Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Keempatpuluhdelapan


__ADS_3

Hari ini papa dan om Arin sedang membicara kan tentang anak mereka. Mereka sepakat untuk langsung menjidoh kan nya saja. Biar nanti anak mereka ini sama sama bisa saling membantu untuk membangun perusahaan keluarga. Karna sebenar nya, johan dwipangga juga bukan lah adik kandung dari putra dwipangga. Ia ada lah anak angkat papa nya putra. Maka nya untuk lebih mengikat keluarga dari dulu mereka berencana menjodoh kan Raka dan Julia.


Ternayat semua ini lebih mudah, karna Julia dan Raka menyetujui rencana mereka. Akhir nya setelah perundingan yang mereka ada kan dari pagi siang hingga sore itu. Mereka memutus kan untuk melangsung kan pernikahan saja. Mengingat kedua anak itu langsung memegang perusahaan dan tidak melanjut kan kuliah nya mereka. Jadi kalo di nikah kan langsung tidak ada halangan.


Mereka tidak akan memakai sistem pertunagan lagi. Mereka akan langsung mengada kan pernikahan saja. Yang akan di ada kan 2 bulan dari sekarang.


(Catatan author: bikin iri deh, kata yang jomblo kan... Wkwkwk. Jangam marah yang jomblo ya. author lagi ingin bercanda).


Masing masing papa memberi kabar ini pada keluarga nya. Ketika mendengar itu, julia sangan bahagia. Sedang Raka hanya menganguk kan kepala nya. Apa mau di kata, cepat atau pun lambat nanti nya akan sama saja kan.


Sedang kan Arina, ia tidak sekolah di sekolah seperti biasa nya, ia di temani satria melanjut kan sekolah dirumah. Demi jangan arin merasa sepi. Satria menemani nya sekolah di rumah. Sedang dua teman nya, sekolah seperti biasa nya.

__ADS_1


Setelah merasa tidak nyaman, Mira juga memutus kan sekolah di rumah bersama arin dan Satria. Eh... Tidak ingin tinggal sendiri akhir nya mas Agus juga ikut sekolah di rumah deh. Pada akhir nya, empat sahabat ini sekolah di rumah bersama. Mereka akan datang kerumah arin. Sekolah di rumah mereka sepakati di rumah Arin.


Sejak tiga orang penting itu memutus kan untuk ikut sekolah di rumah bersama nya. Arin tidak pernah merasa sepi lagi.


Ditambah lagi, setiap hari minggu. Satria akan selalu hadir di rumah nya, membawa kan nya berkeliling. Menikmati embun pagi yang kata nya sangat baik untuk ia, agar bisa berjalan lagi.


Seperti pagi ini, satria datang kerumah nya. Hawa subuh masih menyelimuti suasana, tapi satria sudah sampai di sini, dirumah Arina. Bahkan mereka sudah berada di luar rumah pula.


"Sat, kamu dari jam berapa sih datang kesini. Kepagian deh kayak nya". Kata Arin.


mereka pun terus berbicara ntah itu hal yang menyangkut mereka berdua sampai hal yang menyangkut teman mereka.

__ADS_1


"Sat, kalo menurut kamu Agus ada perasaan gak ya sama Mira". Tanya arin tiba tiba.


"Tumben kamu nanya perasaan agus Rin, kalo aku sama kamu jelas lah aku ada perasaan sama kamu". Kata Satria menjawab.


"Yah... Bukan kamu yang aku tanya kan, aku menanya kan agus lho". Kata nya berbareng senyum.


"Yah kalo agus aku gak tahu, tapi aku rasa jika pun ada agus tak berniat untuk menyata kan nya pada mira". Kata Satria berubah serius.


"Kenapa gitu ya sat,". Kata Arin penasaran.


"Yah.... Kamu kan kenal agus lebih lama dari aku Arina sayang. Jelas kamu tahu alasan nya dong di banding aku". Kata nya sambil menatap wajah manis arina.

__ADS_1


"Apaan sih kamu. Udah ayo, gak usah banyak modus nya ya." kata Arin.


Mereka pun melaku kan apa yang menjadi terapi lah gitu, arina berusaha berjalan. Ia melatih kan kaki nya berjalan sambil di bantu oleh satria.


__ADS_2