Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Ketigapuluhdelapan


__ADS_3

"Apa kah kau tahu Gus, dari mana Arin mendapat kan liontin mawar merah itu". Tanya satria.


"Aku hanya tahu, Arin mendapat kan nya dari teman masa kecil nya, hanya itu yang aku tahu". Kata nya.


Mereka masih duduk di kursi tak jauh dari rumah penjaga kebun.


"Apa kah kamu ingin tahu, apa yang aku tahu Agus". Tanya Satria pada agus.


"Cerita kan lah, apa yang kamu tahu. Aku sudah mencerita kan apa yang aku tahu". Kata Agus.


"Baik lah, aku akan cerita kan apa yang aku tahu". Kata Satria. Di berdiri dari duduk nya.


🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧


🐾Mundur kebelakang. 🐾


10 tahun yang lalu.


Seorang anak laki- laki sedang berlari sekencang mungkin melewati lorong sepi tak jauh dari jalan raya. Suasan yang sepi karna gelap nya malam tambah mencengkam karna suasa yang bocah kecil itu alami.

__ADS_1


Ia berlari, berharap ada yang akan membantu nya lepas dari siksaan keras nya kehidupan. Ia terus berlari sekencang yang ia bisa, sebelah betis nya terluka cukup parah. Luka karna cakaran anjing galak, mengeluar kan darah segar. Tapi tak ia perduli kan.


Di belakang nya ada dua orang preman yang bertubuh besar, ia membawa seekor anjing. mereka mengejar bocah kecil itu. Sampai akhir nya di jalan buntu, anak kecil itu tidak tahu mau lari kemana lagi.


"Ha.... Ha... Ha.... Akhir nya. Mau lari kemana lagi kamu hah". Kata salah satu preman itu.


Bocah itu, terduduk di bebatuan yang kasar. Mata nya menatap anjing yang siap menerkam nya.


Salah satu preman itu memegang tali anjing yang bersama mereka. Anjing itu pun mereka lepas kan, anjing itu berlari siap menerkam bocah laki laki itu.


Bocah itu sangat ketakutan, tapi ia tidak bisa berbuat apa apa lagi. Ia menyilang kan tangan nya dan menutup mata nya.


Bersama turun hujan gerimis, ia membuka silangan tangan nya. Betapa terkejut nya di hadapan dia semula adalah anjing yang siap menerkam nya sekarang berubah menjadi seorang gadis kecil yang sangat cantik.


"Kamu tidak perlu takut lagi, anjing nya sudah di lumpuh kan, begitu pun dengan dua orang preman jahat yang menyakiti mu juga sudah di lumpuh kan. Kamu bisa pulang sekarang". Kata gadis cantik itu.


Bocah lelaki itu hanya diam menatap gadis kecil yang sangat cantik itu. Mata gadis itu sangat indah walau pun di kegelapan malam dan di timpa hujan gerimis.


"Nona,,,, ayo cepat. Kita sudah sangat terlambat". Kata orang yang bersama anak gadis cantik itu.

__ADS_1


"Maaf kan aku, aku harus pergi sekarang, aku tidak bisa membantu mu mengobati luka mu, atau mengantar kan mu pulang. Karna aku sudah sangat terlambat". Kata gadis kecil itu lagi.


Ia mengeluar kan seseuatu dalam saku nya, dan membuka gelang yang ada di tangan nya.


"Ini adalah gelang kesayangan ku, aku beri kan pada mu. Nanti jika kamu jual kamu bisa mengobati luka mu. Dan ini adalah permen,". Kata gadis kecil itu.


Lalu gadis kecil itu memberi kan gelang dan permen ketangan anak laki laki yang terluka itu. Dia menaruh nya di telapak tangan bocah lelaki itu. Anak lelaki itu pun menerima nya.


"Semoga suatua hari nanti kita bertemu lagi. Aku berharap untuk hal ini". Kata gadis kecil itu.


"Aku tidak akan mengata kan siapa nama ku, nanti ketika kita bertemu ini akan menjadi kejutan yah, oh... Ya, karna kamu tidak bicara pada ku dan kamu tidak mengata kan nama mu. Aku akan pangil kamu satria yah. Agar suatu saat nanti kamu akan menjadi kesatria bagi ku." kata gadis itu.


"Nona,,,, kita sudah terlambat terlalu lama." kata orang yang bersama gadis kecil itu memangil lagi.


"Baik lah, aku harus pergi sekarang. Maaf kan aku yang tidak bisa membantu mu terlalu banyak ya". Kata gadis itu ingin beranjak pergi.


Baru gadis kecil itu memusing badan nya, tangan nya di tahan bocah laki laki kecil itu. Ia menahan tangan gadis kecil itu. Ia melepas kan kalung yang di pakai nya dan memberi kan kalung itu ketangan gadis kecil. Gadis kecil itu tersenyum.


"Kita akan bertemu lagi. Aku yakin itu". Kata gadis kecil itu sambil berjalan menjauh.

__ADS_1


__ADS_2