
Gadis kecil itu menghilang di kegelapan malam bersama hujan gerimis yang berhenti.
Bocah laki laki yang masih terdiam dalam kesakitan itu, merasa sangat beruntung. Ia bagai kan bertemu dengan seorang malaikat yang menyelamat kan nya.
Ia terus menatap gelang yang berkilau di timpa lampu jalan yang remang remang. Ia beralih menatap permen. Manis jika dia memakan nya. Tapi yang ada di hati nya bukan untuk memakan nya. Ia berniat akan menyimpan nya. Begitu pun dengan gelang emas yang ada di tangan nya. Dia tidak akan menjual gelang itu walau apa pun yang terjadi. Dia akan menyimpan nya baik baik.
Itu lah yang di pikir kan lelaki kecil yang berumur 8 tahun itu.
๐พkembali lagi kesaat sekarang๐พ
"Jadi yang kamu cerita kan ini sebenar nya,...." kata agus menahan kata kata nya.
"Yah... Liontin mawar merah bertulis kan Kusuma itu ada lah milik ku. Kusuma itu nama kakek ku. Ia membuat liontin mawar merah untuk di berikan pada nenek. Lalu mama anak satu satu nya nenek. Nenek ku pun memberi nya pada ku." kata satria mencerita kan.
Yah.... Bocah lelaki yang 10 tahun yang lalu adalah satria, sebenar nya nama asli nya bukan Satria, melain kan satya. Tapi karna malam itu, ia mengubah nya menjadi satria.
__ADS_1
"Lalu,,,, kenapa kamu sampai salah mengenal kalung mu sendiri". Tanya Agus.
"Aku sangat bodoh saat itu Gus, aku hanya mengandal kan penglihatan dan tidak mengandal kan hati ku. Itu lah kesalahan terbesar ku. Karna aku sangat senang menemu kan orang yang aku cari selama ini". Kata nya berubah lesu dan sedih.
"Aku sangat berharap bisa memperbaiki kesalahan ku Agus. Bisa kah kamu membantu ku". Tanya Satria pada agus.
"Bantuan apa yang bisa aku beri kan pada mu satria". Agus bertanya.
"Aku ingin merawat kebun ini, menjaga apa yang Arin suka. Biar aku yang menjaga semua mawar kesayangan nya". Kata satria.
"Tidak apa apa, aku akan berusaha menghadapi siapa pun itu yang akan menentang nanti nya". Kata satria mantap.
"Baik lah jika begitu, aku hanya bisa membantu sebisa ku, selebih nya kamu harus berusaha sendiri Satria". Kata agus.
"Aku mengerti," jawab satria.
__ADS_1
Setelah mereka berbicara, mereka memutus kan untuk pulang. Karna sekarang hari sudah hampir petang. Cukup lama mereka berada di kebun milik tiga sahabat itu. Mereka saling cerita satu masalah yang sama.
๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ
Waktu pun berlalu begitu cepat, ujian kelulusan yang akan di laksana kan sebentar lagi, akan menyita banyak waktu belajar bagi anak kelas 12. Tapi hal ini tidak di lakukan oleh Raka. Ia masih sibuk di luar negeri, menjaga adik nya.
Papa nya telah menyuruh nya pulang, tapi dia mengata kan jika ia akan pulang setelah ujian akhir di laksana kan. Sikap keras kepala nya ini tak kan bisa di ganggu oleh siapa pun. Jika ia kata kan ingin oulang setelah ujian di laku kan, maka tak ada yang bisa mengubah keputusan nya.
Agus sering bertanya informasi dengan Mira. Kabar Arin bagai mana dan bagai mana keadaan mira di sana, kapan mereka akan pulang. Hal itu bagai kan makan untuk Mira dan Agus.
Sedang Arin masih belum ada perubahan, telah sebulan di luar negeri. Ia memang sudah melewat kan masa kritis nya. Hanya saja dia masih koma. Itu yang membuat mereka tidak pulang sampai sekarang.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Mohon maaf pada teman teman semua, jika ada yang tidak sesuai dengan keinginan kalian. Karna maklum lah, author orang yang suka lupa, jadi nyambung yang author tulis dengan author pikir kan agak lama. Jadi mohon di mengerti yah.
__ADS_1