
Acara resepsi raka hampir selesai, tinggal beberapa rangkaian acara yang akan di laksana kan. Tapi di sela rangakaian acara itu ternyata ada sesuatu yang aneh.
Ada acara lamaran di sana. Tapi ntah tertuju untuk siapa lamaran itu. Seseorang akan melamar pacar nya. Kata suara mc lantang terdengar.
"Arin, kalian sekalian acara lamaran yah". Kata mira pada arin.
Arin dan satria hanya tersenyum. Mereka tidak menjawab apa yang Mira tanya kan. Mira seakan di cuekin kedua manusia yang ada di depan nya.
"Ya elah gue tanya malah senyum aja ni makhluk berdua". Kata mira.
"Habis, gue harus nangis gitu." kata Arin.
"Ya jawab kek, apa yang gue tanya. Gak pakai senyum juga kale". Kata mira.
Tak lama kemudian terdengar suara yang mereka kenal naik ke atas pangung. Ia menyampai kan beberapa kata terima kasih pada mc yang telah sudi untuk memangil nya naik ke pangung. Ia juga berterima kasih pada tuan rumah.
"Lho kok agus yang naik pangung sih. Ngapain tuh anak". Kata mira penasaran. Kenapa agus yang naik jika yang mau lamaran itu satria. Kata nya dalam hati.
__ADS_1
"Agus yang naik pangung, kok kamu yang sewot sih mir," kata satria pada mira.
"Iya,,, nih. Kamu yang malah rewel itu kenapa". Kata arin menambah kan.
"Agus, mau lamaran ya. Siapa sih yang mau di lamar nya. Gue mau lihat cewek nya". Kata mira.
Terdengar ada nada kecewa di sana. Nada yang tak rela jika agus bersama cewek lain.
"Lho cemburu ya..." kata Arin yang di sambung ledekan lain dari satria.
"Eh... Tau gak. Lho berdua itu memang cocok kalo gue lihat. Cocok nya itu sama sama bikin kesal nya jago tau gak". Kata mira pada akhir nya.
Tapi, tanpa di sangka oleh hadirin. Agus malah berlutut di depan satria, ini membuat yang hadir jadi bingung karna sikap agus yang seperti memilih satria sebagai tunagan nya.
"Satria... ." kata agus membuat orang yang ada di sana penasaran semua, dengan apa yang akan agus sampai kan.
"Satria,,, kini aku serah kan lamaran yang sebenar nya pada mu. Tugas ku sudah selesai". Kata agus. Membuat orang yang ada di sana jadi salah tingkah karna salah tebak. Ada yang tertawa karna merasa mereka telah salah sangka.
__ADS_1
Satria mengambil alih acara ini.
"Baik lah hadirin. Maaf kan kami yang telah membuat kalian salah sangka dan salah tebak. Sebenar nya memang acara ini kami berdua akan melamar orang yang kami sayang di saksi kan kalian semua." kata satria lantang.
Dia berlutut di depan Arin yang duduk di kursi roda nya. Sambil mengeluar kan cincin emas yang berpermata hijau di tangan nya.
"Arina dewi dwipangaa,,, mau kah kamu menikah dengan ku". Kata nya dengan sangat percaya diri. Walau dalam hati ia merasa agak kurang percaya diri sih.
Para hadirin bersorak. Mereka serentak menyorak kan kata terima dan mahu... Begitu lah seterus nya beberapa saat sampai. Arina menganguk kan kepala nya dan menjawab iya.
Tak lama setelah arin menjawab iya, kedua pengantin baru dan orang tua nya datng nenghampiri mereka.
Satria yang masih memeluk arin pun melepas kan peluk kan nya.
"Anak muda, lamaran sendiri. Tidak minta restu orang tua lagi". Kata papa arin.
"Kamu kok bikin malu mama sih sat, lamaran di acara nya orang lain." kata mama satria
__ADS_1
Satria menunduk kan kepala nya mendengar kata kata mama nya.