
Waktu berlalu membawa Arin dan Satria semakin dekat. Ini tentu saja menimbul kan rasa iri yang mendalam untuk para anak cowok bukan hanya yang sekelas dengan nya bahkan yang di kelas lain juga merasa kan yang sama.
Sedang kan agus yang duduk sebangku dengan mira sudah bisa berdamai dan menjadi teman nya Satria, walau pun tudak terlalu dekat.
Tanpa sepengetahuan nta arin, teman cowok yang sekelas dengan nya sering membully satria, kalau arin lagi gak ada. Mereka sering membuat buku satria di atas meja dan bahkan tak jarang satria harus membeli buku baru untuk menganti kan buku nya yang di coret coret teman nya.
Tapi ia tidak pernah mengeluh dan juga tidak berusaha untuk melawan. Karna ia tidak ingin yang lain terluka hanya karna salah paham.
Kelakuan teman teman nya pun seamkin menjadi jadi pada nya, seperti saat pulang sekolah ini. Ia di cegat oleh beberapa murid kelas lain di jalan.
"Eh,,,, bisu. Lho berani banget yah. Dekat dengan putri sekolah kita". Kata seorang anak yang mencegat satria.
Satria diam saja, ia berusaha menghindar dari geng yang gak jelas itu. Tapi kaki nya di tahan hingga membuat ia terjatuh.
"Ha... Ha... Ha... Jatuh deh". Kata anak anak yang lain nya sambil tertawa.
__ADS_1
Dia masih tetap berusaha menahan amarah nya. Agar ia tidak menyakiti orang lain.
Ia pun bangun dari jatuh nya dan berusaha membersih kan baju dan celana nya yang kotor karna debu.
Anak anak itu masih saja menguji kesabaran nya satria, dengan brmerbagi kata kata yang menyakit kan hati nya. Dan sampai salah satu dari mereka yang merasa marah karna di cuekin oleh satria, ia mau melayang kan tinju nya, yang tertahan oleh suara seorang gadis.
Suara itu membuat nyali mereka ciut. Mereka tahu betul suara siapa yang menahan pukulan mereka itu.
"Kalian, gak kapok kapok yah nyakitin teman sendiri". Kata gadis itu, yang ternyata arin yang telah melihat anak anak itu menyakiti satria.
Bukan hanya itu. Arin juga sangat jago karate, dan ia juga pandai bermacam macam bela diri.
"Di suruh,,,, siapa yang menyuruh kalian". Kata nya penasaran mendengar kan bahwa mereka di suruh.
"Dani,,, anak sekolah sma harapan bangsa". Kata salah satu dari mereka.
__ADS_1
Mendengar nama Dani wajah satria berubah, ia mungkin mengenali Dani yang mereka sebut. Mungkin ini bukan hanya karna ia dekat dengan Arin, tapi juga ada motif yang lain bagi Dani untuk mrnyakiti nya dengan alasan di dekat dengan Arin.
"Bunny,,, kok lama amat urusan nya". Kata kakak nya datang untuk menyusul adik nya yang bilang bahwa cuman sebentar.
Ia pun melihat ada banyak anak cowok di sana, lalu ia memandang arin untuk memberi penjelasan pada nya, apa yang sebenar nya terjadi di temoat ini.
"Nanti aja kak di jelas kan,". Ia pun menyuruh anak anak itu minta maaf pada satria.
Anak anak itu pun nurut dan minta maaf pada satria, dan kemudian bergegas pergi dari tempat itu, meninggal kan satria, arin dan juga kakak nya raka.
"Sat, lho ikut mobil kita aja yah. Biar gue antar lho pulang, sekalian gue bantu obatin tangan lho yang luka itu yah, mau yah." kata arin berusaha agar satria mau ia antar.
Satria melihat pada kakak nya arin yang dingin itu. Kakak nya arin pun menganguk kan kepala tanda menyetujui apa yang adik nya kata kan. Satria pun tidak menolak, ia pun ikut mobil nya Arin dan di antar pulang.
Di dalam mobil kakak dam sepupu nya hanya diam melihat arin yang baru pertama kali ini sangat perduli pada seorang cowok. Ia dengan hati hati mengobati luka nya satria.
__ADS_1