Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Ketigabelas


__ADS_3

Pertanyaan itu sukses buat arin jadi gugup dan serba salah. Kedua teman nya tertawa melihat tingkah arin yang berubah sangat cepat ketika pertanyaan itu mira tanya kan.


"Apaan sih, usil banget kalian ini yah". Kata nya menutupi kesalahan yang ia buat.


Bel tanda msuk pun berbunyi, membuat mereka harus menyelesai kan ritual candaan yang menghiasi pagi mereka. Mereka harus mengikuti pelajaran yang akan berlangsung.


Usai pelajaran, para murid dengan semangat nya. Menyambut waktu istirahat yang di tandai dengan bunyi bel.


"Arin, kekantin yok, lapar nuh gue". Kata mira pada teman nya.


"Bentar, gue masih ada sedikit lagi nih yang harus gue selesai kan". Kata arin sibuk dengan buku nya.


"Ya udah, cepetan dong. Gue hampir pingsan nih." kata mira membuat teman nya harus ngegas menyiap kan apa yang ia kerja kan.


Selang beberapa saat kemudian arin udah selesai dengan buku dan tas nya. Bahkan sudah di beres kan nya.


"Selesai.... Ayoook. Lho ikut gak ya gus, sat." kata nya pada kedua cowok yang hanya diam dari tadi.


"Nanti kita nyusul, kalian duluan aja deh. Gue ada yang mau di bicara kan dengan satria, lho bentar lagi ya sat, gue mau ngomong." kata agus menjelas kan pada teman nya.


"Tumben gus, mau ngomong apa hayooo". Kata arin pada agus.


"Rahasia cowok lah. Lho kan cewek mana boleh tahu". Kata agus pada arin.


"Ya udah yok rin, biar kan aja mereka nyusul nanti. Kita kekantin dulu aja. Pingsan nanti gue". Kata mira.

__ADS_1


"Ya elah, gak kan pingsan lho cuma gara gara telat kekantim nya buk". Kata arin pada mira.


Mira tidak menjawab, tapi ia menarik tangan arin langsung kekantin. Agar arin tidak basa basi lagi dengan nya.


Sementara satria merasa bingung dengan apa yang ingin di bicara kan oleh Agus pada nya. Apa kah ini karna agus marah ia tadi bersama arin berangkat nya, dalam hati ia sibuk menerka nerka apa yang ingin agus bicara kan.


"Ayo sat, ikut aku ke taman belakang sekolah, di sana lebih nyaman." kata Agus pada Satria.


Satria pun menganguk dan mengikuti agus dari belakang. Mereka berdua berjalan menuju taman belakang sekolah.


Sesampai nya di sana mereka mencari bangku yang kosong. Di taman belakang memang jadi favorit anak anak yang lagi berduaan. ( author: paham kan aja lah yea, apa yang author kata kan)


Mereka pun menemu kan kursi yang letak nya di tengah tengah taman. Agus pun duduk dan begitu juga Satria.


Satria diam saja, ia hanya menatap agus, sebagai ganti kata kata minta penjelasan langsung ke inti nya yang akan di bicara kan.


"Ini menyangkut Arin, teman gue dan mira". Kata agus lagi.


Detak jantunga satria jadi cepat mendengar nama Arin yang di sebut oleh Agus. Apa kah benar yang ia pikir kan. Kata hati nya.


"Sebelum nya, gue mau tahu dulu sat, apa kah kamu suka sama Arin, atau apakah kamu ada rasa sama dia, jujur aja sat sama aku". Kata agus pada satria.


Satria mengeluar kan kertas yang selalu ada di dalam saku nya beserta sebatang pena.


Ia pun menulis kan kata kata, kemudian menyerah kan pada agus.

__ADS_1


*kenapa kamu tiba tiba menanya kan tentang aku dan Arin, kita kan sama sama teman gus* kata tulisan satria.


"Ia, karna kita teman satria, aku ingin tahu apa perasaan mu pada Arin, apa kah kamu punya perasaan pada arin walau hanya sedikit". Kata agus lagi.


"Kamu gak usah takut Sat, aku hanya bertanya sebagai teman, karna aku gak ingin sahabat ku kecewa untuk yang kedua kali nya". Kata agus menjelas kan. Ia tahu Satria sekarang merasa sangat bingung dengan yang ia tanya kan sekarang ini.


Satria menulis kan sesuatu di atas kertas, dan ia menyerah kan pada agus. Agus membaca nya.


* maksud kamu, aku gak mengerti gus* kata tulisan itu.


"Aku lihat, perlakuan arin pada mu sangat berbeda Sat, aku sangat kenal arin. Selama ini ia tidak pernah memperlaku kan cowok seperti yang ia lakukan pada mu." kata agus menjelas kan..


"Apa kah arin dan kamu sudah saling bertukar nomer sekarang satria" agus bertanya lagi.


Satria menganguk kan kepala nya, menjawab bahwa ia, mereka sudah bertukar nomer hp.


"Aku sudah menyangka, kalo sekarang arin pasti punya rasa pada mu satria, aku sebagai teman nya sangat tahu akan sifat arin yang tidak suka di ganggu, apa lagi untuk minta nomer hp sat". Kata agus.


Satria makin jadi bingung, apa yang salah dengan yang telah berjalan, yang telah ia lalui ini seperti nya biasa saja, tidak ada yang membukti kan jika arin mencintai atau punya perasaan pada nya.


Memang arin baik pada nya, tapi ia tidak ada merasa ada yang spesial yang arin laku kan. Arin juga dekat dengan ketua osis di sekolah ini. Bahkan ia dan ketua osis seperti orang yang pacaran kan. Bukan kah itu spesial yang lebih kelihatan untuk di akui oleh setiap orang yang melihat nya kan. Kata satria dalam hati nya.


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Maaf ya teman, jika kata kata yang aku ketik banyak yang tidak sesuai dengan keinginan kalian. Aku hanya menyambung apa yang ada dalam pikiran ku. Jadi maklumi lah.

__ADS_1


__ADS_2