
Ini lah keluarga arin, walau pun ia keluarga yang kaya dan sibuk kerja. Tapi selalu ada waktu untuk mereka tetap bersama.
Arin pun duduk di samping kakak nya.
"Ya ampun bunny, kamu bau banget tau gak. Sana mandi, jangan dekat dekat kakak". Kata kak raka pada adik nya.
Bukan nya menjauh arin malah tambah dekat, dan memeluk sang kakak. Mama papa nya hanya tersenyum melihat tingkah kedua anak nya ini.
"Ah,,,, bunny. Pergi gak kamu, jangan peluk peluk, bau mu itu lho aduuuh.... " sekarang raka benar benar kewalahan untuk melepas pelukan adik nya itu.
"Udah bunny, kasihan kakak mu. Nanti bisa cair es batu kita. Iya gak ma." kata papa bercanda.
"Mandi sana kamu, nanti bisa pingsan kakak kamu itu". Kata mama.
Mereka tertawa bersama, yang cemberut hanya lah raka. Dia sudah mandi, malah adik nya peluk dengan keringat yang ada di badan yang bikin bau nya nular.
Arin pun mengalah, karna ia kasihan pada kakak nya. Ia pun melepas kan nya, ia pun pamit pada mama dan papa nya untuk mandi dulu.
__ADS_1
Beberapa langkah ia berjalan, papa nya memangil nya lagi.
"Bunny, besok malam kita ada temu bisnis ya. Papa harus bilang sekarang nanti takut lupa". Kata papa nya.
"Temu bisnis pa, bisa kah Arin,,,,, " kata kata nya terputus, karna di potong papa nya.
"Gak bisa bunny, kemari kamu udah gak ikut kami kan. Jadi sekarang masa gak ikut lagi sih. Kamu kan anak papa juga". Kata papa memaksa.
"Tapi kan pa"... Lagi lagi terputus.
"Gak bisa bunny, papa gak pernah halang keinginan bunny kan. Jadi papa mau bunny juga gitu sama papa." kata papa lagi.
Sesamapai nya di kamar bukan nya mandi, ia malah merebah kan badan nya di atas kasur nya yang empuk. Dalam hati ia masih merutuki acara temu bisbis yang papa nya kata kan tadi.
Acara temu bisnis itu pasti akan di ada kan di hotel atau rumah makan yang sangat ramai. Pasti nya setiap anggota bisnis papa nya akan datang. Tak terkecuali anak anak pembisnis besar. Mereka pasti akan hadir di acara temu bisnis ini.
Acara yang sangat tidak Arin sukai, ia lah acara remu bisnis ini. Waktu itu ia pergi juga ada hal yang tidak menyenang kan hati nya. Liontin kesayangan nya hilang, malah di akui oleh seorang gadis. Untung nya ada cctv yang bisa membukti kan kalau itu adalah milik nya. Sehingga bisa kembali ketangan nya.
__ADS_1
Hal itu masih membuat nya sangat kesal hingga sekarang. Belum lagi anak anak pembisnis rekan papa itu banyak yang cowok. Mereka melihat Arin dengan tatapan yang tidak bisa di deskripsi kan, membuat arin merasa tidak nyaman untu berada di sana.
Kata mama mereka itu mengagumi kecanti kan Arin saja, tidak ada hal yang lebih dari itu. Tapi itu sangat berlebihan, begitu pun dengan orang tua mereka. Yang pasti nya akan ada yang ngomong ingin menjodoh kan putra atau putri mereka dengan aku dan kak Raka.
Ini lah hal yang bikin aku sangat tidak nyaman untu berada di acara seperti ini. Kata Arin dalam hati nya.
Dari tadi, ia sibuk memikir kan acara temu bisnis yang papa nya kata kan. Sehingga ia belum juga mandi sampai sekarang. Sampai ada yang memanggil nya dari luar lamar, baru ia sadar jika saat ini, ia masih belum mandi.
"Iya,,, sebentar mbak". Kata nya pada orang yang di luar kamar nya. Itu adalah asisten nya yang memanggil nya.
Ia pun bangun, kemudian membuka kan pintu kamar nya.
"Ada apa mbak". Tanay Arin.
"Ini non, di tunggu untuk makan sama tuan dan nyonya". Kata mbak asisten nya Arin.
"Oh,,, bilang mbak. Bentar lagi aku turun yah," kata nya pada sisten itu. Asisten nya pun menganguk dan pergi turun kebawah.
__ADS_1
Arin pun menutup pintu kamar nya, dan ia cepat cepat masuk kamar mandi untuk segera mandi. Karna ia sudah di tunggu untuk makan malam.