Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Keempatpuluhlima


__ADS_3

Setelah hari mulai senja, mereke semua memutus kan untuk pulang. Arina dan satria satu mobil dengan kak Raka nya. Sedang mama nya dan mama satria mereka satu mobil. Sedang kan Mira dia di antar agus.


Di dalam mobil agus dan mira hanya berdua saja. Dari tadi mira diam saja, tak sepatah kata pun keluar dari mulut nya.


"Lho kenapa sih mir, ada yang salah ya. Sehingga kamu diam saja." kata agus memutus kan untuk bertanya.


"Iya,,,, ada banyak yang salah sama lho." kata nya.


Agus mengernyit kan kening nya. Kok ada yang salah dengan dia. Salah nya apa, dia sendiri bingung.


"Lah,,, kok banyak salah dengan gue sih. Emang gue bikin salah apa sih". Kata nya bertanya.


"Iya... Lho kok gak bilang gue sih Gus, kalo lho izinin satria merawat kebun kita. Itu kan kebun kita bersama". Kata Mira marah.

__ADS_1


"Yah... Sudah aku tebak, pasti masalah nya satria dan arin." kata agus. Mira hanya diam mendengar kata agus barusan.


"Mir,,,, Arin dan Satri sama sama teman kita. Lagian mereka itu kan hanya salah paham. Toh mereka juga sudah baikan kan." kata Agus menjelas kan.


"Yah... Aku tahu. Walau pun Satria itu teman mu. Tapi tetap saja kamu harus kasih tahu aku dulu jika itu menyangkut kebun kita bersama." kata nya tetap saja marah.


"Mira,,,, bisa kah kita tidak mencpuri urusan asmara mereka. Bisa kah kita tidak ikut campur terlalu jauh urusan cinta mereka. Bisa kah kita urus masalah hati kita saja". Kata kata agus barusan sontak bikin Mira lumayan penasaran. Apa maksud nya dengan urus hati kita saja.


"Maksud lho apa sih gus, makin gak jelas aja ngomong nya nih,". Kata mira.


"Terserah kamu, aku dan kamu memang berbeda". Kata mira.


"Yang bilang kita itu sama siapa sih mir, jelas lah berbeda, aku cowok sedang kamu cewek. Beda jauh kan." kata agus sedikit bercanda.

__ADS_1


"Ah... Suka suka kamu lah. Capek aku ngomong sama kamu. Gak ada sudah nya". Kata mira menyerah.


"Ya... Gitu aja ngambek. Apa kamu gak kangen sama aku mir, selama 6 bulan disana kamu ngapain aja sih". Kata agus. sebenar nya, tanpa sadar ia mengucap kan kata kangen.


Mira mengerut kan dahi nya menangapi perkataan agus barusan.


"Kangen.... Apaan kangen sama lho mas agus. Males banget gue kangen lho tau ngak." kata mira.


"Gitu lho ya ama gue, tunggu lho nanti ada waktu nya lho bakal kangen ama mas tampan ini". Kata Agus menjawab.


Mereka saling bercanda, sampai akhir nya mobil berhenti di depan rumah mira. Mira pun turun dari mobil Agus dan berjalan menuju rumah. Tak lupa ia ucap kan terima kasih pada teman nya yang telah mengantar kan nya pulang kerumah.


Mira pun melambai kan tangan nya pada agus, ketika agus menjalan kan mobil nya untuk kembali pulang kerumah nya.

__ADS_1


Kata kangen yang agus ucap kan dalam mobil tadi, masih terngiang di telinga Mira sampai ia masuk kekamar nya. Kata kangen dari agus bak rekaman yang terus di putar kan, ia bagai kan terus saja mendengar kata kangen itu di setiap sudut kamar nya.


Mungkin kah waktu 6 bulan bisa mengubah agus. Kata nya dalam hati. Lah... Ngapain di pikir kan, orang cuma bilang kangen aja bisa jadi masalah. Kata nya pada diri sendiri.


__ADS_2