
Satria terlihat memikir kan apa yang Agus cerita kan pada nya. Baru ia tahu, ternyata masa lalu tentang asmara nya arin sangat buruk.
Dalam hati ia juga memikir kan tentang antara menjauh dari arin atau malah mempertahan kan nya. Karna jika tidak cinta memang seharus nya jangan memberi kan harapan walau sekecil apa pun. ( gitu kata author sebenar nya sih)
Soal menjauh memang gampang di lakukan jika hati tidak suka pada seseorang. Tapi gimana kalau kita malah punya perasaan kan sangat tidak mudah jika di suruh menjauhi orang yang kita suka.
Seketika bel tanda masuk pun berbunyi. Membubar kan yang lagi berdua, padahal masih ingin bersama. Bunyi bel seakan bunyi guntur yang mengelegar di siang bolong bagi yang sedang berdua. ( bukan kata author sih, jangan salah sangka sama author, author gak gitu kok orang nya. Lanjut)
"Ayo sat, udah bunyi bel. Mungkin lain kali kita bisa cerita lagi". Kata agus sambil berjalan mendahului satria, yang masih duduk.
Beberapa langkah agus berjalan baru satria nyusul dari belakang. Mereka berjalan dengan langkah yang cepat agar bisa sampai di depan kelas dengan secepat mungkin.
Tak jauh dari depan kelas, Agus menghenti kan langkah nya yang laju tadi. Membuat satria harus ngerem mendadak. Ia pun berbalik dan berkata pada Satria.
"Sat, bisa kah aku datang kerumah mu nanti malam, aku merasa bosan di rumah". Kata agus pada satria.
Satria menganguk kan kepala nya, dia menulis no hp nya, di atas kertas lalu di serah kan nya pada agus. Agus menerima no hp nya dan menyimpan kertas itu dalam saku celana nya.
Mereka pun masuk kekelas, disana sudah duduk manis arin dan mira di kursi nya msing masing.
"Ya elah, kemana aja kalian berdua ini. Dari tadi kita tungguin ngak nampak batang hidung sama sekali". Kata mira hebih melihat teman nya baru muncul.
"Iya,,, kata nya mau nyusul kekantin lho Gus. Kok gak jadi". Kata Arin ikut mengintrogasi kedua makhluk yang baru datang itu.
__ADS_1
"Eh,,, jangan main kroyok yah. Kita kan cowok yah kita ada urusan lah sesama cowok. Ngapain kalian kepo gitu". Kata Agus karan dapat pertanyaan dari kedue cewek.
"Main kroyok apaan. Gak liat nih kita couple kan". Kata mira.
Mereka pun sibuk dengan candaan mereka masing masing. Sedang satria hanya diam dan tersenyum ketika melihat ada yang lucu dari yang mereka canda kan.
Tak lama guru pun masuk kelas dan mereka pun mengikuti pelajaran dengan tenang.
Setelah bel berbunyi, anak anak bergegas memberes kan buku mereka. Itu waktu pulang yang sangat di tunggu oleh semua murid di setiap sekolah.
Mereka pun pulang setelah memberi salam pada guru. Dan guru nya keluar kelas. Bagai anak kambing yang keluar dari kandang nya. Mereka bergegas untuk pulang.
"Lho pulang bareng gue yah satria". Kata arin pada satria. Satria terlihat ingin menolak tapi tangan nya sudah di tarik arin menuju parkiran mobil. Disana sudah duduk manis sang kakak dan kakak sepupu nya.
"Yah,,,,, rewel deh." kata arin membalas perkataan kakak nya.
Raka memelototi adik nya, karna ia paling tidak suka di sebut rewel. Apa lagi itu arin yang bilang kalo dia rewel. Kan rewel untuk anak kecil.
"Iya,, iya maaf. Kak raka yang ganteng kaya arjuna. Tapi baru bangun tidur". Kata arin lagi.
Kemudia arin pun terrawa, ia berhasil membuat kakak nya sangat kesal pada nya. Sedang satria dan julia hanya tersenyum saja melihat tingkah kedua kakak adik itu.
Mobil pun terus melaju dengan keceparan sedang. Melewati jalan yang rata.
__ADS_1
"Oh ya bunny. Bagai mana minggu besok. Apakah jadi pergi ke kebun nya". Tanya kak raka pada arin.
"Jadi dong kak. Kan minggu besok udah jadwal nya tuh kan". Kata arin lagi.
"Apa kah kakak boleh ikut bunny". Tanya julia pada arin.
"Boleh dong kak, kak julia kalo mau ikut tinggal ikut aja lah, gak usah pakai nunggu izin dari aku kak". Kata arin menjawab pertanyaan dari kakak sepupu nya.
"Apa kamu juga ikut ka". Tanya julia pada raka.
"Belum tahu," kata raka menjawab seada nya.
"Kamu ada waktu gak sat, minggu besok". Tanya arin.
Satria menulis di atas selembar kertas dan menyerah kan pada arin.
*kalo minggu ini aku gak ada kemana mana sih, kenapa arina* kata tulisan satria.
"Ngak sih, apa kamu mau ikut. Nanti jam nya aku kabari lagi deh" kata arin pada satria.
Satria menganguk tanda setuju, walau pun ia masih belum mengerti tentang acara arin hari minggu nanti. Dia berniat untuk menanya kan pada agus nanti. Ketika agus datang kerumah nya
Mereka terus sibuk dengan obrolan mereka yang sesekali mengundang tawa.
__ADS_1
Mobil terus melaju, sampai akhir nya berhenti di depan rumah julia. Menurun kan julia dan kemudian berjalan kembali. Sampai akhir nya tiba giliran satria yang turun. Dan mobil pun sampai pada akhir tujuan. Yaitu rumah kedua kakak adik itu.