Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Keduapuluhdelapan


__ADS_3

Sebenar nya satria sudah ada di depan pintu kelas. Hanya saja ia menahan langkah kaki nya untuk masuk kelas, ketika mendengar teman teman nya mengatai nya, ia merasa ada beban berat yang menahan langkah kaki nya untuk melangkah masuk kekelas.


Sampai akhir nya, hati nya tidak kuat lagi untuk tetap mendengar kata kata yang teman sekelas nya ucap kan. Ia pun memutus kan untuk pergi ke toilet, agar bisa melepas kan perasaan nya yang berat ini.


Sampai di toilet, satria melihat diri nya di cermin, hati nya berkata 'ini alasan aku tidak ingin yang lain tahu hubungan aku dengan mu Arin, mereka gak mungkin bisa nerima aku seperti kamu dan teman mu menerima aku'.


Tanpa terasa air mata nya jatuh, dia tahu laki laki gak pantas menetes kan air mata. Tapi sudut hati nya sangat pedih. Kata kata teman nya bagai kan memori yang merekam dan terus di putar kan di otak nya.


Dia tidak menghirau kan bunyi bel yang telah menanda kan waktu masuk. Ia tetap berada dalam toilet itu.


Setelah beberap saat, ia memutus kan untuk minta izin pulang pada guru nya. Guru pun mengizin kan ia pulang.


Ia berjalan gontai, mengikuti langkah kaki nya yang bukan menuju rumah nya. Arah tujuan nya pun ntah kemana. Samapi dia menabrak seorang cewek yang sedang sibuk dengan hp nya.


"Eh,,, lho punya mata gak". Kata cewek itu kasar.


Satria berusa mengucap kan kata maaf, karna dia tidak sengaja. Ia merapat kan tangan nya, seolah ia ingin mengata kan maaf pada cewek kasar itu.

__ADS_1


Sesaat cewek itu dan satria saling tatap, cewek itu kagus dan memuji satria, yang sangat tampan itu. Sedang satria bukan cewek itu yang menjadi kan ia fokus menatap nya. Melain kan kalung yang ada di leher cewek itu, itu hal yang bikin ia kaget dan menatap lekat cewek itu.


"Lho, kok diam aja. Gak bisa bicara lho ya". Kata cewek itu. Satria menganguk menjawab pertanyaa cewek yang ada di depan nya.


"Oh,,, nama gue kasih. Sayang ya, lho ganteng tapi gak bisa bicara". Kata nya lagi.


Iya, dia kasih. Gadis yang sangat iri pada Arina. Apa lagi saat malam acara itu, tambah bikin iri hati nya lagi.


Satria tidak menagapi apa yang kasih kata kan, ia hanya tetap fokus pada kalung itu.


"Ngapain sih lho lihat liontin gue, cantik ya". Kata nya.


"Apaan sih lho, liat liat aja. Gak usah gitu juga kale. Siapa sih nama lho". Kata nya. Dalam hati ia berkata, kalo gak ganteng banget malas banget gue layan ni cowok bisu. Kata kasih dalam hati nya.


Satria menulis kan nama nya di kertas, kasih mengambil dan membaca nya. Kemudian kasih meminjam pena satria dan menulis nomor hp nya atas kerta satria tadi.


"Satria, ini no hp gue. mana tahu nanti lho ada perlu sama gue lho bisa wa gue aja. Sekarang gue ada urusan, gue pergi dulu". Kata kasih berlalu pergi tanpa menghirau kan jawaban dari satria lagi.

__ADS_1


Satria pun melihat nya pergi, dalam hati ia berkata. Benar kah dia, tapi sikap nya sangat berbeda. Tapi kalung itu ada di leher nya.


Satria memutus kan untuk ketaman saja, dan tidak pulang kerumah nya. Karna hati nya masih sangat kacau lagi saat ini.


Sedang di sekolah arin merasa khawatir dengan keadaan satria, yang tidak pernah tak membalas chat dari nya. Jika pun sesibuk apa pun, satria pasti berusaha menyempat kan diri untuk membalas wa dari nya.


Jam istirahat ia memutus kan untuk minta permisi pada guru nya. Ia mau menjenguk saudara yang sakit sekarang. Kata nya pada guru nya. Ia pun izin kan untuk keluar di jam istirahat.


Ia di temani agus, berjalan menuju rumah satria. Mereka berdua menaiki mobil milik agus, danmenyusuri jalan raya menuju tempat satria tinggal.


Setelah beberapa saat, akhir nya agus dan Arin sampai juga di rumah Satria. Terlihat seorang wanita sedang menyapu teras rumah nya. Melihat agus dan arin, wanita itu menghenti kan pekerjaan nya, ia pun menyambut teman anak nya ini.


"Agus,,, kamu kok tumben nak datang jam sekolah". Kata mama Satria.


"Kita mau lihat satria tante, apa kah ia ada di rumah". Kata Agus.


"Oh ya tante, ini nama nya Arin teman satria juga". Kata agus memperkenal kan arin.

__ADS_1


Arin pun menyalami mama nya satria, dan mencium tangan nya. Mama satria mengelus rambut arin.


"Kamu cantik sekali nak, persis yang satria gambar kan pada tante". Kata mama satria, membuat arin merasa terkejut mendengar nya.


__ADS_2