, tapi ketika hati berlabuh itu pilihan nya sendiri.
Lama julia mematung di depan gerbang, sampai akhir nya, mama nya datng membuat ia terkaget oleh suara mama nya.
"Julia,,, ngapain kamu jadi patung depan gerbang itu, bukan nya rumah kita udah ada yang jaga, gak perlu patung lagi julia". Kata mama nya.
"Mama apaan sih, ngagetin aja". Kata julia yang merasa kena ledekin mama nya sendiri. Ia pun berlalu begitu saja, meninggal kan sang mama yang bingung karna tingkah nya.
Mama nya pun hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan aneh anak semata wayang nya itu
__ADS_1