
Ketika mencerita kan hal itu, air mata mama nya satria tidak bisa di bendung lagi. Sejak dari tadi air mata nya terus membanjiri pipi nya. Ia merasa sangat sedih ketika mencerita kan apa yang ia alami dahulu.
"Maaf kan kami tante, kami tidak seharus nya membangkit kan luka hati tante yang telah lama sembuh". Kata arin mencoba menenag kan mama satria yang terus saja menagis.
"Tidak, ini bukan salah kalian. Jadi kalian tidak usah merasa tidak enak hati ya". Kata nya sambil menyeka air mata nya.
"Jadi, itu penyebab satria tidak bisa bicara ya tante". Kata agus pada mama nya satria.
"Iya... Karna itu lah. Anak tante bisu, maka nya ia tidak perlu bantuan alat dengar lagi. Karna dia bukan bawaan sejak lahir." kata mama satria itu.
Tidak lama kemudian, setelah merasa mama nya satria agak tenang, mereka pun minta diri untuk kembali kesekolah lagi.
Tante pun mengantar kedua anak itu kedepan pintu rumah nya. Ia melihat nya pergi hingga jauh. Sampai mereka menjalan kan mobil nya, mama satria masih ada di ambang pintu rumah nya.
Mobil melaju samapi kesekolah. Dalam perjalanan nya mereka hanya diam saja. Mereka merasa turun sedih atas kehidupan yang satria alami selama ini. Cukup berat beban yang satria lalui hingga sampai saat ini.
"Arin,,, apa kah kamu mau melihat satria di tempat papa nya". Kata Agus. Ia tahu sahabat nya merasa sedih saat ini.
"Gak perlu Gus. Mungkin satria mendengar kan perkataan anak anak di kelas kita tadi. Sehingga membuat Satria merasa terpukul dan memutus kan untuk tidak masuk". Kata Arin pada sahabat nya.
"Ini semua salah ku Gus, jika aku tidak membuat ia malu. Mungkin ia pasti akan masuk hari ini". Kata arin lagi.
"Ini juga bukan salah kamu Arin, jika terus di tutupi. Cepat atau lambat, hubungan kalian pasti akan terbongkar juga." kata agus.
Arin hanya diam, dia melangkah kan kaki nya malas menuju kelas. Terlihat mira yang sedang duduk diam di kursi nya. Mira tidak berani berkomentar apa pun, ketika ia melihat wajah sahabat nya yang begitu murung.
__ADS_1
"Mir, bisa kah kamu temani aku ketaman kita nanti setelah pulang sekolah". Kata arin oada mira. Mira menganguk kan kepala nya, ia tahu hanya taman yang mampu membuat arin tenang ketika hati sedang sedih. Sejak dulu sampai sekarang, sahabat nya masih sama.
Sejarah taman itu di bangun juga karna, arin sangat patah hati. Sehingga Agus menemukan sebuah ide untuk membangun kebun yang lengkap dengan taman bunga di dalam nya.
"Biar aku yang mengartar kan kalian berdua, nanti kita pergi sama sama ya". Kata Agus pada kedua sahabat nya.
Mereka menganguk kan kepala nya, menjawab kata kata agus. Sebenar nya agus sangat kasihan melihat sahabat nya yang satu ini. Masalah cinta nya selalu kandas di tengah jalan.
🦃🦃🦃🦃🦃🦃🦃🦃🦃🦃🦃🦃🦃🦃🦃🦃
Setelah bel pulang berbunyi, Arina menemui kakak nya. Ia pun minta izin pada kakak nya untuk pergi kekebun nya. Sang kakak tidak mengizin kan, jika tidak ia teman kan. Arin tidak ingin sepupu nya pulang sendiri, ia menolak untuk kakak nya ikut.
"Kak Raka, kami akan jaga Arina kok. Kakak gak usah khawatir kak". Kata Mira menjelas kan.
Tapi dia juga tidak pernah tega untuk melarang adik tersayang nya.
"Julia, kamu bisa pulang dulu dengan mas dewo". Kata Raka pada sepupu nya.
"Bisa kah aku juga ikut kalian Raka". Kata nya pada Raka.
"Nanti om akan khawatir sama kamu". Kata Raka.
"Aku akan kasih tahu papa, lagian kan juga ikut kalian. Boleh ya". Kata julia memelas.
"Ya udah, terserah kamu kalo gitu". Kata Raka.
__ADS_1
Pada akhir nya mereka pergi dengan mengguna kan dua mobil. Mobil kak Raka dan juga Agus. Semua nya main kekebun jadi nya setelah pulang sekolah hari ini.
Di sana terlihat ada kebahagiaan, mereka pasti bisa mengusir rasa sedih ketika berada di tengah tengah kebun miliki tiga sahabat ini.
Julia tak henti henti nya mengambil fhoto dengan kamera hp yang ia miliki. Dari tadi sejak pertama datang, julia asik dengan hp nya sendiri.
Sebenar nya ia ingin mengajak Raka untuk ikut fhoto bersama, tapi di tolak mentah mentah oleh Raka. Akhir nya ia selfi sendiri deh.
"Arin, udah semakin sore nih. Pulang aja ya. " kata mira pada nya.
"Bentar lagi lah mir, ini kan masih terang". Kata arin menjawab.
"Udah mir, gak papa. Jika kamu mau pulang duluan biar mas dewo yang antar kan kamu pulang". Kata kak Raka.
"Gak papa kak, aku aja yang antarin Mira." kata Agus.
"Oh, ya udah kalo gitu. Terserah kalian aja deh". Kata Raka.
"Ya udah kak. Aku pulang dulu ya". Kata mira pada Raka. Raka menganguk.
"Arin, aku pulang dulu ya. Soal nya nanti malam mau ketoko kan." kata mira pada sahabat nya.
"Iya,,, lho hati hati ya. Gue bentar lagi". Kata nya.
Kedua sahabat nya ini pun pulang duluan. Tinggal mereka bertiga lagi yang masih di sana. Kedua kakak ini masih tenang menunggu Arin di sana. Yang paling senang sih adalah julia. Lagian dia jarang menikmati suasana taman.
__ADS_1