Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Keduapuluhdua


__ADS_3

Satria berlutut ketika arin membuka kertas lebar lebar. Arin membaca tulisan yang sangat kecil di atas kertas besar.


💖aku mencintai mu arin, mau kah kamu menjadi pacar ku💖


Kata tulisan itu. Tulisan itu mampu membuat arin hilang kendali. Ia pun melihat satria yang sedang memberikan setangakai mawar pada nya. Ya ampun so sweet banget, (kata author)


Arin makin hilang kendali, tanpa sadar ia bertanya pada satria.


"Apa kah ini nyata sat," kata arin.


Satria menganguk kan kepala nya, menjawab pertanyaan arin. Ia tak sabar menunggu jawaban dari arin. Apa kah ia di terima atau tidak.


"Jika ini bukan mimpi, tentu saja aku akan menjawab iya,,, iya,, iya". Kata arin sangat senang.


Ia mengambil bunga yang ada di tangan satria, satria merasa terkejut dengan apa yang arin jawab. Jadi apa yang agus kata kan itu benar, kata hati nya berkata.


Tak jauh dari sana kedua teman nya sibuk dengan hp mereka masing masing. Mereka tidak mau moment yang menyenang kan ini berlalu begitu saja. Mereka sibuk mengambil foto dari jauh.


Arin dan satria berpelukan, sebagai rasa haru mereka berdua, mereka melepas kan pelukan setelah di rasa cukup untuk mereka.


Melihat situasi nya sudah aman, kedua teman nya datang mendekati mereka. Yang paling bersemangat adalah mira, ia jika tidak di tahan agus, sudah dari tadi datang kesana.


"Selamat ya sayang, akhir nya. Runtuh juga tembok china". Kata mira pada arin.


"Apaan sih maksud lho itu, tembok china apaan". Kata arin. Ia mencoba untuk menyembunyi kan wajah bahagia nya yang merona.


"Jangan pura pura seperti gak terjadi apa apa ok. Orang aku dan akus dari tadi cuman di angap tumbuhan noh di sana". Kata mira lagi.


Mereka berdua terus menggoda teman nya ini. Sampai akhir nya mereka berempat tertawa lepas. Dan akhir nya mira merasa cukup untuk bercanda. Ia merasa sangat lapar sekarang.

__ADS_1


"Kalian gak lapar yah". Tanya mira pada teman nya.


"Ya ampun, tukang makan mulai kambuh penyakit". Kata agus.


"Enak aja lho. Lho gak lihat emang sekarang udah jam berapa hah". Tanya mira pada agus.


"Udah,,, udah. Kalian ini berantem melulu deh. Ia ayo kita kesana, aku yakin bunda udah siap dengan hidangan nya". Kata arin menengahi kedua sahabat nya itu.


Arin pun mengajak satria, mira dan agus pergi kerumah untuk makan. Benar saja bunda sudah selesai dengan hidangan untuk semua nya. Bunda menyiap kan mereka makanan di atas meja di kursi liar rumah. Itu tempat favorit anak anak muda. Bunda paling hafal dengan ke sukaan mereka.


Mereka pu makan di luar, sedang kan para pekerja, ayah dan bunda. Mereka makan di dalam rumah. sambil makan pun mereka sibuk bercanda.


Usai makan arin dan mira sibuk berberes beres, sedang kedua cowok itu dyduk di bawah pohon besar yang di sana ada ayunan. Mereka duduk di ayunan.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Tak terasa mereka sudah seharian di kebun, sekarang hari sudah mulai sore. Mereka pamit pulang duluan dengan bunda dan ayah.


Mereka berdua pulang, setelah pamit pada mira mereka naik mobil yang dari tadi mas davis udah capek duduk bahkan mungkin tiduran di sana.


"Maaf ya mas, kami lama banget tadi nya". Kata arin pada supir nya.


"Gak papa non, ini kan memang kerja saya non". Kata nya tulus.


"Mas davis udah makan belum yah". Kata nya khawatir.


"Udah non, mas udah makan kok". Kata mas davis senang dapat perhatian dari si cantik. Nona muda nya ini.


Mobil pun melaju menyusuri jalan raya, hingga sampai di tempat tujuan satria, satria turun dan melambai kan tangan nya pada arin. Arin pun membalas lambaian tangan nya satria, tanpa satria tahu mama nya sedang melihat nya dari jauh.

__ADS_1


Mobil pun melaju lagi, membawa arin sampai kerumah nya. Di rumah sudah ada papa mama dan kak raka yang menunggu nya pulang.


"Assalamualaikum, aku pulang". Kata nya riang.


"Udah pulang sayang, kenapa udah senja baru sampai rumah". Tanya mama khawatir.


"Iya bunny, kok pulang nya agak telat sih". Giliran papa yang introgasi.


"Iya,,, yah pa. Arin pulang nya senang lagi, bukan nya biasa nya cemberut karna capek kan pah". Kata mama lagi.


Kakak nya hanya melihat tingkah adik nya yang terlihat senang. Mama dan papa nya heboh.


"Yah,,, apaan sih, mama papa ni sama aja yah. Arin pulang nya senanag salah, kalo pulang nya lesu juga salah." kata arin pura pura kesal.


"Gak gitu juga bunny, gak salah kalo pulang nya lesu atau senang. Cuman pulang hari ini itu berbeda lho sayang. Benar kan ma". Kata papa.


"Iya pa, pasti ada yang gak beres kan tadi" kata mama.


"Mungkin bunny dapat pacar di sana mah". Kata kak raka angkat bicara setelah diam dari tadi.


"Kamu benar kak, mungkin adik kecil mu ini punya pacar di sana". Kata papa lagi.


"Ampuuun,,, kalian kok main keroyok sih. Jahat banget". Kata arin.


"Lagian, pacar apa nya, aku arin hanya senaang karna ayah berhasil mengawin kan mawar, itu aja kok. Gak ada pacar pacaran ya." kata arin ngambek.


"Bunny ketahuan bohong kan kak, ma. Ini bau nya nyebar". Kata papa masih saja menggoda anak nya.


"Iya lho pa, bauk banget lagi. Ini pasti bau dari orang yang bohong kan". Kata mama.

__ADS_1


"Ah... Papa mama jahat banget sih. Bau kan karna aku seharian di kebun gak mandi" kata arin. Ia terlihat kesal karna papa mama nya yang sangat usil jika sedang berkumpul seperti ini.


__ADS_2